Saturday, November 19, 2016

22


Gambar terkait

Dulu diakala saya muda *ehmmm*. Saya sempat merasa takut banget yang namanya ngalamin tua. Yaaa buat saya sih umur diatas 30 tahun itu udah tua beeng hahaha.

Yang kebayang itu nenek saya yang suka dan rajin pake kebaya emak-emak lengkap dengan kain sinjang dannnn kutag emak-emak yg mirip kantong doraemon itu. Atau kalau gak sih ya model nyokap dulu yang demennnn banget pake daster di rumah. Fiuhhhh....

Bisa jadi ketakutan saya untuk tumbuh tua karena stereotipe yang disematkan pada perempuan in the middle age begitu. Yang mulai wajahnya mengkerut model apel kisut gitu, ditambah tetelan di sekujur tubuh yang kalau dilego ke tukang baso pasti mahal banget. Belum lagi gambaran kalau perempuan umur segitu ya gitu deh bajunya gak bisa modis and gaya kayak ABG.

Hey, ternyata saya salah. Enggak salah banget sih cuman banyakan salahnya juga *tetep biar kelihatan bener hahaha* *toyorrrr*

Saya ingat sebuah tulisan yang bilang kalau perempuan itu berdandan bukan buat suaminya atau pacarnya tapi justru buat perempuan lain. hahahaha seriously!! 

Gimana enggak, yang paling comel dan paling sadis kalau berucap atau ngomentarin penampilan kita itu ya siapa lagi kalau bukan perempuan lainnya? Mulai dari "ih kok gendutan", "Olahraga atuh kok tas pinggang nyampe di punggung segala". Itu baru soal tubuh yang melar. Coba kalau tubuh kita mengurus. Wuihhh udah beda lagi dahhhh....hahahahaha

Dibilang lagi sedih ya? dibilang susah ya hidupnya? lakinya gak ngebiayain? Wadohhhh panjang cyinnn *pijit-pijit alis*

Makanya ya kalau ada istri atau pacar loe bilang bentar ya tunggu 5 menit lagi beres dandannya. Itu artinya loe sebagai lakinya bisa tidur lagi, olahraga dikit, cuci mobil, sarapan, mandi. HAHAHAhAHAHAHA asli lohhh....

Itu baru soal penampilan. Comelan soal lain lagi wuihhhh jauh lebih kejam say. Makanya kalau dibilang ibu tiri itu kejam saya sih gak terlalu setuju. Perempuan itu kejam sama perempuan lainnya. Itu yang betul!!!

Balik lagi soal umur. Bayangan mengerikan saya tentang umur berubah seiring perjalanan. Klo dulu ngebayangin nikah umur 30 itu pasti dibilang perempuan gak laku, perawan tua. Pas ngalamin sendiri kok ya gak berasa gitu. Punya anak umur 35 tuh kayaknya udah freak banget, kok nyatanya enggak ya?

" Age is whatever you think it is. You are as old as you think you are". Muhammad Ali

Yup i agree. 1000000 times very very very agree. Hahahahaha

Tapi beneran saya seringkali lupa sebenarnya berapa sih umur saya. yah bisa jadi memang saya yang suka ngeblank sama itung-itungan tahun berapa dikurangi tahun lahir saya jadi berapa tahun tuh umurnya. Ato bisa jadi karena saya merasa am not that old as shows on my id card hahahaha *kibas poni*

Jadi ya saya seringkali merasa kalau umur saya baru sekitar 22 tahun. Eh kenapa kok 22 yang saya pilih? Bukan 17 atau yah usia yang lebih muda dari itu?

Bisa jadi sih karena saya merasa umur segitu tuh seperti buah yang sedang ranum-ranumnya. Ibarat apel, ia nampak merah namun belum memerah sepenuhnya. Penuh air. juicy. Manis tapi sekaligus juga asam. Menyegarkan bukan hanya dilihat tapi juga buat dimakan. 

Beda tentunya dengan umur 17. Beuh itu sih masih hijau pisan. Masih lugu. masih mudah ditipu. masih terlalu masam. Belum terasa manisnya. Hahahahaha ngarang abis deh gueh....

My life isn't that perfect. I don't have a good job with a good career and off course with a high salary. Still living in my parents house. Wherever i go i use public transportation or by walking. But you know, i am happy. Lagian hidup yang sempurna itu kayak apa sih? Bukankah mensyukuri setiap apa yang kita miliki itu lebih dari sebuah kesempurnaan? *benerin sorban*

Mungkin saya merasa selalu muda karena hidup ditengah-tengah anak-anak didik saya yang rata-rata umurnya 4-6 tahun. Huaaaa bersama mereka setiap harinya selalu menjadi hari yang indah. Menakjubkan rasanya ketika saya bisa memberi mereka stimulasi untuk pengetahuan mereka. Melihat mereka tumbuh dan semakin pintar dan meninggalkan sekolah. Nah bagian terakhir ini yang baru keliatan tue nya saya *tutupin uban. Pikok mana pikok hahahahaha*

Hidup memang gak selalu indah. kadang apa yang saya rencanakan dan inginkan hanya tinggal keinginan saja. Tuhan punya rencana lain. But hey, life is a mistery to be solved right?

So sist, jangan pernah takut sama omongan orang lain ya. Orang lain mah gak pernah tau gimana hidup kita. Di setiap pintu yang tertutup kita gak pernah tau seperti apa di dalamnya kecuali kita hidup di dalamnya.

Gak tau dengan anda, tapi saya sih menikmati hidup saya yang seperti roller coaster ini. Menikmati setiap helaian uban di kepala yang tumbuh. And.....gak peduli omongan orang

I don't know about you, I may be 38 now but I'm feeling 22. Everything will be alright. If we just keep dancing like we're 22

Monday, November 14, 2016

Tears In Heaven



Would you know my name, if I saw you in heaven. Will it be the same if I saw you in heaven. I must be strong, and carry on, cause I know I don't belong here in heaven -- Eric Clapton


Hasil gambar untuk intan olivia marbunPada tanggal 20 Maret 1991 tepat jam 11 siang, anak laki-laki berusia 4 tahun yang bernama Conor Clapton, meninggal karena terjatuh dari jendela lantai 53 di apartemen New York City. Iyah bener Conor ini adalah anak lelaki dari Eric Clapton, musisi yang suaranya garang-garang romantis mendidih itu.

Kematian Conor menjadi kesedihan mendalam bagi Eric Clapton. Selama 9 bulan Clapton benar-benar berkubang dalam rasa duka yang mendalam. Saking berdukanya Calpton bahkan tak ingin tampil lagi bernyanyi. Meski pada akhirnya Clapton kembali ke panggung musik, tapi Clapton sudah berubah. Musiknya telah berubah menjadi lebih lembut, lebih kuat, dan lebih reflective.
Tears in Heaven, lagu yang saya kutip di atas adalah cara Clapton menuangkan kesedihannya dan merupakan bentuk penerimaannya terhadap kematian Conor. Lagu ini dibuat Clapton bersama rekannya Will Jenning. Lagu ini dipakai sebagai soundtrack film Rush pada tahun 1991. namun siapapun tahu lagu ini adalah cara Clapton untuk mengenang Conor.
Sakit. Itu bahasa yang paling sederhana untuk mengungkapkan rasa dari setiap orang tua yang harus kehilangan anaknya. bahkan kalau mengutip Dumbledore, tidak sepantasnya orang tua menguburkan anaknya.
But eventually, shit do happens.
Saya sendiri gak bisa ngebayangin gimana rasanya kalau saya ditinggal Tian. Mungkin dunia saya akan runtuh saat itu juga. Well, you don't need to say to me, anak itu titipan Tuhan. Saya mengerti itu. Tapi manusiawi kan kalau kemudian saya tak ingin apapun terjadi pada jagoan sholeh saya itu?
Lalu kalau Eric Clapton kemudian bisa berubah 180 derajat lahu-lagunya sejak ia kehilangan Conor, bagaimana dengan saya atau orang lain?
Bagaimana dengan orang tua Intan Olivia Marbun, balita yang menjadi korban bom molotov di gereja Oikumene Samarinda?
Sungguh saya tidak mampu bahkan untuk sekedar membayangkan apa yang dirasakan ibunda Intan. Ibunda yang mengandungnya selama 9 bulan. Menjaga dan memelihara buah hatinya. menyusui, membiarkan diri kurang tidur hanya untuk menjaga Intan kecil terlelap tidur. Ia pun harus merelakan anak yang sedang lucu-lucunya, sedang pintar-pintarnya meniru segala yang dilihatnya, sedang semangat bermain meregang nyawa setelah sebelumnya menderita karena tubuhnya terbakar sangat parah.

Masya Allah sungguh saya tak bisa membayangkannya. 

Tian yang harus dirawat karena thypus saja sudah membuat saya begitu susah hati. Berdoa pada Allah kalau perlu saya mau menggantikan Tian yang berbaring sakit. Apalagi ini. Luka bakar. Untuk seorang balita.

Kalau sudah seperti itu, masih perlukah kemudian disebutkan lagi apa agama Intan? Apa Agama orang tuanya?

Saya bukan tak mengerti ketika banyak orang-orang yang kemudian mendua dengar berita kematian Intan ini. Mereka bilang sedih karena Intan meninggal dunia sekecil itu tapi disaat yang bersamaan mereka mengatakan tindakaal pelaku tidak salah. Dia hanya menyuarakan dan membela ajarannya. Oh really?

Yang menyedihkan sangat buat saya adalah kemudian teman-teman saya yang manis dan sholeh juga sholehah itu menyayangkan Intan meninggal bukan sebagai muslim. Kenapa? karena ia bukan muslim maka mencium bau sorga pun ia tak berhak.

Oh my......

Mohon maaf teman, saya hanya bisa mengatakan Al Quran yang jadi kitabnya saya jika Alquran dipadatkan maka pemadatannya ialah ketujuh ayat dari surah al- Fatihah. Jika dipadatkan lagi, maka pemadatannya terletak di dalam ayat pertamanya (basmalah), dan jika basmalah ini dipadatkan maka pemadatannya ialah Rahim atau cinta kasih. Love.

Let me says this darling Intan Olivia marbun, dead is next great adventure. So, saya memang marah pada pelakunya tapi sungguh saya tak merasa kasihan atau bersedih untuk Intan. She's in the right hand. The hand of God.

And as Dumbledore said; Do not pity the dead, Pity the living and all those who living without love.....

Sunday, November 6, 2016

Slow Down

Dannnn...akhirnya saya nulis juga deh di group wa. Habis gimana, makin kesini makin banyak deh yang ngeshare berita asal comot. Udah gitu yang komen juga suka ngasal. Ngikutin nafsunya aja *sodorinairminum*

Jadi yah ceritanya si daku ini akhirnya gerah sama group WA yang rajin bagiin berita hoax dan bohong. Awalnya diam aja. Mencoba menghargai setiap pendapat orang. Sambil juga lihat-lihat alias ricek berita yang mereka share itu. Mencoba jadi silent reader. Tapi emang dasar saya yang emang gatelan gak sukses akhirnya jadi silent readernya hahahahaha *benerinkerahbaju*

Si sayah akhirnya berceramah panjang lebar di group itu, duh jadi ngerasain juga gimana jadi SBY yang baperan huahahahaha. Keputusan yang bulat menggelinding ini akhirnya saya ambil gara-gara ada member yang nulisin tentang kata H di depan nama pak Jokowi adalah Herbertus. Pak Jokowi juga ditulis adalah anak orang cina. Tambahannya ituloh, si empunya cerita bilang ini yang bikin pak Jokowi gak keberatan selama jadi walikota Solo dan Gubernur Jakarta didampingi non muslim. DARRRRRRR.......!!!!!!

Helloooooo.......berita bohong nan basi yang sudah lebih dari 2 tahun itu masih diputar juga? Pliss dehhhhh!!! *kikirkuku*

Gini loh bapak dan ibu yang saya cintai *kasihbunga*, setiap orang memang punya hak buat menyukai atau tidak menyukai apapun. Tiap orang juga punya hak buat mengutarakn apapun yang ada dipikirannya. Lha wong kita tinggal dan hidup di negara demokrasi *haleyeah*. Tapiiii.....ada tapinya loh ya.

Tapinya itu buat saya sih cuman satu cobalah mendasarkan pilihan kita itu pada fakta dan data bukan pada asumsi subjektif. Bukankah kita yang jadi tenaga pengajar ini juga diminta buat memberikan penilaian yang objektif dan berdasarkan fakta bukan berdasarkan rasa buat krucil-krucil kita? Nah, kalau kita bisa melakukan itu buat anak didik kita kenapa gak bisa juga melakukannya buat yang lain? *benerinalis*

Kalau ibu sama bapak mau membenci presiden kita itu yak gak jadi masalah. Itu pilihan kok sama kayak kala saya memilih untuk gak makan wortel karena gak suka baunya *apa sih ini gak nyambung blas*
Tapi pliss deh jangan yang dijadikan referensi itu tulisn di medsos dari orang yang gak jelas. Tulisan yang udzurnya udah 2 tahun lebih model tulisannya Trio Macan 2000 kok ya masih di share. hadeuhhhh....ini udah tahun 2016 kelessss....

Lagian udah ketauan belangnya pan si empunya tulisan itu. Gak tau? Masak sih??? Haddeuh coba yuk itu smartphone nya dipake bukan cuman buat FB an doang. Itupan ada apps google nya, yuk coba diketik trio macan 2000. Ketemu? Belum?? hadeuh hapenya merek apa sih? *nunggu di lempar samsung*

Intinyamah ya bapak dan ibu, kita itu guru. rajin-rajin baca. Kuatkan literasi biar gak jadi korban berita bohong.Kalau berita bohong yang kita sebar, apakah gak membuat kita jadi tukang fitnah? Bukankah fitnah lebih kejam daripada pembunuhan?

"Breathe me in....breathe me out....Baby, slow down the song And when it's coming closer to the end hit rewind...."

Yes, slow down kalau kita nemu broadcast atau kiriman tulisan. Simak dulu baik-baik. Yang penting sih ricek ricek ricek ricek. Yukkk....pasti bisa

Saturday, July 23, 2016

All Of Me Love All Of You (Wedding Note)

Saya(Sambil duduk pegang hp): Bentar ya mas istirahat dulu ochienya. Tawaf di rumah baru beres sekali.
Mr Rius: ihhh bergerak dong bergerak kitamah gak boleh diem. Kerja kerja kerja kata Jokowi juga.
Saya(ngakak habis): Huahahaha mas nyang onoh kerja juga tetep dihujat tetap mo dilengserin tetap dibilang planga plongo bego.


Itu yah cuman salah satu obrolan absurd antara saya dan mr rius. Obrolan gak jelas beginih ini lah yang membuat hubunganngan saya dengan mr rius jadi spesial meski gak selalu pake telor *jadi pengen martabakkkkk huhuhu*

Live is a mysterious path. For me it is

Gimana enggak. Kisah kami tuh bukan kisah cinta yang mendayu-dayu dan panjang bak sinetron tersanjung yang tokohnya dibikin menderita berkepanjangan sampe udah ganti pemain berapa kali atau sinetron cinta fitri yang sukses menjodohkan para pemainnya. Tapi yaaaa gitu. We are made for each other eh i guest sih huahahaha *toyor kepala sendiri*

Jadi sifat kami berdua itu bagaikan langit dan bumi. Situ di selatan sini di utara. Saya yang senang have fun disandingkan dengan mr rius yang segala diperhitungkan. saya yang go mad mr rius yang engke kumaha?

Tapi disitu seninya keles boy *benerin kerah*

Sifat saya yang kumaha engke seringkali bisa diredam oleh sifat perhitungannya mr rius. Jadilah sekarang seiring usia pernikahan kami saya bisa sedikit lebih bijak *ehemmmm*
Sifat kikir saya juga jadi tumbuh setelah bareng mr rius. hahahaha alesannnnn udah dari dulu juga kikirnya sok sok an nyalahin misua *slepet nih*

Intinya sih keberadaan kami satu sama lainnya justru menjadi penguat apa yang sudah ada diantara kami. 
" Rock my world into the sunlight Make this dream the best I've ever known Dirty dancing in the moonlight Take me down like I'm a domino' *karaokean yuk hahaha*

Apa jalannya selalu mulus? Ya enggak kaliiii.....Dikira jalannya udah kayak muka artis hollywood yang licin gara-gara botox apa ya?

Bukan sekali dua kadang saya merasa ingin menyerah buat lanjutin perjalanan kami. Kalau ini yang terjadi biasanya itu gara-gara saya patah hati sama mr rius. *ambil tisu*

Jadi ya seperti yang saya bilang di awal saya dan mr rius tuh bagai langit dan bumi. Bedanya jauhhhhh pake banget dan pisan kuadrat. Perbedaan yang paling mendasar adalah saya yang orangnya ekspresif yang kalau marah ya udah marah aja musti berhadapan dengan mr rius yang lempeng jaya dan jadi tukang tembok. Gak ngerti juga dimana doi belajar nembok uya secara yang saya tau mr rius itu lulusan ilmu komunikasi hahahahaha.

Aksi diam dia itu yang bikin beteh. Dan kalau udah beteh bukannya dibikin istrinya gak beteh lagi tapi malah disodorin arang panas hahahaha *sodorin sate*

Naik turun ala roller coaster memang bagian dan seni dari kehidupan. begitu juga dengan kehidupan berumah tangga *sodorin mic* after all being married is .... kesediaan untuk jatuh, patah hati dan sakit hati pada orang yg sama berkali-kali.



Wednesday, May 25, 2016

One Way Or Another

Hasil gambar untuk mamografi
Alat Momografi
Wokeh lupakan dendam dan rasa sakit ketemu dokter Syafwan *inhale exhale semburin api* hahahahaha. Mari kita hadapi kenyataan hidup memulai proses mamografi.

It feels like a perfect night to dress up like hipsters and make fun of our exes, ah ah, ah ah. It feels like a perfect night for breakfast at midnight, to fall in love with strangers, ah ah, ah ah.

 Huahahaha gak ngerti kenapa si mbak Taylor Swift itu yang tiba-tiba mampir di kepala saya buat memulai proses mamografi ini. Konon kalau baca-baca ceritaan orang prosesnya beneran bikin gak nyaman.


Yeah, I'am happy, free but confused and lonely at the same time. So it's miserable and magical. *Dancing in the rain*

Jadi gimana proses mamo itu?

Hmmmm....klo boleh milih lebih baik enggak deh. Huahahahah suka gak konsisten ginih yah?? maksudnya sih berani dan tabah tapi ya itu tadi gak nyaman dan sakit.

Sebelum nyampe ke gimana rasanya buat pengetahuan aja ya mammografi adalah proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv). Mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Beberapa negara telah menyarankan mammografi rutin (1-5 tahun sekali) bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai metode screening untuk mendiagnosa kanker payudara sedini mungkin.

Sebagaimana penggunaan sinar-X lainnya, mammogram menggunakan radiasi ion untuk menghasilkan gambar. Radiolog kemudian menganalisa gambar untuk menemukan adanya pertumbuhan yang abnormal.

Lalu pertanyaan utamanya? Gimana rasanya? Hmmm....

Jadi ya si mbak susternya itu ngasi saya baju kimono. Disuruh dilepas semua baju, kerudung dll. Toples lah daku. Eh iba-tiba kepikiran pengen sun bathing gitu *toyorrr*.

Hasil gambar untuk mamografi
Menata Payudara
Setelah itu si mbaknya masuk bareng temennya. Terus yang bikin rada (banget deng) si Payudara itu sama mbak nya ditata sedemikian rupa di sebuah penampang yang ada di mesinnya. Penampangnya terbuat dari besi gitu. Setelah ditata, payudaranya terus diteken sama penampang lain dari atasnya yang lagi-lagi terbuat dari semacam besi gitu. Nahhhh bagian ini lebih bikin gak nyaman. Payudara itu ditekan dengan keras. Gak boleh pula bergerak. Oh ya payudara yang di mamo ini satu-satu ya. Gak langsung dua-duanya. makanya kebayangkannnnnn..... *nangis di pojokan*.

Si mbak suster yang dua orang langsung berlari ke ujung ruangan yang berlawanan dengan letak alat mamo. Jpret...jpret....

Secara umum prosesnya persis sis sis sama dengan kalau kita x-ray. Cuman ini yang di x-ray nya yaitu tadi dua gunung milik sayah. 
Suster minta izin ninggalin saya buat lihat hasilnya. "Kalau hasilnya gak bagus gimana?" tanya saya. "Kita ulang lagi ya bu," si mbak menjawab dengan tenang. Alamakkkk....

Ditinggal lah saya sendirian. Sekitar 5 menit lebih mereka kembali dan bilang kalau kita bisa memulai pengambilan foto buat payudara lainnya. Fiuhhhhh.......

Wokeh.....saya gak mau kalah sama kamu duhai tumor. So, lets do it. One way or another i'm gonna find ya and getcha *Tetiba ingat One Direction*.

Setelah semua proses selesai (dan untungnya cepat) saya baru kepikiran beberapa artikel yang sempat saya baca waktu dulu pertama kalinya mau mamografi. Konon banyak yang gak menyarankan buat mamografi selain karena prosesnya yang memang gak bikin nyaman juga konon dengan penggunaan x-ray itu justru memicu tumbuh dan aktifnya si tumor.

Glekkk......nelen air liur dan berdoa semoga gak nyampe begituh ya darlaaaa.....

Buat yang mau mamografi gak perlu takutlah. saya juga berani kok *pijit lutut*

Yang jelas sebelum melakukan sesuatu ketahui dulu keuntungan dan kerugiannya. Ini saya kutip dari
Blog nya Mbak Ika Fauzi  
1)      .Keuntungan Mamografi :
·         Pemeriksaan mamografi tergantung pada operator / ahli yang melakukan pemeriksaan. Apakah bisa mendeteksi tumor payudara yang kecil tergantung dari kemampuan operator. Idealnya yang melakukan pemeriksaan mamografi adalah dokter yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap payudara pasien sehingga hasilnya lebih akurat. 
·         Jika pemeriksaan mamografi di lakukan oleh yang benar-benar ahli, maka mamografi dapat mendeteksi adanya jenis tumor ductal carcinoma in situ (DCIS) - jenis tumor yang paling tidak membahayakan , yang pada pemeriksaan fisik tidak akan bisa terdeteksi.
2)      Kerugian Mamografi : 
·         Tidak boleh dilakukan jika hamil. 
·         Banyak yang mengalami false positive, artinya pada pemeriksaan mamografi hasilnya positif (berarti pasien yang bersangkutan mengidap kanker), ternyata pada pemeriksaan lanjutan yaitu biopsi (pemeriksaan dengan mengambil sedikit jaringan tersangka kanker untuk diperiksa di Lab.Patologi Anatomi) hasilnya negatif (pasien yang bersangkutan tadi tidak mengidap kanker payudara). Biopsi ini adalah pemeriksaan invasif yang termasuk gold standard untuk pemeriksaan tumor payudara (dilakukan dengan jalan melakukan tindakan / operasi)

Pilihan tetap ditangan anda dong darla......

Oh iya test mamo itu baru boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai ke-14 dari hari pertama menstruasi ya. Kenapa? Karena saat itu hormon kita gak lagi lebay. Konon kalau lewat tanggal itu segala macam bakalan keliatan di testnya dan bikin bias penilaian.

Hasil test mamo di Santosa ini baru bisa saya ambil keesokan harinya lengkap dengan diagnosaan si dokter radiologinya.

Sampai di rumah saya cerita sama mr rius. "Untung ya mas toket ochie ala Dolly Parton gitu jadi bisa gampang ditatanya. Kalau toketnya yang model telor ceplok atau dadar kumaha nya?"

Dannnnn.....sumpah saya tak sanggup untuk sekedar membayangkannya hahahahaha

Saturday, May 21, 2016

Seing you

Habis makan bareng tian dan mr rius di baso lengkong tiba2 dapat telepon. Dari santosa. Mas2nya nanya jadi gak senin mo ketemu dktr drajat. Et dah mas pan memang niat buat ktm beliau.

Si mas nya bilang senin mulai jam dua belas. Olrite mas. Eh berarti bisa masuk kelas dulu dong? Yayaya asyik juga.

Eh tapiiiii siangan dikit pas lagi nidurin tian di rumah embahnya telepon bunyi. Santosa lagi.

Kali ini mbak nya. Dannnn doi bilang dktr drajatnya gak praktek hari senin. Gw diminta buat daftar aja untuk tanggal 30. Busyettt lama banget. Serius lo?

Gw tanya klo hari itu selain dktr drajat ada lagi yg lain gak? Mbaknya blg ada. Dktr syafwan. Oke mbak kita ke dktr syafwan aja.

Huhuhu bete nih dokter.

Jadilah gw browsing lagi cari dokter onkologi. Dannnn kata si prof google dktr drajatlah jwbn terbaiknya. Aisss ampun dahhhhh.

Panik coy. Gw googling terus. Sampe di blognya orang doi cerita diperiksanya sama dktr syafwan. Dannn doi recomended bgt. Fiuhhhh...

Oke siapin mental ketemu dktr syafwan senin ya.

Meanwhile ini toket kok sakit bgt dan tangan kanan pegel abis ya? Husss don't feel don't feel....

Monday, May 16, 2016

I Feel You

Ini cuman perasaan gw aja ato gimana ya, kok rasanya pd kanan deket ketiak ini jadi berasa sakit. Snut snut snut gitu. Kerasa perih dan panas juga.

Ah sudahlah jangan dirasa jangan dirasa.

Friday, May 13, 2016

Wait for you

Ternyata saudara, konsul ke onkologi tuh gak semudah yang eike pikir bo. Kirain yah model ketemu dokter umum gitu. datang aja terus bisa langung ketemu dan konsul. Yahhh kalao susah-susah juga model milih-milih dokter kandungan gitu. tinggal lihat daftarnya di web rumkit terus telepon dan janjian deh. hahahahahaha life would be so easy for patient. kaga kelesssss.

Berbekal browsing bareng mr rius dan cerita mbak efi, gw milih ketemu dr drajat. doi ini ternyata praktek di Boromeus, melinda dan santosa. luckily 3 rumkit ini juga di cover ama mnc. klo cerita mbak efi sih orangnya komunikatif tapiiiii susah konon ketemunya. secara ya doi itu ketua perhimpunan onkologi. eh nasional ato jabar ya? hahahahaha belum browsing nih.

Jadilah pagi gw telepon santosa. You know, ternyata kalau gw mau ketemu dokter onkologi itu harus janji dulu. gak tiap hari pula. sabtu kosong gak ada jadwal (bagus sih biar gw sama mr rius gak selalu wisata rumkit tiap weekend :) ). Hari jumat ini ada dokternya tapi praktek mulai jam 10 pagi. yaaa kan gw harus ngajar mana lah tega ngbiarin bu een sendirian megang anak-anak. pas gw tanya kira-kira sampe jam berapa si mas pendaftarannya gak bisa mastiin. yaaaahhhh payah lu. oke akhirnya hari jumat ini gak mungkin.

gw tanya kalau dokter drajat kapan? doi bilang hari senin dan kamis tapi sudah full booked. Kalau gw mau baru senin tanggal 23 mei bisa ketemu. Pfufffftttt lama bettttt.....

tapi ya sudahlah gw ambil aja tanggal 23. kali aja ya pas harinya nih tumor tiba-tiba ngilang gitu huahahahahaha you wish girl.....
si yang nerima pendaftarannya bilang ntar gw dikabarin lagi hari sabtu atau hari senin paginya.

oke dokter drajat, i'll wait for you....

Thursday, May 12, 2016

The Judgement Day

Jreng jreng akhirun tiba juga waktu buat mamografi. Berangkatlah bareng mr rius dan tian. Santosa tujuan kita. Rencana gw ke radiologi sekalian bawa tian ketemu soulmatenya dokter iva. Secara ya bo itu bapil gak beres2. Penyakit tian nih gak cukup klo gak pake obatnya dktr iva. Same case kyk dl sama dktr ahmed.
Sampe santosa, atopiloh lupa si gw sama surat pengantar dr dktr maharani. Aduh, mudah2an bisa yaw.
Tapiii ternyata itu amplop ada jg surat buat asuransinya. Hadeuhhhh pusing dah si berbie. Oke klo begono boleh ndak kita mulai dari awal aja. Ke dktr maharani lagi sambil mnt surat pengantar buat radiologi dan asuransi. Boleh ternyata....fiuhhh 
Jadilah si gw ke dktr maharani. Tapiii emang lagi apes ato memang faham sama kegalauan gw, pas di dktr maharani, eh blm nyampe masuk deng. Radiologi tlp. Alat rusak!!! Huaaaa kaga jd deh mamo nya.
Sambil mikir mo gimana kite anter bocah deh ketemu dokter iva. Eh ternyata musti nunggu dokter cantiknya. Yowislah.
Sambil nunggu dokter iva, ngobrol pk wa sm mr rius yg td cmn ngedrop doang. Doi kasih daftar rs rekanan mnc. Gw jg browsing rs yg punya mamo. Eh nemu di boromeus ada program buat cewek and salah satunya program deteksi dini kanker payudara.
Konon dg hanya (hanyaaaa????) 780Rb udh pemeriksaan mamo, cea ama apa gitu satu lagi. Tante kaga ngarti ya cu istilahnya cmn ngarti mamo doang 
Jd lah stlh ktm dktr iva dan sambil nunggu obat tian yg racikan (santosa lelet banget klo soal obat apalagi racikan) gw ama bocah naik angkotlah ke boromeus.
Eh emang yah info soal kanker payudara itu rumit. Boromeus yg konon punya program khusus aja pas gw tanya gmn2nya malah bingung si mbak cs nya. Si gw disuruhlah tanya ke pendaftaran 
Di pendaftaran gw harus cerita lg dari awal. Krn doi ternyata jg gak ngerti gw hrs ketemu sama dktr apa dulu. Fiuhhhh sampeyan yg kerja di rumkit aja mbuh apalagi daku mbakkkk.
Ya sud lah, gw dikasih ke dktr umum. Namanya dktr haryanto. Laki terus udah tua bingits. Aga grogi sih waktu disuruh toples. Tapiii mau gimana lagi
Dokternya ngerti klo gw grogi. Doi manggil susternya buat nemenin kami di dlm. Pas dipegang yg kiri doi langsung bilang, oh iya ada nih. Jreng jrengggg gw kaget. Tapi biasa sok cool aja hahaha.
Giliran yg kiri juga sama. Omigotttt.
Doi kasih gw surat pengantar buat usg mamae. Eh kok usg bukan mamo? Kata doi lbh baik usg gak terlalu sakit. Oh oke gw nurut dah.
Di bagian radiologi ternyata usg padaaaattt bo. Gak jelas katanya dapet jam brp. Waduhhh. Mereka nawarin jam 4 sm dokter yg sore dan itu pasti gw dpt pertama. Ya suwislah yg jam 4 aja.
Akhirnya si gw dan tian balik lagi ke santosa ambil obatnya tian. Sebelumnya makan dan sholat dulu. Yg plg gw syukurin anak ganteng ini tuh baik banget. Gak rewel dan setia nemenin ambunya. Pas balik lagi ke boromeus dari santosa baru deh tiannya ngantuk. Tapi tetep gak pake rewel. Makasih ya cintaaa 
Akhirnya gw di usg jg setelah nunggu lumayan lama. Topless lagi. Dokternya cewe kali ini. Ahhh syukurlah.
PD kanan dulu yg diperiksa. Awalnya dokternya diam aja. Lalu dokternya bilang, ada tumor ya bu. Solid isinya. Dannnn doi nemu 2 biji. Berbatas tegas, solid.
Sumpahhhh kaga tau musti bereaksi apa. Mungkin gw yg udh mulai ketularan mr rius dengan heartless ato krn tian yg ikut masuk dan gak bisa diem yg bikin gw gak bisa mencerna omongan dktr tadi.
Ternyata pd kiri gw jg sama. Tapi yg kiri cmn satu dan isinya cairan. Istilahnya kista. Gw harus bersyukur karsna gak nyampe kena saluran getah bening.
Perjalanan di lanjut dengan nemuin lagi dokter haryanto. Doi bacain hadil usg gw. Doi bilang tumornya jinak. Yg di kiri itu bisa jd dari asi yg g keluar. Mkny jadi kista. Eh bukan karena hormon ya?
Gw tanya lalu berikutnya apa? Doi kayak yang bingung. Yaileh dok klo situ bingung gmn gw???
Akhirnya dktr bilang mo kasih vitamin. Et dah emang pake vitamin bakalan ilang tuh tumor?
Dokternya juga bilang nanti aja kli gw udah mkn ngerasain sakit di payudara baru ktm dokter lagi. Hahahaha sumpehhhh ini saran paling ajaib dah.
Tapi doi akhirnya nulisin saran buat gw ketemu dktr bedah tumor ato onkologi biar pastinya. Ahhh dok gitu napa kasih saran manis dikit.
Gw kasih tau mr rius via wa. Doi jg nanya gw dikasih obat kaga. Kami janjian plg bareng. Secara ya itu udah maghrib. Untungggg banget anak ambunya soleh.
Sambil nunggu mr rius dtg gw beraniin wa mbak bos itu. Sumpehhhh lo gw bergetar pas wa doi hahaha. Dr dl gw emang segan sama doi. Yo wislah gw harus berani!!!!
Doi blg gw musti ktm dokter onkologi. Mbak bos blg klo tumor itu jinak ato gak hanya bisa diketahui dh biopsi. Dannn itu artinya gw mmg musti ketemu onkologi. Mbak bos jg nyaranin gw buat diskusi sama mr rius terutama masalah dana. Asuransi gw cover gak kira2.
Dia jg blg klo jinak pun tumor gw tetep harus diambil.
Oh baiklah. Mari kita siapkan mental lagi klo begitu buat ketemu dokter bedah tumor.
Semangattttt

Wednesday, May 4, 2016

I Don't Have The Heart

Sometimes all you have to do just switch the button or maybe make it stopped. Maybe just maybe by doing it you wont feel so sad or even unhappy.

But hey maybe if i've done with crying, then i done with you.

So, lets be a zombie.....

Sunday, June 8, 2014

Tian, You Had Me At Hello!

Bahagia. Kata itulah yang selama dua tahun ini menghiasi dang melengkapi kehidupan saya dan mr rius. Sejak kehadiran Tian dalam hidup kami, rasanya segalanya menjadi begitu indah dan membahagiakan. Oh iya, pasti ada juga dong masa-masa bete, kurang tidur ataupun masa-masa susah lainnya. Tapi ya semua itu gak ada artinya kalau melihat apa yang kami miliki saat ini bersama Tian.

===================================================
You had me at Hello. Itu kalimat yang paling bisa menggambarkan perasaan saya pada Tian. Sejak pertama kali melihatnyaa di layar monitor USG DSOG, saya langsung jatuh cinta padanya. Meskipun saat itu usia kandungan saya baru 1 bulan dan Tian masih terlihat hanya kantung saja belum berbentuk. Tapi mendengar detakan kehidupan dari rahim saya membuat saya langsung merasa dia selalu dekat dan ada buat saya. Dan itulah yang memang terasa.

Kehamilan Tian di trisemester pertama memang bukanlah hal yang mudah. Saya ngalamain apa yang disebut hyperemesis. Dan itu membuat saya justru kehilangan berat badan sampai 8 kg di awal kehamilan. Muntah dan mual disepanjang waktu jadi keseharian saya. Malahan di bulan pertama saya sampai diultimatum dokter untuk masuk RS karena tak ada sedikitpun makanan yang bisa masuk ke perut saya. Boro-boro masuk. Baru nyampe tenggorokan saja sudah langsung keluar lagi.

Banyak cara saya lakukan untuk membuat makanan berjaya samapai di usus. Mulai dari gak akan pedes sama sekali, minum wedang jahe, menghirup minyak kayu putih samapai menutup rapat-rapat kamar agar bau makanan tidak samapai di hidung saya. Hahahaha.....alhamdulillah sukses gagalnya. Bukan hanya gak bisa makan, melihat makanan saja bikin saya muntah. Padahal hanya di tayangan TV. Seolah-olah bau masakannya tercium sampai di hidung saya. Hadeuhhh....

Obat anti mual dari dokterpun gak mujarab. Meskipun saya suda bergenti-ganti merek obat dengan dosis yang katanya terus ditinggikan. Gak ngaruh.

Awalnya saya yakin ini semua bakalan selesai di trisemester pertama saja. Tapiiiii....sukses tuh berlanjut sampai saat saya mau melahirkan hahahahahaha. Hanya saja keadaan jauh lebih bisa saya kontrol ketimbang di bulan-bulan pertama.

Keberhasilan saya mengendalikan keinginan memuntahkan semua makanan yang masuk sebetulnya seiring sejalan dengan perkenalan saya pada Getle Birth. Perkenalan yang juga secara tidak sengaja terjadi.

Saat itu saya iseng browsing soal melahirkan. Dan saya nemu soal water birth. Cari punya cari saya nemu tuh kalau di Bandung ada jga ternyata yang melayani melahirkan di air ini. Berbekal baca di laman facebook milik provider yang melayani water birth inilah saya meemukan istilah baru. Gentle Birth. Perkenalanpun saya lanjutkan lebih dala dengan membaca tulisannya mas Reza Gunawan dan Dewi Lestari.

Membaca tulisan mereka itu membuat saya menangis. Rasanya kok bahagia banget ya? Rasanya kok indah banget ya?

Sayapun makin rajin membaca soal Gentle Birth. Meskipun banyak temen yang bilang hamil sayakan masih muda kok udah baca soal melahirkannya? Hey...bukannya kalau hamil ujungnya di melahirkan juga?Jadi rasanya sih gak salah. Lagian kemudian saya menemukan banyak hal kalau ternyata Gentle Birth gak melulu soal melahirkannya. Konsep inikan harus dimulai sejak awal. Sejak "mau bikin" malah harusnya hehehehe. Meskipun merasa agak terlambat, tapi saya merasa masih punya banyak kesempatan buat mengejar ketertinggalan soal Gentle Birth ini.

Langkah berikutnya setelah encari banyak referensi soal Gentle Birth adalah mengajak suami saya terutama buat tahu apa dan bagaimana Gentle Birth itu. Mulailah saya mengcopykan banyak bacaan buat Mr. Rius. Mengajaknya berdiskusi hingga mengajaknya ke seminar Gntle Birth yang waktu diadakan di Bandung oleh provider Water Birth yang saya ceritakan di awal tadi. Disanalah saya mulai mengenal Mbak Dyah Pratitasari. Saya juga ketemu sama bidan Tantri dan Bidan Okke. Senangnya bisa belajar banyak hal.

Seiring berjalanya waktu, saya mulai aktif membaca bukunya Bidan Yessie, laman Bidan Kita sampai ikut seminar di Rs Bunda. Saya, Mr Rius dan seorang teman yang hamilnya berengan jadi rajin belajar untuk mempersiapkan yang terbaik buat buah hati kami.

Gentle Birt membuat saya memahami apa maunya "Utun" di perut saya. Saya jadi tahu apa yang dia pengen makan da apa yang tidak. Dengen begitu frekuensi muntah saya jadi berkurang meskipun masih tetap muntah ya hahahaha. Saya juga masih bisa menghadapi dengan tenang situasi ketika air ketuban saya tiba-tiba rembes di bulan ke-8. Padahal saat itu saya hanya tinggal seorang diri di kamar kosan. Oh ya selama hamil saya tinggal sendiria di Jakarta karena Mr Rius tinggal di Bandung. Gentle Birth juga membuat saya "berdamai" dengan keadaan da rasa marah saya pada Tuhan, mamah dan keadaan. Maklum, ini kehamilan pertama saya dan saat itu mamah sudah semakin parah terserang dimentia. Dimentia yang diidap mamah ini membuat mamah tak lagi mampu mendampingi anak-anaknya. Jangankan mendampingi, mengingat anak-anaknyapun sudah tak bisa. Saya baru menyadari kemudian, sebagian emesis saya justru diakibatkan dari rasa amarah saya yang begitu besar pada keadaan ini.

Setiap kali periksa kandungan rasanya iriiiii sekali elihat orang lain yang datang ditemani oleh orang tuanya terutama ibu. Sementara saya? cukup diantar Mr Rius. Eh segitu juga Alhamdulillah ya, masih punya suami siaga hihihihi.

Sampailahsaya di minggu 39 dan utun masih belum enunjukkan tanda-tanda mau ketemu. Cemas? Pastilah. Sementara teman sekantor yang hamilnya berengan malah udah brojol duluan. Saya juga tinggal sendirian di Jakarta jauh dari keluarga dan suami. Akhirnya di minggu ini saya memutuska mengambil cuti melahirkan dan mengemasi segala barang-barang untuk pulang ke Bandung.

Bingung, cemas, takut. Wahhh semua jadi satu deh di masa-masa penantian ini. Berenang, jalan pagi, makan durian, makan rujak ekstra pedas sampai sibuk berbelly dance jadi menu utama selama cuti. Tak ada tanda-tanda utun mau ketemu saya.Ahh rupanya kesabaran saya diuji lagi nih.

Lucunya, saya pernah membujuk Utun buat lahiran di tanggal 6 Juni. Saya pengen banget Utun lahir sama dengan Presiden pertama RI. Tanggal 5 Juni waktnya saya kontrol ke Bidan Okke. Oh ya, sejak hamil minggu ke 37 saya berhenti ketemu DSOG dan saya rajin ketemu bidan. Luunya, saat mau menentukan kira-kira dimana ya saya akan ketemuan dengan Utun, saya dan Mr Rius mendatangi hingga 5 bidan dan 3 Rs Bersalin hahahahahaha. Eh itukan sesuai dengan petunjuk di Gentel Birth. Wawancarai dulu provider anda, cari tahu bagaimaa nanti pelaksanaan hari H nya. Ini juga kami lakukan sesuai dengan Birth Plan yang kami buat. Artinya meskipun kami sudah memilih untuk dibantu Bidan Okke, tapi kalau kenyataannya kami gak jodoh dengan bidan Okke, ya kami harus siap dengan rencana lainnya. Soal Birth Plan juga sudah kami susun dengan mereka yang kami pilih buat membantu kelahiran utun. Termasuk jika ternyata saya harus dioperasi.

Saat kontrol tanggal 4 Juni itu, sambil menunggu waktu kontrol, saya dan Mr Rius naik motor hingga ke Lembang. Huahahahaha ibu hamil tuasenangnya motor-motoran. Gak mual? Di jalan sih enggak. Tapi begitu sampai, ya langsung muntah xixixixi. Begitu samapai dan kami mau sholat, Bidan telepn fan bilang sudah bisa kontrol. Jadilah begitu samapai Lembang kami balik lagi naik motor ke Dago buat kontrol bidan. Ckckkckck......ibu hamil yang aneh.

Namun rupanya masi belum ada tanda bukaan sama sekali. Sedih? Iya dong

Sayapun sadar kemudian dan minta maaf sama utun. Saya yakin utun akan memilih sendiri waktu yang tepat buat ketemuan. Oh ya sedari awal saya sudah pernah bilang sama utun buat kasih tanda kalau mau lahiran. Misalnya nendang saya 3x dan saya bakalan pp ke kamar mandi. Tapi gak tau kenapa kok saya malah lupa ya sama hal ini?

Tanggal 6 Juni, sore hari, saya sengaja jalan kaki ke mini market dekat kompleks rumah. Berjalan kaki tentunya. Perjalanan sejauh 5km itu saya isi dengan ngobrol bareng utun. Biar ah dianggap gak waras karena ngobrol sendiri, yang penting bonding kami kuat hahahaha. Malam harinya hujan turun dengan deras dan membuat harus Mr Rius tidur di rumah orang tuanya sementara saya tidur di rumah orang tua saya. Sepanjang malam saya gak bisa tidur. Bolak balik ke kamar mandi. Pengen BAB. Herannya kok keluarnya cuman sedikit-sedikit ya? Padahal mulesnya banget. Jam 2 pagi tanggal 7 Juni saya baru sadar. Alamak janga-jangan ini tanda-tanda cinta dari Utun. Soalnya, sore hari saya juga sempet nemuin flek di celana meski hanya sedikit sekali. Saat itu saya abaika saja pertanda itu. Sayapun telepon Mr Rius dan bilang kayaknya besok musti ketemu bidan lagi deh. Mulas dan ada flek.

Pagi hari Mr Rius datang. Dan mulasnya makin menjadi. Siang hari saat kontrol ternyata benar, saya sudah bukaa 2. Ahhh senangnya. Meskipun sadarbelum tentu juga bisa ketemu epat. Tapi saya optimis segera ketemu Utun.

Sambil menunggu waktu, saya dan Mr Rius denga diantar teteh dan suaminya serta ponakan jalan-jalan sepanjang Pasteur hingga Antapani Bandung. Tadinya mau pulang dulu tapi rupanya Gelombang cinta Utun makin besar dan teteh menyarankan buat menunggu di tempat bidan aja. Jadilah saya sudah mondok dari ja 4 sore di tempat bersalin. Dan sudah bukaan 4.

Dengan kamar bersalin yang cukup cozy, didampingi keluarga bahkan ponakan yang baru berumur 1,5 tahun saya menyambut waktu kedatangan utun. Di tengah gelombang cinta yang makin terasa, saya masih sempat tertidur. Sakit? Hemmm iya sih tapi bidan dan mr rius terus mengingatkan buat nafas dan tenang. Mungkin karena ada musik pegiring dari Richard Clayderman dan The Beatles, rasa sakitnya menjadi jauhhh berkurang. Rupanya utun juga gak sabar ketemu ambunya. Maka bukaan komplitpun sudah terjadi pas jam 12 malam. Kira-kira sih bukaan yang saya alami terjadi setiap sejam.Crowning pertama utun saya melihat rambutnya yang lebat dan hitam. Haduhhhh jadi gak sabar xixixixixixi.

Lucunya pas bukaannya komplit, saya malaham enggak pengen lagi tuh buat mengejan hehehehe. Sampai kemudian akhirnya tepat pukul 00.30 pagi tanggal 8 Juni 2012 utun pun meluncur dan lansung di simpan di dada dan dekapan saya.

Hai handsome. It's mom. Ini Ambu sayang dan itu Abi.
Tian sesaat setelah dilahirkan


Senang, lelah, bahagia dan semuaaaaaa rasa tumplek jadi satu. Saking sibuknya memandangi tian dan memulai proses IMD, saya samapai gak ngerasain waktu bidan harus menjahit. Iya, saya masih harus dijahit juga meski hanya 2 gak gak terlalu panjang. Tak mengapa lah yang penting Tian lahir dengan sehat dan selamat.

Utun lahir pada saat pila Eropa dimulai. Itu sebabnya kami memberinya nama Bastian. Yah sedikit seperti Bastian Schweinsteiger, pemai bola asal Jerman.

Kami memilih proses burning cod saat melepaskan Tian dari kakak plasenta. Proses burning dilakukan setelah 10 jam kelahiran Tian.
kakak plasenta


===========================================

Saya tahu banyak hal yang tidak sempurna dari proses kelahira Tian kalau dilihat dari metoda Gentle Birth. Saya masih mengejan, saya juga masih mengalami sobekan. Tapiii itu suda cukup. Gentle Birth bagi saya membuat saya memahmi apa arti tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh saya. Apakah ia menolak atau menginginkan sesuatu.Gentle Birth juga membuat saya jauh lebi bersabar. Dan sungguh ilmu itu terpakai samapai saat ini. Meski terkadang saya kesal dan marah pada Tian, namun saya segera sadar kalau pasti ada sesuatu yang mungkin diinginkan Tian yang saya gak mengerti. Gentele Birth membuat saya mampu memahami, meski gak selalu, apa mau Tian.

Saya ingat, saat pulang dari tempat bersalin, 52 jam setelah kelahirannya, Tian menangis terus. Disusui gak mau. Digendong tetap menangis. Sayapun panik. Semua keluarga yang saat itu menengok ke rumah mengajukan pemikiran mereka masing-masing. Ahhhh riweuh bin ribet deh semua. Samapai pusing dan membuat saya down. Sayapun menangis. Haduhhh baby blues nih pikiran saya. Tapi saya ingat kemudian hal yang biasa saya lakukan saat hamil setiap kali saya mual dan muntah hebat, ngobrol dengan Tian.

Pintu kamar saya kunci. Mr Rius saya minta menggendong Tin. Saya diam sesaat. Menghela nafas panjang. Mengubah pikiran positif menjadi negatif. Saya setel lagu yang biasa saya dengarkan saat melakukan relaksasi dan ngobrol dengan Tian. Tianpun saya gendong kembali. "Ade Tian sayang, maafkan ambu ya nak. Ambu enggak ngerti maunya ade apa samapai ade menangis begini. Ambu sayang sekali sama ade. Ini pertama kalinya ambu jadi ibu. Ade juga pertama kalinyakan jadi anak dan lahir ke dunia? Nah gimana kalau kita sama-sama belajar? Ambu belajar ngerti apa maunya ade dan ade belajar mengerti ambu yang masih kaku. Yuk sayang. Bisakan? Pelan-pelan ya kasih tahu ambu apa maunya ade."

Ajaib, tangis Tian pun reda. Saya bisa menyusui Tian kembali. Baru beberapa menit kemudian saya sadar ternyata Tian gak suka dengan puting kiri saya. Rupanya puting kiri saya kurang panjang dan enak di lidahnya dibandingkan yang kanan. Sayapun tidak memaksakan Tian menyusu dari Pd Kiri. Untuk bisa menyusui denga PD Kiri, setiap kali hendak menyusui saya harus memompa dulu putingnya hingga lebih berbentuk seperti puting PD Kanan.Kemampuan membaca apa yang diinginkan bayi inilah hasil nyata Getle Birth bagi saya.

Oh ya, saya ingat saat seminar Gentle Birth di Bandung, ada seorang ibu yang bertanya apakah benar bayi Gentle Birth itu gak bikin ibu bapaknya begadang? Saat itu mbak Prita bilang, iya.Entah gimana kok saat itu saya merasa kita sebagai orang tua kok egois ya hahahaha. Kesannya pengen enaknya aja sampai gak mau juga kebagian begadang. Padahal dede bayikan punya jam biologisnya sendiri yang gak bisa diatur semaunya sama orang tuanya? Atau barangkali baby punya keinginan yang gak dimengerti oleh orang tuanya.

Saya paham bahwa proses kelahiran Tian masih jauh dari Gentle Birth. Tapi bagi saya, Gentle Birth sudah mengajarkan saya untuk lebih bisa paham bagimana menghadapi kehamilan, proses melahirkan dan sesudahnya. Tian kini sudah tumbuh besar. Meski tubuhnya tidak gemuk bahkan cenderung kurus, Tian sanagat aktif dan cerdas. Dia sudah bisa berjalan di umur 9 bulan. Hafal lebih dari 20 lagu-lagu anak dan surat Al Fatihah di usia 22 bulan dan yang jelas yang mebuat saya bangga adalah Tian selalu bisa menghibur saya di kala saya sedih. Beberapa kali saat setelah sholat saya menangis, Tian langsung memeluk dan mengelus punggung saya. Ahhhh terima kasih Tuhan. Malaikat mu suda turun di rumah kami.