oke saya tahu, saya bukanlah seorang ekonom handal yang bisa menjabarkan dengan fasihnya soal hitung2an makro dan mikro ekonomi. itu sebabnya di masa sma dulu saya lebih memilih bergelung dengan rumus kimia dan fisika meski saya benci setengah mati dengan fisika. bukan apa2, saya sengaja menceburkan diri di limbah berasap bernama kelas ipa hanya karena saya tak pernah suka dan punya prestasi bagus di ekonomi dan akuntansi. seumur2 nilai saya nggak jauh dari 5 dan 4 buat ulangan harian akuntansi. itu sebabnya saya shock berat saat guru saya suatu saat tampaknya khilaf dan memberi saya nilai 8 buat ulangan akuntansi. itu soal akuntansi. setali tujuh uang deh sama ekonomi. kalau yang ini lebih karena guru ekonomi saya ajaib habis. kami selalu disuruhnya membeli lks yang dibuatnya sendiri dan nilai kami hanya berdasarkan lks itu saja. see, why should i love those thing, right?
saya juga bukan seorang politikus handal yang bisa membalik segala hal demi meraih apa yang saya mau atau demi kekuasaan yang saya inginkan. oke memang saya kuliah di fakultas politik tapi itu nggak berarti saya tahu banget segala hal macam apa dan bagaimana itu kekuasaan dan cara memperolehnya. sejujurnya saya juga enggak ngerti kok bisa ya saya lulus dengan nilai nyaris sempurna. sepertinya jawaban ini lebih mudah kalau saya bilang kerjasama yang bagus teman2 sekelas. maksudnya ituloh kalau lagi uts atau uas. kami punya kesempatan buat diskusi kira2 jawaban paling bagus itu apa saat ujian hihihi.
2 hal ini jelas rasanya jadi pegangan ketika mau menceburkan diri ke dalam limbah yang bernama kerja jurnalistik. at least ini berguna untuk tahu apa dan bagaimana sih kebijakan ekonomi pemerintah dibuat. di tengah berbagai pro dan kontranya kenaikan bbm, kok rasanya kita memang (baca: sebagai jurnalis) harus tahu setiap alasan yang mendampingi segala putusan. agaknya inilah yang engga nyampe di otak saya saat sekarang pemerintah lagi rajin2nya meyakinkan kalau kenaikan harga bbm adalah harga mati.
oke saya tahu pasti harga minyak mentah dunia saat ini sedang melambung tinggi. indonesia meskipun pernah bergabung dengan komunitas negara pengekspor dan penghasil minyak, tidak benar2 mengelola minyaknya sendiri dan hasilnya kita tetap saja impor. saya juga ngerti kalau bbm yang dijual sekarang (di indonesia) itu harganya paling murah. akhirnya banyak deh yang melakukan penimbunan terus buat dijual lagi ke luar negeri. saya juga tahu karena harga bbm yang murah bikin orang2 denga mudahnya membeli kendaraan pribadi dan meninggalkan angkutan umum. akibatnya? jalanan macet, kecelakaan lalu lintas makin banyak dan yang nggak kalah pentingnya adalah pencemaran udara. saya juga faham banget kok bbm yang dijual murah itu sebagainnya ditalangin sama pemerintah yang disebut subsidi. subsidi ini akhirnya sayangnya juga dinikmati sama mereka yang seharusnya enggak menikmati. lha wong mereka bisa kok beli mobil seharga 200 juta lebih sampe bermilyaran rupiah terus mereka ikutan make bbm subsidian. kok kayaknya enggak gimana gitu ya. saya faham banget dan ngerti banget soal semua itu. dan itulah segala argumen yang dipake oleh pemerintah terlepas dari rezim manapun untuk menghalalkan kebijakannya untuk menaikkan bbm.
meski tahu segala macam argumen ini dan secara tidak langsung mengiyakan kok ya saya masih belum setuju banget ya bbm ini mustinya naik atau engga. tapi lagi2 saya nggak bisa mengemukakan argumen yang jauh lebih baik daripada para ekonom atau politikus yang wara wiri di tipi ataupun di kantor saya.
saya tahu negara perlu memotong subsidi bbm untuk bisa mengalihkannya ke tempat lain. tentu dengan dalih menolong masyarakat miskin. tapi rasanya saya juga sepakat kok sama salah satu ekonom (yang sayangnya saya lupa namanya :) ) kalau iya bbm itu termasuk barang yang dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. artinya orang kaya juga boleh dong menikmati subsidi. toh mereka juga rakyat negara ini yang berhak juga mendapatkan treatment dari negara berupa subsidi. lalu saya juga agak sedikit keberatan kalau kemudian subsidian ini dialihkan ke bentuk pemberian uang tunai. satu, ini bisa diklaim sebagai kerja partai. woyyy 2014 sebentar lagi dong. dan ingat pengalaman pemilu kemarin? partainya pak beye kan menang mutllak gara2 itu. kedua, kok ya gimana ya rasanya bagi2 uang buat rakyat secara cuma2. makin malaslah orang2 negeri ini. ketika tidak ada uang yang dibagi2 saja angka peminta2 sudah sedmikian fantastisnya apalagi setelah ada uang tunai yang dibagikan? ini artinya negara lebih suka menyuapi rakyatnya mulut ke mulut dan bukannya mencoba memberikan kail untuk mereka usaha. fiuhhhh....enggak enah bangetkan? saya juga keberatan kalau bbm naik dengan banyak alasan lainnya. jelaslah sebagai negara pelatah, semua harga bakalan naik. mau ada hubungannya sama bbm mau enggak semua akan serta merta menaikkan harga. kalau sudah begini gaji saya yang nggak seberapa itu harus makin bertarung keras dengan kebutuhan hidup sehari2. itu soal latah. belum lagi kok rasanya daripada naikkan bbm, ada banyak jalan lain yang bisa ditempuh. misalnya efiseinsi anggaran. ituloh gedung dpr aja bikin toilet butuh dana 400 milyar. belum kursi kerjanya. belum ruangan badan anggaran. daripada begitu kan lebih baik buat subsidian bbm? atau bisa saja seperti lagi2 kata pengamat ekonomi. buat dong instalasi minyak yang lengkap di indonesia. msalahnya biarpun kita punya minyak mentah tapi kita enggak punya tempat pengolahannya. jadinya minyak mentah kita musti di keluar negeriin dulu biar bisa jadi minyak yang siap pakai. what is wrong with you guys? masa iya kita harus muter dulu buat nyampe ke roma?
oke dengan segala pro kontra yang saya pahami dengan keterbatasan saya itu. saya kebagian order membuat iklan layanan masyarakat yang datang dari kementrian yang juga menterinya jadi mentri paling ajaib sedunia (menteri negara lain aja enggak ada bo yang kayak satu orang ini hihihihi).isi iklannya sih adalah seruan agar masyarakat tahu dan mendukung kenaikan bbm. sumpah, saya bingung harus menulis skripnya seperti apa. saya engga tahu apa yang bisa saya katakan buat mmeyakinkan orang bahwa kebijakan ini bener sementara hati nurani dan otak saya bilang ini enggak bener. huaaaaa pertarunganpun terjadi. antara nurani dan kebutuhan.
jelas dong. hati saya menolak kebijakan ini. tapi saya tahu kantor saya yang saya dapat gaji tiap bulannya butuh uang dari kementrian ini buat membayar gaji karyawannya (termasuk saya juga tentunya). dudududud dilema banget. huks huks huks saya beneran enggak tahu musti gimana. sementara deadline iklan makin dekat. 5 sekaligus harus jadi semua.
nama saya dan kantor tentu jadi taruhannya. tapi kok ya hati saya juga ikutan jadi taruhannya. oke baiklah saya kali ini kalah dan ikut kebutuhan dompet saya untuk diisi ulang daripada mengikuti nurani saya. maafkan saya wahai dikau integritas. saya hanya mencoba profesional.....hukssss
==================================
*perasaan saya makin kacau setelah bbm enggak jadi naik setelah demo besar-besaran 30 maret ini. tapi DPR dan pemerintah sepakat buat menyetujui UU APBN-P. ada pasal 7 ayat 6b yang bilang kalau pemerintah bisa meniakkan harga subsidi bbm jika harga minyak mentah indonesia lebih dari 15% dari ketentuan yang dipatok di uu ini sebesar $105. masalahnya harga saat ketok palu aja sudah 13,5% lebih tinggi dari harga patokan. dan di luar itu kok rasanya makin melanggar uud 1945 y? halah....tapi yang terparah adalah saya juga harus membuat iklan soal pasal 7 ini yang tidak saya setujui banget. oh tuhan lindungi saya dan nurani ini.......
Showing posts with label financial. Show all posts
Showing posts with label financial. Show all posts
Friday, March 30, 2012
Tuesday, January 10, 2012
sophaholic
engga kok saya gak akan lagi ngebahas buku best seller punya sophie keller yang menjual cerita gimana gilanya seorang perempuan kalau untuk urusan belanja. buku yang kemudian dibuat film layar lebarnya sekaligus kemudian juga dibuat film berseri tv nya. beneran engga bakalan ngebahas itu semua. sophaholic yang mau saya bicarakan lebih ke compulsive shopping atau compulsive buying disorder.
urusan belanja belanji memang kadang jadi hal sepele tapi kadang malah jadi lebih dari sekedar sepele. gimana engga kalau kemudian sebuah penelitian di inggris menyatakan 2-10 persen orang dewasa cenderung senang berbelanja. pada perempuan, kecenderungan ini meningkat 9 kali lebih besar daripada lelaki. kalau sudah begini artinya bisa jadi kemudian pasaknya lebih besar dong dari tiangnya?
sebenarnya sih saya ngerasa bukan bagian dari komunitas itu ya. bukan apaapa, gak banyak uang di dompet yang bisa saya habiskan dengan mudahnya. itu satu. lainnya saya juga saya gak ngerti banget soal fashion. hihihi bolehlah dibilang untuk urusan model pakain atau gaya berpakaian saya jauh mundur dibandingkan banyak perempuan. di masa lalu malah saya sering dikomplain sama orang dekat saya garagara dibilang saya gak modis. hmmmm.....waktu itu sih aga sedikit gak enak tapi saya juga gak terlalu peduli. istilahnya saya lebih suka mentingin apa yang ada di dalam ketimbang yang di luaran. gak mau jugakan tampil modis abisabisan tapi kepala sama hati gak ada isinya? sekalian aja jalan bareng sama manekin. modis, keren, cantik tapi gak ada isi dalemnya. mungkin karena saya gak banyak ngerti soal urusan busana dan temannya ini jadilah saya gak terlalu gemar belanja. alias bukan sophaholic. malah kadang saya merasa terintimidasi setiap kali ada agenda buat belanja misalnya kalau mau lebaran. banyak yang gak ngeh aja kalau udah begini saya suka kringet dingin. samapai sekarang ini masih berlanjut. bahkan sekarang saya malahan sering merasa mual kalau berada di pusat perbelanjaan. bawaan orok kali ya? xixixixixi.
saya juga gak banyak tau soal model baju terkini dan merekmereknya yang terkenal itu. yang ada sih saya cuman bisa ngurut dada kalau udah denger ada satu butik yang ngejual baju seharga 500rb samape 1jtan. gak kebayang aja gitu. saking noraknya saya nih saya baru tahu merekmerek tenar model esprit, guess samapai zara ya dari kakak perempuan saya yang emang selera soal pakaian jauh dibanding saya. cuman biasa dong biar gak dibilang gak tau banget jadilah saya rajin melirik majalah dewasa punya beliauwati (sekalian lihat bonus kamasutranya sih hihihi). barulah saya ngerti banyak banget merekmerek tenar dengan jualan baju diatas ratarata penghasilan saya. gilaaaa ada ya gitu jaket yang harganya 750rb!! tepok jidat dulu deh. lalu ada celana jeans dengan harga 800rb. padahal sumpah deh di pasar baru bandung saya pernah lihat replikaannya. persis sama.
kekagetan saya gak berhenti disana. yang bikin tambah sakit jantung adalah ternyata kemudian butikbutik tenar itu ramai dikunjungi para perempuan fashionista. bahkan kemudian sold out semua! keren? engga tau deh musti bilang apa. awalnya saya pikir pasti yang belanja para esmud dengan pendapatan di atas 10jt sebulanya. mereka yang gak harus mikir lagi besok makan apa ya? masih cukup duitnya engga ya samapai gajian ntar? atau mereka yang kalau mau refreshing cukup terbang dan belanja (lagi) di singapura.
postulat saya ternyata kemudian terbantahkan saat kemudian saya mulai masuk kantor ini. mau tau kenapa? dimulai dari kisah bekas bos saya di radio hijau. saya sering memperhatikan tastas belanjaan di mejanya. semuanya berasal dari butikbutik kondang nan mentereng yang adanya di pusat perbelanjaan yang tepat berada di jantung ibukota. apalagi selaian grand indonesia. saya pernah sih sekali mampir ke grand indonesia. itu juga bukan dalam rangka belanja tapi ketemuan sama bekas bos di mara dulu waktu saya mau gabung di radio jerman. dan bisa ditebak dong saya yang ditraktirnya makan disana. lain dari itu entah kenapa saya kok anti banget ya masuk ke pusat belanja ini? entahlah mungkin karen saya sadar diri. saya gak punya banyak uang buat dihabiskan disana atau mungkin karena saya sadar saya gak ngerti soal model baju jadi berasa cupu banget.
oke kembali ke soal bekas bos saya itu. saya lihat banyak baju, celana, dan jaket punyanya yang berasal dari butikbutik itu. kesukaannya nomer satu adalah belanja di zara. wah saya pikir sih awalnya pasti karena gajinya yang besar banget. beda sama saya yang masih kroco dan anak bawang. tapi lagilagi saya salah. terutama setelah saya baca tulisannya di blog pribadinya ataupun di jejaring pertemanan. ternyata ya sama aja sama saya. nasib gaji 10 digit yang artinya sesudah tanggal 10 bingung nyari kemana lagi buat menutupi sisa bulan.
jadi kok bisa punya barangbarang begitu? ternyata jawabannya adalah: nekad!!!
pokoknya seringsering windowshopping. keluar masuk toko sambil lihatlihat barang baru keluaran toko/butik idaman. kalau lihat harganya masih selangit ya sudah habiskan hari dengan misuhmisuh. terus begitu. samapai kemudian nemu celah buat ngebeli barang yang dimau.
cerita gak berakhir hanya samapai bekas bos saya. salah satu teman reporter pun bertingkah yang sama. yang ini lebih gawatnya bermodal uang pinjaman dari temanteman sesama reporter. dan yang gilanya dia gak peduli gak punya uang buat makan yang penting bisa beli barang yang dimaui. suatu hari saya dan beberapa teman reporter makan siang. teman yang kita sebut i ini ceritalah barang apa aja yang dia punyai. ternyata celana jeans merah yang dia punya itu dia beli di zara seharga hampir 1jt rupiah!!! wow. saya dan quina-salahsatu reporter-langsung kaget. quina yang emang rock n roll banget gayanya terus bilang merek apaan sih itu zara? (see ternyata bukan saya aja yang buta dunia mode). sementara saya dengan isengnya cuman bilang "celana semahal itu tetep aja dipakenya di bawahkan? dipantatin."
huahahahaha gaya saya udah kayak dai kondang yang rajin pake sorban di kepalanya itu aja ya? dan teman saya itu cuman bisa menyalak dan bilang ya gitu dong mba. huahahaha what everlah. tapi beneran saya cuman bisa melongo dan berakhir dengan mengelus dada buat yang rela merogoh kocek demi sebutan sebagai fashionista.oke deh kalau begitu sih saya memang bukan golongan ini. karena jelas saya gak tau soal fashion tapi....saya juga gak nista tuh xixixixixi.
urusan belanja belanji memang kadang jadi hal sepele tapi kadang malah jadi lebih dari sekedar sepele. gimana engga kalau kemudian sebuah penelitian di inggris menyatakan 2-10 persen orang dewasa cenderung senang berbelanja. pada perempuan, kecenderungan ini meningkat 9 kali lebih besar daripada lelaki. kalau sudah begini artinya bisa jadi kemudian pasaknya lebih besar dong dari tiangnya?
sebenarnya sih saya ngerasa bukan bagian dari komunitas itu ya. bukan apaapa, gak banyak uang di dompet yang bisa saya habiskan dengan mudahnya. itu satu. lainnya saya juga saya gak ngerti banget soal fashion. hihihi bolehlah dibilang untuk urusan model pakain atau gaya berpakaian saya jauh mundur dibandingkan banyak perempuan. di masa lalu malah saya sering dikomplain sama orang dekat saya garagara dibilang saya gak modis. hmmmm.....waktu itu sih aga sedikit gak enak tapi saya juga gak terlalu peduli. istilahnya saya lebih suka mentingin apa yang ada di dalam ketimbang yang di luaran. gak mau jugakan tampil modis abisabisan tapi kepala sama hati gak ada isinya? sekalian aja jalan bareng sama manekin. modis, keren, cantik tapi gak ada isi dalemnya. mungkin karena saya gak banyak ngerti soal urusan busana dan temannya ini jadilah saya gak terlalu gemar belanja. alias bukan sophaholic. malah kadang saya merasa terintimidasi setiap kali ada agenda buat belanja misalnya kalau mau lebaran. banyak yang gak ngeh aja kalau udah begini saya suka kringet dingin. samapai sekarang ini masih berlanjut. bahkan sekarang saya malahan sering merasa mual kalau berada di pusat perbelanjaan. bawaan orok kali ya? xixixixixi.
saya juga gak banyak tau soal model baju terkini dan merekmereknya yang terkenal itu. yang ada sih saya cuman bisa ngurut dada kalau udah denger ada satu butik yang ngejual baju seharga 500rb samape 1jtan. gak kebayang aja gitu. saking noraknya saya nih saya baru tahu merekmerek tenar model esprit, guess samapai zara ya dari kakak perempuan saya yang emang selera soal pakaian jauh dibanding saya. cuman biasa dong biar gak dibilang gak tau banget jadilah saya rajin melirik majalah dewasa punya beliauwati (sekalian lihat bonus kamasutranya sih hihihi). barulah saya ngerti banyak banget merekmerek tenar dengan jualan baju diatas ratarata penghasilan saya. gilaaaa ada ya gitu jaket yang harganya 750rb!! tepok jidat dulu deh. lalu ada celana jeans dengan harga 800rb. padahal sumpah deh di pasar baru bandung saya pernah lihat replikaannya. persis sama.
kekagetan saya gak berhenti disana. yang bikin tambah sakit jantung adalah ternyata kemudian butikbutik tenar itu ramai dikunjungi para perempuan fashionista. bahkan kemudian sold out semua! keren? engga tau deh musti bilang apa. awalnya saya pikir pasti yang belanja para esmud dengan pendapatan di atas 10jt sebulanya. mereka yang gak harus mikir lagi besok makan apa ya? masih cukup duitnya engga ya samapai gajian ntar? atau mereka yang kalau mau refreshing cukup terbang dan belanja (lagi) di singapura.
postulat saya ternyata kemudian terbantahkan saat kemudian saya mulai masuk kantor ini. mau tau kenapa? dimulai dari kisah bekas bos saya di radio hijau. saya sering memperhatikan tastas belanjaan di mejanya. semuanya berasal dari butikbutik kondang nan mentereng yang adanya di pusat perbelanjaan yang tepat berada di jantung ibukota. apalagi selaian grand indonesia. saya pernah sih sekali mampir ke grand indonesia. itu juga bukan dalam rangka belanja tapi ketemuan sama bekas bos di mara dulu waktu saya mau gabung di radio jerman. dan bisa ditebak dong saya yang ditraktirnya makan disana. lain dari itu entah kenapa saya kok anti banget ya masuk ke pusat belanja ini? entahlah mungkin karen saya sadar diri. saya gak punya banyak uang buat dihabiskan disana atau mungkin karena saya sadar saya gak ngerti soal model baju jadi berasa cupu banget.
oke kembali ke soal bekas bos saya itu. saya lihat banyak baju, celana, dan jaket punyanya yang berasal dari butikbutik itu. kesukaannya nomer satu adalah belanja di zara. wah saya pikir sih awalnya pasti karena gajinya yang besar banget. beda sama saya yang masih kroco dan anak bawang. tapi lagilagi saya salah. terutama setelah saya baca tulisannya di blog pribadinya ataupun di jejaring pertemanan. ternyata ya sama aja sama saya. nasib gaji 10 digit yang artinya sesudah tanggal 10 bingung nyari kemana lagi buat menutupi sisa bulan.
jadi kok bisa punya barangbarang begitu? ternyata jawabannya adalah: nekad!!!
pokoknya seringsering windowshopping. keluar masuk toko sambil lihatlihat barang baru keluaran toko/butik idaman. kalau lihat harganya masih selangit ya sudah habiskan hari dengan misuhmisuh. terus begitu. samapai kemudian nemu celah buat ngebeli barang yang dimau.
cerita gak berakhir hanya samapai bekas bos saya. salah satu teman reporter pun bertingkah yang sama. yang ini lebih gawatnya bermodal uang pinjaman dari temanteman sesama reporter. dan yang gilanya dia gak peduli gak punya uang buat makan yang penting bisa beli barang yang dimaui. suatu hari saya dan beberapa teman reporter makan siang. teman yang kita sebut i ini ceritalah barang apa aja yang dia punyai. ternyata celana jeans merah yang dia punya itu dia beli di zara seharga hampir 1jt rupiah!!! wow. saya dan quina-salahsatu reporter-langsung kaget. quina yang emang rock n roll banget gayanya terus bilang merek apaan sih itu zara? (see ternyata bukan saya aja yang buta dunia mode). sementara saya dengan isengnya cuman bilang "celana semahal itu tetep aja dipakenya di bawahkan? dipantatin."
huahahahaha gaya saya udah kayak dai kondang yang rajin pake sorban di kepalanya itu aja ya? dan teman saya itu cuman bisa menyalak dan bilang ya gitu dong mba. huahahaha what everlah. tapi beneran saya cuman bisa melongo dan berakhir dengan mengelus dada buat yang rela merogoh kocek demi sebutan sebagai fashionista.oke deh kalau begitu sih saya memang bukan golongan ini. karena jelas saya gak tau soal fashion tapi....saya juga gak nista tuh xixixixixi.
In the wintertime. Keep your feet warm. But keep your clothes on and don't forget me
Keep the memories. But keep your powder dry too -- don't forget me, marcy gray from ost confessions of an sophaholic
Monday, September 19, 2011
nol ke minus
sebagai anak kost saya punya hobi tiap harinya mendengarkan radio. ga tau ya somehow i love the audio more than the visual. jadi ya gitu mood boosternya saya ya mendengarkan radio. jadilah setiap pagi begitu bangun radio duluan yang dituju. malam mau tidur radio juga gak lupa buat nemenin tidur. malah kadang alaram buat saya sholat malam adalah saat radionya mati siarannya alias udah abis jam siarnya.
singkat kata singkat cerita, saya lagi suka dengerin female radio. bukan karena siarannya buat perempuan ya. sama sekali gak ada maksud buat sara. hanya kalau pagi hari saya lebih ngerasa comfort denger female ketimbang radio lainnya. kenapa? radio lain perasaan cuman jual hura hura gak tentu. gak ada isisnya kalau bahasa saya sama mr rius. contohnya nih radionya mnc group, v radio. biar yang siarannya indy barends sama erwin parengkuan ihh amitamit deh. ketawa gak jelas, gak ada isinya, penyiarnya sibuk cerita sendiri. jadilah gak berasa nambah ilmu. saya coba bertahan denger radio ini karena laguya yang oke. tapi kok ya lamalama jadi makain gatel telinga. dari mulai itu tadi penyiarnya yang gak mutu sampe ke lagunya yang jadi lagu ajibajib gitu. huaaa diluar selera. maka dengan penuh kesadaran sayapun beralih ke lain hati. coba deh denger female. oke ternyata. lumayanlah. banyak segmentnya yang oke. dari soal parenting samapai soal financial.
tapi ternyata masalah saya gak berhenti disitu.
hehehe saya dan nafsu sebagai manusia ya emang susah. but oke i tell you my problem.
seperti yang tadi saya bilang siaran paginya female radio salah satu segmentnya adalah masalah financial. jadi pendengarnya female tinggal kirim datadata keuangnnya terus diliat financial check up nya sama aidil akbar . potonganpotongan obrolan ini terus menerus diputer bahkan diluar jam siar your morning coffe (nama acara pagi hari itu-red). nah itu dia. masalah saya muncul disini. gimana?
ceritanya nih ada seorang lakilaki berusia 35 taun. punya 2 anak. istri bekerja dengan gaji 5 juta. gaji suami 8jt. tabungan di bank 50juta. punya usaha. dan sisanya saya gak ingat lagi. tau apa yang dibilang sama financial advisor ini? gak sehat!!! mak jan. dia bilang keuangannya gak sehat. garagara rasio likuiditasnya hanya 0 koma berapa persen gitu deh. katanya kalau mau sehat dia harus punya simpanan di bank yang siap ditarik itu 100 juta!!! omigod. serius lo?
itu baru satu. kali lainnya saya disuguhi lagi cerita yang hampir mirip. intinya sih dengan penghasilan dia sekian juta dengan tanpa tagungan maka dia harus punya tabungan sekian ratus juta di bank yang siap buat di tarik. belum investasinya. harusnya dia menginvest sekian banyak buat deposito dan sekian buat dana reksa and the bla and the bla....matilah saya mendengar nasihat sang financial advisor ini.
kebanyang sama saya kalau saya yang ngirim datadata. pasti mereka yang ngurut dada. huahahaha sumpah pasti deh. jangankan mereka. saya aja sang empunya data keuangan udah begitu.
bayangin deh gaji saya gak lebih dari 2,5juta. ditambah uang makan dan transport yang kalau saya masuk terus dan gak pake telat dapatlah sekitar 1,1 juta. jadi berapa tuh? 3,6 kurang lebih ya. pengeluaran saya? eh jangan nyampe siru dulu. gaji saya itu harus dipotong buat pajak (damnn benci deh yang satu ini). dana pensiun yang kurang lebih sih 12,5% dari gaji. terus ditambah iuran koperasi, jamsostek. belum lagi kalau saya makan di kedai kantor yang mahalnya gak ketulungan itu. bakalan potong gaji deh tuh. untungnya sih sekarang saya udah gak ikut berenang dan fitness lagi jadi gak ada potongan itu di gaji.
itu baru potongan di gaji ya. ayo kita berhitung pengeluaran.kebetulan kakak saya melahirkan di bulan desember kemarin. jadilah saya mengajukan pinjaman 5 juta ke koperasi. jadi ya gitu gaji saya dipotong 500 ribu selama 1 tahun ini buat bayar cicilan koperasi. lalu saya harus bayar kosan. saya juga harus nyiapin buat zakat (kalau inimah gak pake komplain kok tuhan heheheha). saya juga harus nyisihin buat makan sehari-hari dan tentunya ongkos pulang ke bandung. cuman segitu? ntar dulu. iya saya belum punya anak dan tanggungan tapi gak berarti gak besarkan pengeluaran saya?
sejaka desember 2010 kemarin kakak ipar saya memilih buat berhenti kerja. saya gak ngerti alasannya. berhubung dia punya 2 anak balita yang notabene adalah ponakan saya. jadilah saya merasa bertanggung jawab buat makan mereka. jadilah gaji saya yang minimilis itu saya pakai buat menopang hidup mereka. jajan eping. berobat ade el. makan seminggu yang di rumah. bayar kartu kredit saya yang juga saya belikan buat kebutuhan di rumah jadi jadwal pengeluaran saya.
saya gak punya tabungan. baru setelah menikah ini saya punya. itu juga uang angpao kemarin saat kami menikah. lumayanlah. sisanya? uang saya habis tak bersisa.
benerkan? pasti deh gak bakalan pada mau jadi financial advisor saya hihihi. ya su wislah. saya memang bukan orang kaya. setidaknya sih penghasilan saya didapat dengan cara yang bersih. tapi satu yang bikin saya bersyukur banget. mr rius gak pernah sama sekali mau ngutak ngatik gaji saya. buat dia urusan rumah tangga kami maka itu kewajibannya. walaupun sudah beberapakali saya bilang itu tanggungan kita berdua. tapi mr rius selalu menolak.
oke deh saya memang gak punya tabungan sekian puluh juta di tabungan. rasio likuiditas saya pasti minus. rasio investasi juga pasti sama. gak kenapa. rezekimah punyanya alloh....semuanya juga punyanya alloh...
singkat kata singkat cerita, saya lagi suka dengerin female radio. bukan karena siarannya buat perempuan ya. sama sekali gak ada maksud buat sara. hanya kalau pagi hari saya lebih ngerasa comfort denger female ketimbang radio lainnya. kenapa? radio lain perasaan cuman jual hura hura gak tentu. gak ada isisnya kalau bahasa saya sama mr rius. contohnya nih radionya mnc group, v radio. biar yang siarannya indy barends sama erwin parengkuan ihh amitamit deh. ketawa gak jelas, gak ada isinya, penyiarnya sibuk cerita sendiri. jadilah gak berasa nambah ilmu. saya coba bertahan denger radio ini karena laguya yang oke. tapi kok ya lamalama jadi makain gatel telinga. dari mulai itu tadi penyiarnya yang gak mutu sampe ke lagunya yang jadi lagu ajibajib gitu. huaaa diluar selera. maka dengan penuh kesadaran sayapun beralih ke lain hati. coba deh denger female. oke ternyata. lumayanlah. banyak segmentnya yang oke. dari soal parenting samapai soal financial.
tapi ternyata masalah saya gak berhenti disitu.
hehehe saya dan nafsu sebagai manusia ya emang susah. but oke i tell you my problem.
seperti yang tadi saya bilang siaran paginya female radio salah satu segmentnya adalah masalah financial. jadi pendengarnya female tinggal kirim datadata keuangnnya terus diliat financial check up nya sama aidil akbar . potonganpotongan obrolan ini terus menerus diputer bahkan diluar jam siar your morning coffe (nama acara pagi hari itu-red). nah itu dia. masalah saya muncul disini. gimana?
ceritanya nih ada seorang lakilaki berusia 35 taun. punya 2 anak. istri bekerja dengan gaji 5 juta. gaji suami 8jt. tabungan di bank 50juta. punya usaha. dan sisanya saya gak ingat lagi. tau apa yang dibilang sama financial advisor ini? gak sehat!!! mak jan. dia bilang keuangannya gak sehat. garagara rasio likuiditasnya hanya 0 koma berapa persen gitu deh. katanya kalau mau sehat dia harus punya simpanan di bank yang siap ditarik itu 100 juta!!! omigod. serius lo?
itu baru satu. kali lainnya saya disuguhi lagi cerita yang hampir mirip. intinya sih dengan penghasilan dia sekian juta dengan tanpa tagungan maka dia harus punya tabungan sekian ratus juta di bank yang siap buat di tarik. belum investasinya. harusnya dia menginvest sekian banyak buat deposito dan sekian buat dana reksa and the bla and the bla....matilah saya mendengar nasihat sang financial advisor ini.
kebanyang sama saya kalau saya yang ngirim datadata. pasti mereka yang ngurut dada. huahahaha sumpah pasti deh. jangankan mereka. saya aja sang empunya data keuangan udah begitu.
bayangin deh gaji saya gak lebih dari 2,5juta. ditambah uang makan dan transport yang kalau saya masuk terus dan gak pake telat dapatlah sekitar 1,1 juta. jadi berapa tuh? 3,6 kurang lebih ya. pengeluaran saya? eh jangan nyampe siru dulu. gaji saya itu harus dipotong buat pajak (damnn benci deh yang satu ini). dana pensiun yang kurang lebih sih 12,5% dari gaji. terus ditambah iuran koperasi, jamsostek. belum lagi kalau saya makan di kedai kantor yang mahalnya gak ketulungan itu. bakalan potong gaji deh tuh. untungnya sih sekarang saya udah gak ikut berenang dan fitness lagi jadi gak ada potongan itu di gaji.
itu baru potongan di gaji ya. ayo kita berhitung pengeluaran.kebetulan kakak saya melahirkan di bulan desember kemarin. jadilah saya mengajukan pinjaman 5 juta ke koperasi. jadi ya gitu gaji saya dipotong 500 ribu selama 1 tahun ini buat bayar cicilan koperasi. lalu saya harus bayar kosan. saya juga harus nyiapin buat zakat (kalau inimah gak pake komplain kok tuhan heheheha). saya juga harus nyisihin buat makan sehari-hari dan tentunya ongkos pulang ke bandung. cuman segitu? ntar dulu. iya saya belum punya anak dan tanggungan tapi gak berarti gak besarkan pengeluaran saya?
sejaka desember 2010 kemarin kakak ipar saya memilih buat berhenti kerja. saya gak ngerti alasannya. berhubung dia punya 2 anak balita yang notabene adalah ponakan saya. jadilah saya merasa bertanggung jawab buat makan mereka. jadilah gaji saya yang minimilis itu saya pakai buat menopang hidup mereka. jajan eping. berobat ade el. makan seminggu yang di rumah. bayar kartu kredit saya yang juga saya belikan buat kebutuhan di rumah jadi jadwal pengeluaran saya.
saya gak punya tabungan. baru setelah menikah ini saya punya. itu juga uang angpao kemarin saat kami menikah. lumayanlah. sisanya? uang saya habis tak bersisa.
benerkan? pasti deh gak bakalan pada mau jadi financial advisor saya hihihi. ya su wislah. saya memang bukan orang kaya. setidaknya sih penghasilan saya didapat dengan cara yang bersih. tapi satu yang bikin saya bersyukur banget. mr rius gak pernah sama sekali mau ngutak ngatik gaji saya. buat dia urusan rumah tangga kami maka itu kewajibannya. walaupun sudah beberapakali saya bilang itu tanggungan kita berdua. tapi mr rius selalu menolak.
oke deh saya memang gak punya tabungan sekian puluh juta di tabungan. rasio likuiditas saya pasti minus. rasio investasi juga pasti sama. gak kenapa. rezekimah punyanya alloh....semuanya juga punyanya alloh...
Monday, February 21, 2011
Take and Give?
Kemarin saya baca salah satu tulisannya okke sepatu merah dan saya tiba-tiba ngakak sendiri. Bukan, bukan karena saya merasa tersentil sama tulisannya. lebih karena saya ingat cerita saya sendiri dan beberapa orang teman. oke sebelum makin bingung saya mulai aja ya.
tulisannya sih sederhana soal apakah kalau kita masih dalam status pacar berhak atau engga, suka atau engga, yah yang semacamnyalah buat minta apaapa (baca: matrei) sama pasangan kita. oke sih cerita kalau dia termasuk yang ngerasa harom hukumnya. meski demikian dia bilang sih banyak juga cewe yang ngelakuinnya. As for me?
wait...saya harus merefresh dulu pikiran saya soal minta meminta ini. hmmmm.....kayaknya saya setuju deh sama si empunya tulisan. harom banget deh minta apaapa sama pasangan kita. tapi kalau saya ebih karena saya emang orang yang sangat gengsian hihihi.
saya ingat sama bekas (busyett saya mulai ketularan orang kantor nih yang gak boleh pake kata mantan hehehe) saya, sayagak pernah minta apaapa dari dia selama 13 tahun lebih kami samasama. iya beneran. hadiah ulatahpun saya gak pernah dapat. apalagi hadiah valentine (maklum bo kan orang lagi jatuh cinta). hadiah anniversary juga idem. singkatnya saya gak pernah minta apaapa dari mr jerk. gak barang gak apapun.
mungkin waktu itu saya sadar sepenuhnya kalau mr jerk bukanlah orang dengan ekonomi yang mumpuni buat ngasih apaapa sama saya yang jadi pasangan dia (saat itu). begitu juga saat dia sudah mulai bekerja. saya tetap mempertahankan ego saya buat gak minta apapun sama dia. yah waktu itu sih yang kepikiran mending dia simpen buat bantu ortu atao adiknya. walo kadang hasilnya uang itu dipakai buat ngutak ngatik motor atau keinginan dia buat ngutakngatik kompienya (itupun masih saya bantu juga nambalin kekurangannya).
bukan saya gak mau, tapi saya merasa saya masih bisa buat memnuhi kebutuhan saya (yang untungnya) gak banyak. saya bukan perempuan yang senang window shoping beli barangbarang yang nantinya bakal saya sesali sendiri. saya juga bukan perempuan yang hobi gontaganti gadget. kalau ada guilty pleasure saya hanyalah beli baju dan sepatu senam. cuman itu. tapi saya masih tau diri kok dengan berusaha ngumpulin dulu biar apa yang saya pengen bisa saya beli.
saya ingat mr jerk pernah membelikan saya kalung. ceritanya sih hadiah ultah saya. tapi ya gitu deh, kalung yang kami (saya juga ikut pas beli jadi no suprises) beli di toko asesoris di salah satu pusat perbelanjaan di bandung itu ternyata gak berumur lama ada di leher saya. saya yang selama ini merasa sebagai perempuan berkulit badak (saking tebel dan gak maslahnya) ternyata gak bisa memakainya. leher jadi gatelgatel dan berwarna merah. yah dengan terpaksa setelah dipaksakan buat terus dipakai, saya lepas juga kalung itu. eh tapi ini dia yang beliin loh bukan saya yang minta. banyak sih janji dia pada saya. misalnya nih dia janji buat ngasih saya motor matik buat saya jalanin kegiatan saya (mirisnya dibilang sama dia 2 minggu sebelum saya nemuin fotofoto mesra setengah telanjangnya dengan perempuan itu). ada lagi yang lainnya tapi sudahlah tutup buku.
intinya, saya gak pernah minta banyak sama dia. saya ingat yang selalu saya minta sama dia setiap saat selalu sama. saya mau dia dan saya makin sayang. saya mau kami baikbaik till death do us part. ahhh...manisnya. ternyata satusatunya permintaan saya sama dia malah gak pernah bisa dia kasih ke saya. hmmm....sakit? banget.
banyak temen yang bilang kalau saya setengah bego setengah dodol (woy bedanya apa ya?). bukannya kalau kita berpacaran harusnya ada saling memberi dan menerima? lalu kenapa tampaknya lebih banyak saya yang harus memberi? eh sumpah saya gak terima dibilang bodoh. saya berargumentasi bukannya kalau kita meminta berarti kita gak tulus? yang saya tahu cinta saya tulus buat dia dan keluarganya (gila nih bahasanya xixixi). itu makanya saya bersedia buat berada diurutan sekian kalau sudah menyangkut kasih mengasih dari dia.
"tapi ada hasilnya ga?"
sialan. iya sih. saya tetap aja diselingkuhin sama mr jerk.
habis mau gimana lagi? saya masih tetep perempuan yang egonya tinggi. gengsian.saya masih merasa kalau saya dikasih sesuatu berarti saya hutang sama yang ngasih itu. saya paling anti berhutang apalagi kalau hutang budi. udah banyak conto kejatuhan seseorang hanya karena hutang. baik yang gak mau membayar hutangnya atau yang ditagih hutangnya. jadi, bolehlah saya bilang saya gak berhutang pada mr jerk.
jadi kata kawan saya, pemberian itu --- kalau kau sedang sial--- bisa jadi senjata untuk meribetkan hubunganmu. Kalau kamu semacam orang yang malas ribet, ya jangan minta-minta.
tapi ada juga pendapat lain, ada beberapa yang mengatakan bahwa meminta sesuatu pada pacar tidak masalah, sekaligus untuk menguji sejauh apa pacar mau melakukan sesuatu untuk dirinya.
well, okay. bisa juga. Tapi, kalau saya sih, minta-minta sama pacar, tetap harom hukumnya. (beruntunglah kamu, wahai, pacar saya. *waves*)
Nah sekarang, gimana dengan anda, para Lajang?
One of the things about equality is not just that you be treated equally to a man, but that you treat yourself equally to the way you treat a man.
~Marlo Thoma
tulisannya sih sederhana soal apakah kalau kita masih dalam status pacar berhak atau engga, suka atau engga, yah yang semacamnyalah buat minta apaapa (baca: matrei) sama pasangan kita. oke sih cerita kalau dia termasuk yang ngerasa harom hukumnya. meski demikian dia bilang sih banyak juga cewe yang ngelakuinnya. As for me?
wait...saya harus merefresh dulu pikiran saya soal minta meminta ini. hmmmm.....kayaknya saya setuju deh sama si empunya tulisan. harom banget deh minta apaapa sama pasangan kita. tapi kalau saya ebih karena saya emang orang yang sangat gengsian hihihi.
saya ingat sama bekas (busyett saya mulai ketularan orang kantor nih yang gak boleh pake kata mantan hehehe) saya, sayagak pernah minta apaapa dari dia selama 13 tahun lebih kami samasama. iya beneran. hadiah ulatahpun saya gak pernah dapat. apalagi hadiah valentine (maklum bo kan orang lagi jatuh cinta). hadiah anniversary juga idem. singkatnya saya gak pernah minta apaapa dari mr jerk. gak barang gak apapun.
mungkin waktu itu saya sadar sepenuhnya kalau mr jerk bukanlah orang dengan ekonomi yang mumpuni buat ngasih apaapa sama saya yang jadi pasangan dia (saat itu). begitu juga saat dia sudah mulai bekerja. saya tetap mempertahankan ego saya buat gak minta apapun sama dia. yah waktu itu sih yang kepikiran mending dia simpen buat bantu ortu atao adiknya. walo kadang hasilnya uang itu dipakai buat ngutak ngatik motor atau keinginan dia buat ngutakngatik kompienya (itupun masih saya bantu juga nambalin kekurangannya).
bukan saya gak mau, tapi saya merasa saya masih bisa buat memnuhi kebutuhan saya (yang untungnya) gak banyak. saya bukan perempuan yang senang window shoping beli barangbarang yang nantinya bakal saya sesali sendiri. saya juga bukan perempuan yang hobi gontaganti gadget. kalau ada guilty pleasure saya hanyalah beli baju dan sepatu senam. cuman itu. tapi saya masih tau diri kok dengan berusaha ngumpulin dulu biar apa yang saya pengen bisa saya beli.
saya ingat mr jerk pernah membelikan saya kalung. ceritanya sih hadiah ultah saya. tapi ya gitu deh, kalung yang kami (saya juga ikut pas beli jadi no suprises) beli di toko asesoris di salah satu pusat perbelanjaan di bandung itu ternyata gak berumur lama ada di leher saya. saya yang selama ini merasa sebagai perempuan berkulit badak (saking tebel dan gak maslahnya) ternyata gak bisa memakainya. leher jadi gatelgatel dan berwarna merah. yah dengan terpaksa setelah dipaksakan buat terus dipakai, saya lepas juga kalung itu. eh tapi ini dia yang beliin loh bukan saya yang minta. banyak sih janji dia pada saya. misalnya nih dia janji buat ngasih saya motor matik buat saya jalanin kegiatan saya (mirisnya dibilang sama dia 2 minggu sebelum saya nemuin fotofoto mesra setengah telanjangnya dengan perempuan itu). ada lagi yang lainnya tapi sudahlah tutup buku.
intinya, saya gak pernah minta banyak sama dia. saya ingat yang selalu saya minta sama dia setiap saat selalu sama. saya mau dia dan saya makin sayang. saya mau kami baikbaik till death do us part. ahhh...manisnya. ternyata satusatunya permintaan saya sama dia malah gak pernah bisa dia kasih ke saya. hmmm....sakit? banget.
banyak temen yang bilang kalau saya setengah bego setengah dodol (woy bedanya apa ya?). bukannya kalau kita berpacaran harusnya ada saling memberi dan menerima? lalu kenapa tampaknya lebih banyak saya yang harus memberi? eh sumpah saya gak terima dibilang bodoh. saya berargumentasi bukannya kalau kita meminta berarti kita gak tulus? yang saya tahu cinta saya tulus buat dia dan keluarganya (gila nih bahasanya xixixi). itu makanya saya bersedia buat berada diurutan sekian kalau sudah menyangkut kasih mengasih dari dia.
"tapi ada hasilnya ga?"
sialan. iya sih. saya tetap aja diselingkuhin sama mr jerk.
habis mau gimana lagi? saya masih tetep perempuan yang egonya tinggi. gengsian.saya masih merasa kalau saya dikasih sesuatu berarti saya hutang sama yang ngasih itu. saya paling anti berhutang apalagi kalau hutang budi. udah banyak conto kejatuhan seseorang hanya karena hutang. baik yang gak mau membayar hutangnya atau yang ditagih hutangnya. jadi, bolehlah saya bilang saya gak berhutang pada mr jerk.
jadi kata kawan saya, pemberian itu --- kalau kau sedang sial--- bisa jadi senjata untuk meribetkan hubunganmu. Kalau kamu semacam orang yang malas ribet, ya jangan minta-minta.
tapi ada juga pendapat lain, ada beberapa yang mengatakan bahwa meminta sesuatu pada pacar tidak masalah, sekaligus untuk menguji sejauh apa pacar mau melakukan sesuatu untuk dirinya.
well, okay. bisa juga. Tapi, kalau saya sih, minta-minta sama pacar, tetap harom hukumnya. (beruntunglah kamu, wahai, pacar saya. *waves*)
Nah sekarang, gimana dengan anda, para Lajang?
One of the things about equality is not just that you be treated equally to a man, but that you treat yourself equally to the way you treat a man.
~Marlo Thoma
Monday, February 7, 2011
Hidup itu Ijon
Judul ini saya co-paste dari tulisan mantan bos. Agak geli membaca tulisannya tapi beneran saya juga (dan mungkin banyak orang lainnya) "ngerasanin" banget apa yang di tulis mantan bos saya itu.
Ceritanya sih apalagi sih selain keluh kesah seperti biasanya manusia dengan tingkat kebutuhan bermacam-macam? Yup, saya dan juga mantan bos (juga teman-teman sekantor lainnya-mungkin) termasuk orang yang merasakan kelonggaran pada pernafasan setiap kali kalender sudah menunjukkan angka 26. Bagaimana tidak? Itu berarti tengah malam nanti pundi rekening kami kembali terisi setelah berhari-hari diabiarkan kering tanpa ada sisa sedikitpun oleh si empunya. Tanggal segitu artinya hari bebas dari kantong kering, makan seadanya dan banyak lagi hehehe.
Selain rasa senang, ada juga rasa lain yang ikut. Apalagi sih selain rasa miris mengingat betapa dengan mudahnya rekening tabungan langsung kosong. Yup, secepat kilat angka-angka yang tadinya tertulis dengan sangat mengagumkannya itu berubah menjadi angka nol besar gara-gara beralih pada rekening oarang lain....bayar utang.
Beneran kan hidup adalah ijon?
Saya dan mantan bos ini memang punya kesamaan (selain tentunya perbedaan yang sering bikin kami ribut di kantor dulu). Sama-sama memiliki gaji diatas 10 koma yang artinya selepas tanggal 10 garis kehidupan kami berubah menjadi koma :(
Selepas minggu kedua (yang entah bagaimana kok nyampenya cepet banget), mulailah ketar ketir bagimana seharusnya meneruskan kehidupan.
Mungkin banyak orang yang menilai hidup saya jauuuuhh lebih menyenangkan. Bagaimana tidak, saya masih single dan belum punya tanggungan, ayah yang pensiunan Telkom dan beberapa kebutuhan semisal komunikasi maupun kesehatan sudah ditanggung kantor. Sayangnya sih apa yang dilihat orang belum tentu seperti kejadian sesungguhnya :(
Oke, saya memang belum berkeluarga tapi saya juga punya kewajiban untuk membantu keluarga. Dari mulai membayar si bibik di bandung, uang belanja di rumah sampai membeli beberapa kebutuhan si kecil Eping dan adiknya.Belum lagi kewajiban saya buat bayar kosan dan gak lupa dong jatah makan saya dan mr rius.
Ini sungguh bukanlah suatu penyesalan. Sungguh. Saya bersyukur pada apa yang Tuhan sudah beri pada saya selama ini. Saya selalu percaya semakin banyak yang kita keluarkan terutama buat keluarga dan yang membutuhkan, maka semakin besar pula Ia berikan pada kita. Bolehlah dibilang kalau mau lancar rejeki maka lancarkan juga memberinya. itu sebabnya saya tidak pernah menyesal mengeluarkan banyak sekali dari penghasilan saya buat kebutuhan keluarga. Walau seperti yang dibilang mantan bos saya dan mr rius, bahwa saya harus berpikir logis alias menghitung-hitung antara apa yang saya dapat dengan yang saya keluarkan. Entahlah, saya masih begitu keras kepalanya menganggap bahwa urusan rejeki ga ada kata logis huahahaha....
saya ingat saya dulu punya teori bahwa Tuhan entah bagaimana kalau sudah menetapkan kebutuhan seseorang sejumlah A maka sejumlah itu pulalah rejeki yang diberinya. Terlepas apakah itu berupa uang atau barang. terlepas juga apakah itu berasal dari penghasilan sendiri atau pemberian bahkan pinjaman dari orang. Apa yang kita dapat ya itulah rekeji kita.
Dulu seringkali saya heran-heran sendiri bagimana bisa saya bisa membiayai kehidupan saya sendiri (dan orang-orang di sekitar saya). Saya ingat bagaimana saya masih bisa menikmati beberapa makanan yang enak-enak di beberapa tempat makan di kota Bandung disaat saya sedang jobless. Di saat itu saya juga masih bisa memenuhi kebutuhan mr jerk. Dimulai dari kebutuhan makan sehari-harinya dulu sampai kebutuhan sandang dan tersier dia. Saya ingat dulu ketika masa kuliah, orang tua mr jerk hanya bisa memberikan ia uang bayaran sekolah, maka kebutuhan ia untuk makan dan transportasi somehow bisa saya penuhi. begitu pula saat adik-adiknya ga punya cukup bekal, saya masih bisa memberi mr jerk cukup uang buat bekal adik-adiknya.
Itu baru kebutuhan pokok. Belum lagi kebutuhan lainnya. Misalnya saat ia butuh sekali hp, saya masih bisa memberinya seperti apa yang iamaui. dan ini masih terus berlanjut bahkan saat ia sudah memiliki pekerjaan. Namun saat itu dengan penghasilannya yang tak seberapa itu, yang seringkali ia berikan semuanya pada saya untuk dikelola, saya harus putar otak untuk bisa mencukupi kebutuhannya. Bayar kosan, uang makan, jajan, rokok, transport, ngasih adik-adiknya, ngasih ke ortunya dan jangan lupa perjalanan sebulan sekali ke lembur. Belum lagi kalau salah satu dari mereka jatuh sakit. Sutralah, pengeluaran tiba-tiba banyak sekali. Seakan belum cukup, saat vepy ada beratus-ratus bahkan mungkin berjuta-juta uang harus saya keluarkan dari kocek untuk mendandani vepy biar nyaman untuk digunakan mr jerk. Fiuhhh....
Lihat, banyak sekalikan? Tapi entah bagimana Tuhan selalu bisa memberi saya lebih. Sampai hari inipun saya masih terpukau dengan banyaknya rejeki yang saya dapat yang entah darimana datangnya. Jujur, saya ridho juga memberi semua itu. Anggap sajalah sebagai sedekah.
itu juga yang membuat saya sekarang seringkali merasa "jengah" pada apa yang dilakukan mr rius dengan segala tindakan penghematannya. Hihihi somehow saya merasa bedanya tipis ya antara hemat dan pelit. Tapi saya gak bisa pungkiri saya belajar juga dari mr rius untuk mulai bisa menyisihkan uang (meski agak sulit).
Untungnya sih sampai saat ini saya masih merasa berkecukupan. Dalam artian saya gak perlu berlaku seperti mantan bos atau beberapa orang teman yang setiap tanggal 10 berlalu sudah sibuk kasak kusuk mencari pinjaman untuk menutupi kebutuhan, setidaknya sampai tanggal 26 tiba. Saya gak perlu mengandalkan para pengijon buat meneruskan kehidupan saya, meski kadang bingung juga kok ya pendapatan saya gak seimbang banget sih dengan pengeluaran, kalau diitung-itung di atas kertas.
kalau sudah begini inget juga sama nasihatnya Safir Senduk, "kalau tidak pernah cukup, jangan-jangan bukan karena anda boros, tapi gaji anda yang terlalu kecil"
Yihaaa pak....masa iya saya musti nuntut gaji yang lebih besar? HUHUHU sama impossiblenya dengan saya ngarepin SBY bakal dengan logowo mundur dari jabatannya sekarang kaleeeee. Saya hanya bisa berharap dan percaya kalau Allah tau apa yang saya butuhkan. Allah juga bakal ngasih saya rezeki yang lebih berlimpah dan berkah. saya juga hanya bisa berharap saya diberi Allah rasa cukup, karena hanya dengan rasa cukup itu saya gak bakalan nekat berbuat yang macam-macam demi memenuhi tuntutan kehidupan.
Nah kalau sudah begini, saya mamsih berani gak ya buat memimpikan berumah tangga dan mengadakan acara pernikahan? hueeee zaman sekarang gitu loh, semua-semua dihargai sangat tinggi dududududu
Ceritanya sih apalagi sih selain keluh kesah seperti biasanya manusia dengan tingkat kebutuhan bermacam-macam? Yup, saya dan juga mantan bos (juga teman-teman sekantor lainnya-mungkin) termasuk orang yang merasakan kelonggaran pada pernafasan setiap kali kalender sudah menunjukkan angka 26. Bagaimana tidak? Itu berarti tengah malam nanti pundi rekening kami kembali terisi setelah berhari-hari diabiarkan kering tanpa ada sisa sedikitpun oleh si empunya. Tanggal segitu artinya hari bebas dari kantong kering, makan seadanya dan banyak lagi hehehe.
Selain rasa senang, ada juga rasa lain yang ikut. Apalagi sih selain rasa miris mengingat betapa dengan mudahnya rekening tabungan langsung kosong. Yup, secepat kilat angka-angka yang tadinya tertulis dengan sangat mengagumkannya itu berubah menjadi angka nol besar gara-gara beralih pada rekening oarang lain....bayar utang.
Beneran kan hidup adalah ijon?
Saya dan mantan bos ini memang punya kesamaan (selain tentunya perbedaan yang sering bikin kami ribut di kantor dulu). Sama-sama memiliki gaji diatas 10 koma yang artinya selepas tanggal 10 garis kehidupan kami berubah menjadi koma :(
Selepas minggu kedua (yang entah bagaimana kok nyampenya cepet banget), mulailah ketar ketir bagimana seharusnya meneruskan kehidupan.
Mungkin banyak orang yang menilai hidup saya jauuuuhh lebih menyenangkan. Bagaimana tidak, saya masih single dan belum punya tanggungan, ayah yang pensiunan Telkom dan beberapa kebutuhan semisal komunikasi maupun kesehatan sudah ditanggung kantor. Sayangnya sih apa yang dilihat orang belum tentu seperti kejadian sesungguhnya :(
Oke, saya memang belum berkeluarga tapi saya juga punya kewajiban untuk membantu keluarga. Dari mulai membayar si bibik di bandung, uang belanja di rumah sampai membeli beberapa kebutuhan si kecil Eping dan adiknya.Belum lagi kewajiban saya buat bayar kosan dan gak lupa dong jatah makan saya dan mr rius.
Ini sungguh bukanlah suatu penyesalan. Sungguh. Saya bersyukur pada apa yang Tuhan sudah beri pada saya selama ini. Saya selalu percaya semakin banyak yang kita keluarkan terutama buat keluarga dan yang membutuhkan, maka semakin besar pula Ia berikan pada kita. Bolehlah dibilang kalau mau lancar rejeki maka lancarkan juga memberinya. itu sebabnya saya tidak pernah menyesal mengeluarkan banyak sekali dari penghasilan saya buat kebutuhan keluarga. Walau seperti yang dibilang mantan bos saya dan mr rius, bahwa saya harus berpikir logis alias menghitung-hitung antara apa yang saya dapat dengan yang saya keluarkan. Entahlah, saya masih begitu keras kepalanya menganggap bahwa urusan rejeki ga ada kata logis huahahaha....
saya ingat saya dulu punya teori bahwa Tuhan entah bagaimana kalau sudah menetapkan kebutuhan seseorang sejumlah A maka sejumlah itu pulalah rejeki yang diberinya. Terlepas apakah itu berupa uang atau barang. terlepas juga apakah itu berasal dari penghasilan sendiri atau pemberian bahkan pinjaman dari orang. Apa yang kita dapat ya itulah rekeji kita.
Dulu seringkali saya heran-heran sendiri bagimana bisa saya bisa membiayai kehidupan saya sendiri (dan orang-orang di sekitar saya). Saya ingat bagaimana saya masih bisa menikmati beberapa makanan yang enak-enak di beberapa tempat makan di kota Bandung disaat saya sedang jobless. Di saat itu saya juga masih bisa memenuhi kebutuhan mr jerk. Dimulai dari kebutuhan makan sehari-harinya dulu sampai kebutuhan sandang dan tersier dia. Saya ingat dulu ketika masa kuliah, orang tua mr jerk hanya bisa memberikan ia uang bayaran sekolah, maka kebutuhan ia untuk makan dan transportasi somehow bisa saya penuhi. begitu pula saat adik-adiknya ga punya cukup bekal, saya masih bisa memberi mr jerk cukup uang buat bekal adik-adiknya.
Itu baru kebutuhan pokok. Belum lagi kebutuhan lainnya. Misalnya saat ia butuh sekali hp, saya masih bisa memberinya seperti apa yang iamaui. dan ini masih terus berlanjut bahkan saat ia sudah memiliki pekerjaan. Namun saat itu dengan penghasilannya yang tak seberapa itu, yang seringkali ia berikan semuanya pada saya untuk dikelola, saya harus putar otak untuk bisa mencukupi kebutuhannya. Bayar kosan, uang makan, jajan, rokok, transport, ngasih adik-adiknya, ngasih ke ortunya dan jangan lupa perjalanan sebulan sekali ke lembur. Belum lagi kalau salah satu dari mereka jatuh sakit. Sutralah, pengeluaran tiba-tiba banyak sekali. Seakan belum cukup, saat vepy ada beratus-ratus bahkan mungkin berjuta-juta uang harus saya keluarkan dari kocek untuk mendandani vepy biar nyaman untuk digunakan mr jerk. Fiuhhh....
Lihat, banyak sekalikan? Tapi entah bagimana Tuhan selalu bisa memberi saya lebih. Sampai hari inipun saya masih terpukau dengan banyaknya rejeki yang saya dapat yang entah darimana datangnya. Jujur, saya ridho juga memberi semua itu. Anggap sajalah sebagai sedekah.
itu juga yang membuat saya sekarang seringkali merasa "jengah" pada apa yang dilakukan mr rius dengan segala tindakan penghematannya. Hihihi somehow saya merasa bedanya tipis ya antara hemat dan pelit. Tapi saya gak bisa pungkiri saya belajar juga dari mr rius untuk mulai bisa menyisihkan uang (meski agak sulit).
Untungnya sih sampai saat ini saya masih merasa berkecukupan. Dalam artian saya gak perlu berlaku seperti mantan bos atau beberapa orang teman yang setiap tanggal 10 berlalu sudah sibuk kasak kusuk mencari pinjaman untuk menutupi kebutuhan, setidaknya sampai tanggal 26 tiba. Saya gak perlu mengandalkan para pengijon buat meneruskan kehidupan saya, meski kadang bingung juga kok ya pendapatan saya gak seimbang banget sih dengan pengeluaran, kalau diitung-itung di atas kertas.
kalau sudah begini inget juga sama nasihatnya Safir Senduk, "kalau tidak pernah cukup, jangan-jangan bukan karena anda boros, tapi gaji anda yang terlalu kecil"
Yihaaa pak....masa iya saya musti nuntut gaji yang lebih besar? HUHUHU sama impossiblenya dengan saya ngarepin SBY bakal dengan logowo mundur dari jabatannya sekarang kaleeeee. Saya hanya bisa berharap dan percaya kalau Allah tau apa yang saya butuhkan. Allah juga bakal ngasih saya rezeki yang lebih berlimpah dan berkah. saya juga hanya bisa berharap saya diberi Allah rasa cukup, karena hanya dengan rasa cukup itu saya gak bakalan nekat berbuat yang macam-macam demi memenuhi tuntutan kehidupan.
Nah kalau sudah begini, saya mamsih berani gak ya buat memimpikan berumah tangga dan mengadakan acara pernikahan? hueeee zaman sekarang gitu loh, semua-semua dihargai sangat tinggi dududududu
Subscribe to:
Posts (Atom)

