Saturday, July 23, 2016

All Of Me Love All Of You (Wedding Note)

Saya(Sambil duduk pegang hp): Bentar ya mas istirahat dulu ochienya. Tawaf di rumah baru beres sekali.
Mr Rius: ihhh bergerak dong bergerak kitamah gak boleh diem. Kerja kerja kerja kata Jokowi juga.
Saya(ngakak habis): Huahahaha mas nyang onoh kerja juga tetep dihujat tetap mo dilengserin tetap dibilang planga plongo bego.


Itu yah cuman salah satu obrolan absurd antara saya dan mr rius. Obrolan gak jelas beginih ini lah yang membuat hubunganngan saya dengan mr rius jadi spesial meski gak selalu pake telor *jadi pengen martabakkkkk huhuhu*

Live is a mysterious path. For me it is

Gimana enggak. Kisah kami tuh bukan kisah cinta yang mendayu-dayu dan panjang bak sinetron tersanjung yang tokohnya dibikin menderita berkepanjangan sampe udah ganti pemain berapa kali atau sinetron cinta fitri yang sukses menjodohkan para pemainnya. Tapi yaaaa gitu. We are made for each other eh i guest sih huahahaha *toyor kepala sendiri*

Jadi sifat kami berdua itu bagaikan langit dan bumi. Situ di selatan sini di utara. Saya yang senang have fun disandingkan dengan mr rius yang segala diperhitungkan. saya yang go mad mr rius yang engke kumaha?

Tapi disitu seninya keles boy *benerin kerah*

Sifat saya yang kumaha engke seringkali bisa diredam oleh sifat perhitungannya mr rius. Jadilah sekarang seiring usia pernikahan kami saya bisa sedikit lebih bijak *ehemmmm*
Sifat kikir saya juga jadi tumbuh setelah bareng mr rius. hahahaha alesannnnn udah dari dulu juga kikirnya sok sok an nyalahin misua *slepet nih*

Intinya sih keberadaan kami satu sama lainnya justru menjadi penguat apa yang sudah ada diantara kami. 
" Rock my world into the sunlight Make this dream the best I've ever known Dirty dancing in the moonlight Take me down like I'm a domino' *karaokean yuk hahaha*

Apa jalannya selalu mulus? Ya enggak kaliiii.....Dikira jalannya udah kayak muka artis hollywood yang licin gara-gara botox apa ya?

Bukan sekali dua kadang saya merasa ingin menyerah buat lanjutin perjalanan kami. Kalau ini yang terjadi biasanya itu gara-gara saya patah hati sama mr rius. *ambil tisu*

Jadi ya seperti yang saya bilang di awal saya dan mr rius tuh bagai langit dan bumi. Bedanya jauhhhhh pake banget dan pisan kuadrat. Perbedaan yang paling mendasar adalah saya yang orangnya ekspresif yang kalau marah ya udah marah aja musti berhadapan dengan mr rius yang lempeng jaya dan jadi tukang tembok. Gak ngerti juga dimana doi belajar nembok uya secara yang saya tau mr rius itu lulusan ilmu komunikasi hahahahaha.

Aksi diam dia itu yang bikin beteh. Dan kalau udah beteh bukannya dibikin istrinya gak beteh lagi tapi malah disodorin arang panas hahahaha *sodorin sate*

Naik turun ala roller coaster memang bagian dan seni dari kehidupan. begitu juga dengan kehidupan berumah tangga *sodorin mic* after all being married is .... kesediaan untuk jatuh, patah hati dan sakit hati pada orang yg sama berkali-kali.



Wednesday, May 25, 2016

One Way Or Another

Hasil gambar untuk mamografi
Alat Momografi
Wokeh lupakan dendam dan rasa sakit ketemu dokter Syafwan *inhale exhale semburin api* hahahahaha. Mari kita hadapi kenyataan hidup memulai proses mamografi.

It feels like a perfect night to dress up like hipsters and make fun of our exes, ah ah, ah ah. It feels like a perfect night for breakfast at midnight, to fall in love with strangers, ah ah, ah ah.

 Huahahaha gak ngerti kenapa si mbak Taylor Swift itu yang tiba-tiba mampir di kepala saya buat memulai proses mamografi ini. Konon kalau baca-baca ceritaan orang prosesnya beneran bikin gak nyaman.


Yeah, I'am happy, free but confused and lonely at the same time. So it's miserable and magical. *Dancing in the rain*

Jadi gimana proses mamo itu?

Hmmmm....klo boleh milih lebih baik enggak deh. Huahahahah suka gak konsisten ginih yah?? maksudnya sih berani dan tabah tapi ya itu tadi gak nyaman dan sakit.

Sebelum nyampe ke gimana rasanya buat pengetahuan aja ya mammografi adalah proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv). Mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Beberapa negara telah menyarankan mammografi rutin (1-5 tahun sekali) bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai metode screening untuk mendiagnosa kanker payudara sedini mungkin.

Sebagaimana penggunaan sinar-X lainnya, mammogram menggunakan radiasi ion untuk menghasilkan gambar. Radiolog kemudian menganalisa gambar untuk menemukan adanya pertumbuhan yang abnormal.

Lalu pertanyaan utamanya? Gimana rasanya? Hmmm....

Jadi ya si mbak susternya itu ngasi saya baju kimono. Disuruh dilepas semua baju, kerudung dll. Toples lah daku. Eh iba-tiba kepikiran pengen sun bathing gitu *toyorrr*.

Hasil gambar untuk mamografi
Menata Payudara
Setelah itu si mbaknya masuk bareng temennya. Terus yang bikin rada (banget deng) si Payudara itu sama mbak nya ditata sedemikian rupa di sebuah penampang yang ada di mesinnya. Penampangnya terbuat dari besi gitu. Setelah ditata, payudaranya terus diteken sama penampang lain dari atasnya yang lagi-lagi terbuat dari semacam besi gitu. Nahhhh bagian ini lebih bikin gak nyaman. Payudara itu ditekan dengan keras. Gak boleh pula bergerak. Oh ya payudara yang di mamo ini satu-satu ya. Gak langsung dua-duanya. makanya kebayangkannnnnn..... *nangis di pojokan*.

Si mbak suster yang dua orang langsung berlari ke ujung ruangan yang berlawanan dengan letak alat mamo. Jpret...jpret....

Secara umum prosesnya persis sis sis sama dengan kalau kita x-ray. Cuman ini yang di x-ray nya yaitu tadi dua gunung milik sayah. 
Suster minta izin ninggalin saya buat lihat hasilnya. "Kalau hasilnya gak bagus gimana?" tanya saya. "Kita ulang lagi ya bu," si mbak menjawab dengan tenang. Alamakkkk....

Ditinggal lah saya sendirian. Sekitar 5 menit lebih mereka kembali dan bilang kalau kita bisa memulai pengambilan foto buat payudara lainnya. Fiuhhhhh.......

Wokeh.....saya gak mau kalah sama kamu duhai tumor. So, lets do it. One way or another i'm gonna find ya and getcha *Tetiba ingat One Direction*.

Setelah semua proses selesai (dan untungnya cepat) saya baru kepikiran beberapa artikel yang sempat saya baca waktu dulu pertama kalinya mau mamografi. Konon banyak yang gak menyarankan buat mamografi selain karena prosesnya yang memang gak bikin nyaman juga konon dengan penggunaan x-ray itu justru memicu tumbuh dan aktifnya si tumor.

Glekkk......nelen air liur dan berdoa semoga gak nyampe begituh ya darlaaaa.....

Buat yang mau mamografi gak perlu takutlah. saya juga berani kok *pijit lutut*

Yang jelas sebelum melakukan sesuatu ketahui dulu keuntungan dan kerugiannya. Ini saya kutip dari
Blog nya Mbak Ika Fauzi  
1)      .Keuntungan Mamografi :
·         Pemeriksaan mamografi tergantung pada operator / ahli yang melakukan pemeriksaan. Apakah bisa mendeteksi tumor payudara yang kecil tergantung dari kemampuan operator. Idealnya yang melakukan pemeriksaan mamografi adalah dokter yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap payudara pasien sehingga hasilnya lebih akurat. 
·         Jika pemeriksaan mamografi di lakukan oleh yang benar-benar ahli, maka mamografi dapat mendeteksi adanya jenis tumor ductal carcinoma in situ (DCIS) - jenis tumor yang paling tidak membahayakan , yang pada pemeriksaan fisik tidak akan bisa terdeteksi.
2)      Kerugian Mamografi : 
·         Tidak boleh dilakukan jika hamil. 
·         Banyak yang mengalami false positive, artinya pada pemeriksaan mamografi hasilnya positif (berarti pasien yang bersangkutan mengidap kanker), ternyata pada pemeriksaan lanjutan yaitu biopsi (pemeriksaan dengan mengambil sedikit jaringan tersangka kanker untuk diperiksa di Lab.Patologi Anatomi) hasilnya negatif (pasien yang bersangkutan tadi tidak mengidap kanker payudara). Biopsi ini adalah pemeriksaan invasif yang termasuk gold standard untuk pemeriksaan tumor payudara (dilakukan dengan jalan melakukan tindakan / operasi)

Pilihan tetap ditangan anda dong darla......

Oh iya test mamo itu baru boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai ke-14 dari hari pertama menstruasi ya. Kenapa? Karena saat itu hormon kita gak lagi lebay. Konon kalau lewat tanggal itu segala macam bakalan keliatan di testnya dan bikin bias penilaian.

Hasil test mamo di Santosa ini baru bisa saya ambil keesokan harinya lengkap dengan diagnosaan si dokter radiologinya.

Sampai di rumah saya cerita sama mr rius. "Untung ya mas toket ochie ala Dolly Parton gitu jadi bisa gampang ditatanya. Kalau toketnya yang model telor ceplok atau dadar kumaha nya?"

Dannnnn.....sumpah saya tak sanggup untuk sekedar membayangkannya hahahahaha

Saturday, May 21, 2016

Seing you

Habis makan bareng tian dan mr rius di baso lengkong tiba2 dapat telepon. Dari santosa. Mas2nya nanya jadi gak senin mo ketemu dktr drajat. Et dah mas pan memang niat buat ktm beliau.

Si mas nya bilang senin mulai jam dua belas. Olrite mas. Eh berarti bisa masuk kelas dulu dong? Yayaya asyik juga.

Eh tapiiiii siangan dikit pas lagi nidurin tian di rumah embahnya telepon bunyi. Santosa lagi.

Kali ini mbak nya. Dannnn doi bilang dktr drajatnya gak praktek hari senin. Gw diminta buat daftar aja untuk tanggal 30. Busyettt lama banget. Serius lo?

Gw tanya klo hari itu selain dktr drajat ada lagi yg lain gak? Mbaknya blg ada. Dktr syafwan. Oke mbak kita ke dktr syafwan aja.

Huhuhu bete nih dokter.

Jadilah gw browsing lagi cari dokter onkologi. Dannnn kata si prof google dktr drajatlah jwbn terbaiknya. Aisss ampun dahhhhh.

Panik coy. Gw googling terus. Sampe di blognya orang doi cerita diperiksanya sama dktr syafwan. Dannn doi recomended bgt. Fiuhhhh...

Oke siapin mental ketemu dktr syafwan senin ya.

Meanwhile ini toket kok sakit bgt dan tangan kanan pegel abis ya? Husss don't feel don't feel....

Monday, May 16, 2016

I Feel You

Ini cuman perasaan gw aja ato gimana ya, kok rasanya pd kanan deket ketiak ini jadi berasa sakit. Snut snut snut gitu. Kerasa perih dan panas juga.

Ah sudahlah jangan dirasa jangan dirasa.

Friday, May 13, 2016

Wait for you

Ternyata saudara, konsul ke onkologi tuh gak semudah yang eike pikir bo. Kirain yah model ketemu dokter umum gitu. datang aja terus bisa langung ketemu dan konsul. Yahhh kalao susah-susah juga model milih-milih dokter kandungan gitu. tinggal lihat daftarnya di web rumkit terus telepon dan janjian deh. hahahahahaha life would be so easy for patient. kaga kelesssss.

Berbekal browsing bareng mr rius dan cerita mbak efi, gw milih ketemu dr drajat. doi ini ternyata praktek di Boromeus, melinda dan santosa. luckily 3 rumkit ini juga di cover ama mnc. klo cerita mbak efi sih orangnya komunikatif tapiiiii susah konon ketemunya. secara ya doi itu ketua perhimpunan onkologi. eh nasional ato jabar ya? hahahahaha belum browsing nih.

Jadilah pagi gw telepon santosa. You know, ternyata kalau gw mau ketemu dokter onkologi itu harus janji dulu. gak tiap hari pula. sabtu kosong gak ada jadwal (bagus sih biar gw sama mr rius gak selalu wisata rumkit tiap weekend :) ). Hari jumat ini ada dokternya tapi praktek mulai jam 10 pagi. yaaa kan gw harus ngajar mana lah tega ngbiarin bu een sendirian megang anak-anak. pas gw tanya kira-kira sampe jam berapa si mas pendaftarannya gak bisa mastiin. yaaaahhhh payah lu. oke akhirnya hari jumat ini gak mungkin.

gw tanya kalau dokter drajat kapan? doi bilang hari senin dan kamis tapi sudah full booked. Kalau gw mau baru senin tanggal 23 mei bisa ketemu. Pfufffftttt lama bettttt.....

tapi ya sudahlah gw ambil aja tanggal 23. kali aja ya pas harinya nih tumor tiba-tiba ngilang gitu huahahahahaha you wish girl.....
si yang nerima pendaftarannya bilang ntar gw dikabarin lagi hari sabtu atau hari senin paginya.

oke dokter drajat, i'll wait for you....

Thursday, May 12, 2016

The Judgement Day

Jreng jreng akhirun tiba juga waktu buat mamografi. Berangkatlah bareng mr rius dan tian. Santosa tujuan kita. Rencana gw ke radiologi sekalian bawa tian ketemu soulmatenya dokter iva. Secara ya bo itu bapil gak beres2. Penyakit tian nih gak cukup klo gak pake obatnya dktr iva. Same case kyk dl sama dktr ahmed.
Sampe santosa, atopiloh lupa si gw sama surat pengantar dr dktr maharani. Aduh, mudah2an bisa yaw.
Tapiii ternyata itu amplop ada jg surat buat asuransinya. Hadeuhhhh pusing dah si berbie. Oke klo begono boleh ndak kita mulai dari awal aja. Ke dktr maharani lagi sambil mnt surat pengantar buat radiologi dan asuransi. Boleh ternyata....fiuhhh 
Jadilah si gw ke dktr maharani. Tapiii emang lagi apes ato memang faham sama kegalauan gw, pas di dktr maharani, eh blm nyampe masuk deng. Radiologi tlp. Alat rusak!!! Huaaaa kaga jd deh mamo nya.
Sambil mikir mo gimana kite anter bocah deh ketemu dokter iva. Eh ternyata musti nunggu dokter cantiknya. Yowislah.
Sambil nunggu dokter iva, ngobrol pk wa sm mr rius yg td cmn ngedrop doang. Doi kasih daftar rs rekanan mnc. Gw jg browsing rs yg punya mamo. Eh nemu di boromeus ada program buat cewek and salah satunya program deteksi dini kanker payudara.
Konon dg hanya (hanyaaaa????) 780Rb udh pemeriksaan mamo, cea ama apa gitu satu lagi. Tante kaga ngarti ya cu istilahnya cmn ngarti mamo doang 
Jd lah stlh ktm dktr iva dan sambil nunggu obat tian yg racikan (santosa lelet banget klo soal obat apalagi racikan) gw ama bocah naik angkotlah ke boromeus.
Eh emang yah info soal kanker payudara itu rumit. Boromeus yg konon punya program khusus aja pas gw tanya gmn2nya malah bingung si mbak cs nya. Si gw disuruhlah tanya ke pendaftaran 
Di pendaftaran gw harus cerita lg dari awal. Krn doi ternyata jg gak ngerti gw hrs ketemu sama dktr apa dulu. Fiuhhhh sampeyan yg kerja di rumkit aja mbuh apalagi daku mbakkkk.
Ya sud lah, gw dikasih ke dktr umum. Namanya dktr haryanto. Laki terus udah tua bingits. Aga grogi sih waktu disuruh toples. Tapiii mau gimana lagi
Dokternya ngerti klo gw grogi. Doi manggil susternya buat nemenin kami di dlm. Pas dipegang yg kiri doi langsung bilang, oh iya ada nih. Jreng jrengggg gw kaget. Tapi biasa sok cool aja hahaha.
Giliran yg kiri juga sama. Omigotttt.
Doi kasih gw surat pengantar buat usg mamae. Eh kok usg bukan mamo? Kata doi lbh baik usg gak terlalu sakit. Oh oke gw nurut dah.
Di bagian radiologi ternyata usg padaaaattt bo. Gak jelas katanya dapet jam brp. Waduhhh. Mereka nawarin jam 4 sm dokter yg sore dan itu pasti gw dpt pertama. Ya suwislah yg jam 4 aja.
Akhirnya si gw dan tian balik lagi ke santosa ambil obatnya tian. Sebelumnya makan dan sholat dulu. Yg plg gw syukurin anak ganteng ini tuh baik banget. Gak rewel dan setia nemenin ambunya. Pas balik lagi ke boromeus dari santosa baru deh tiannya ngantuk. Tapi tetep gak pake rewel. Makasih ya cintaaa 
Akhirnya gw di usg jg setelah nunggu lumayan lama. Topless lagi. Dokternya cewe kali ini. Ahhh syukurlah.
PD kanan dulu yg diperiksa. Awalnya dokternya diam aja. Lalu dokternya bilang, ada tumor ya bu. Solid isinya. Dannnn doi nemu 2 biji. Berbatas tegas, solid.
Sumpahhhh kaga tau musti bereaksi apa. Mungkin gw yg udh mulai ketularan mr rius dengan heartless ato krn tian yg ikut masuk dan gak bisa diem yg bikin gw gak bisa mencerna omongan dktr tadi.
Ternyata pd kiri gw jg sama. Tapi yg kiri cmn satu dan isinya cairan. Istilahnya kista. Gw harus bersyukur karsna gak nyampe kena saluran getah bening.
Perjalanan di lanjut dengan nemuin lagi dokter haryanto. Doi bacain hadil usg gw. Doi bilang tumornya jinak. Yg di kiri itu bisa jd dari asi yg g keluar. Mkny jadi kista. Eh bukan karena hormon ya?
Gw tanya lalu berikutnya apa? Doi kayak yang bingung. Yaileh dok klo situ bingung gmn gw???
Akhirnya dktr bilang mo kasih vitamin. Et dah emang pake vitamin bakalan ilang tuh tumor?
Dokternya juga bilang nanti aja kli gw udah mkn ngerasain sakit di payudara baru ktm dokter lagi. Hahahaha sumpehhhh ini saran paling ajaib dah.
Tapi doi akhirnya nulisin saran buat gw ketemu dktr bedah tumor ato onkologi biar pastinya. Ahhh dok gitu napa kasih saran manis dikit.
Gw kasih tau mr rius via wa. Doi jg nanya gw dikasih obat kaga. Kami janjian plg bareng. Secara ya itu udah maghrib. Untungggg banget anak ambunya soleh.
Sambil nunggu mr rius dtg gw beraniin wa mbak bos itu. Sumpehhhh lo gw bergetar pas wa doi hahaha. Dr dl gw emang segan sama doi. Yo wislah gw harus berani!!!!
Doi blg gw musti ktm dokter onkologi. Mbak bos blg klo tumor itu jinak ato gak hanya bisa diketahui dh biopsi. Dannn itu artinya gw mmg musti ketemu onkologi. Mbak bos jg nyaranin gw buat diskusi sama mr rius terutama masalah dana. Asuransi gw cover gak kira2.
Dia jg blg klo jinak pun tumor gw tetep harus diambil.
Oh baiklah. Mari kita siapkan mental lagi klo begitu buat ketemu dokter bedah tumor.
Semangattttt

Wednesday, May 4, 2016

I Don't Have The Heart

Sometimes all you have to do just switch the button or maybe make it stopped. Maybe just maybe by doing it you wont feel so sad or even unhappy.

But hey maybe if i've done with crying, then i done with you.

So, lets be a zombie.....

Sunday, June 8, 2014

Tian, You Had Me At Hello!

Bahagia. Kata itulah yang selama dua tahun ini menghiasi dang melengkapi kehidupan saya dan mr rius. Sejak kehadiran Tian dalam hidup kami, rasanya segalanya menjadi begitu indah dan membahagiakan. Oh iya, pasti ada juga dong masa-masa bete, kurang tidur ataupun masa-masa susah lainnya. Tapi ya semua itu gak ada artinya kalau melihat apa yang kami miliki saat ini bersama Tian.

===================================================
You had me at Hello. Itu kalimat yang paling bisa menggambarkan perasaan saya pada Tian. Sejak pertama kali melihatnyaa di layar monitor USG DSOG, saya langsung jatuh cinta padanya. Meskipun saat itu usia kandungan saya baru 1 bulan dan Tian masih terlihat hanya kantung saja belum berbentuk. Tapi mendengar detakan kehidupan dari rahim saya membuat saya langsung merasa dia selalu dekat dan ada buat saya. Dan itulah yang memang terasa.

Kehamilan Tian di trisemester pertama memang bukanlah hal yang mudah. Saya ngalamain apa yang disebut hyperemesis. Dan itu membuat saya justru kehilangan berat badan sampai 8 kg di awal kehamilan. Muntah dan mual disepanjang waktu jadi keseharian saya. Malahan di bulan pertama saya sampai diultimatum dokter untuk masuk RS karena tak ada sedikitpun makanan yang bisa masuk ke perut saya. Boro-boro masuk. Baru nyampe tenggorokan saja sudah langsung keluar lagi.

Banyak cara saya lakukan untuk membuat makanan berjaya samapai di usus. Mulai dari gak akan pedes sama sekali, minum wedang jahe, menghirup minyak kayu putih samapai menutup rapat-rapat kamar agar bau makanan tidak samapai di hidung saya. Hahahaha.....alhamdulillah sukses gagalnya. Bukan hanya gak bisa makan, melihat makanan saja bikin saya muntah. Padahal hanya di tayangan TV. Seolah-olah bau masakannya tercium sampai di hidung saya. Hadeuhhh....

Obat anti mual dari dokterpun gak mujarab. Meskipun saya suda bergenti-ganti merek obat dengan dosis yang katanya terus ditinggikan. Gak ngaruh.

Awalnya saya yakin ini semua bakalan selesai di trisemester pertama saja. Tapiiiii....sukses tuh berlanjut sampai saat saya mau melahirkan hahahahahaha. Hanya saja keadaan jauh lebih bisa saya kontrol ketimbang di bulan-bulan pertama.

Keberhasilan saya mengendalikan keinginan memuntahkan semua makanan yang masuk sebetulnya seiring sejalan dengan perkenalan saya pada Getle Birth. Perkenalan yang juga secara tidak sengaja terjadi.

Saat itu saya iseng browsing soal melahirkan. Dan saya nemu soal water birth. Cari punya cari saya nemu tuh kalau di Bandung ada jga ternyata yang melayani melahirkan di air ini. Berbekal baca di laman facebook milik provider yang melayani water birth inilah saya meemukan istilah baru. Gentle Birth. Perkenalanpun saya lanjutkan lebih dala dengan membaca tulisannya mas Reza Gunawan dan Dewi Lestari.

Membaca tulisan mereka itu membuat saya menangis. Rasanya kok bahagia banget ya? Rasanya kok indah banget ya?

Sayapun makin rajin membaca soal Gentle Birth. Meskipun banyak temen yang bilang hamil sayakan masih muda kok udah baca soal melahirkannya? Hey...bukannya kalau hamil ujungnya di melahirkan juga?Jadi rasanya sih gak salah. Lagian kemudian saya menemukan banyak hal kalau ternyata Gentle Birth gak melulu soal melahirkannya. Konsep inikan harus dimulai sejak awal. Sejak "mau bikin" malah harusnya hehehehe. Meskipun merasa agak terlambat, tapi saya merasa masih punya banyak kesempatan buat mengejar ketertinggalan soal Gentle Birth ini.

Langkah berikutnya setelah encari banyak referensi soal Gentle Birth adalah mengajak suami saya terutama buat tahu apa dan bagaimana Gentle Birth itu. Mulailah saya mengcopykan banyak bacaan buat Mr. Rius. Mengajaknya berdiskusi hingga mengajaknya ke seminar Gntle Birth yang waktu diadakan di Bandung oleh provider Water Birth yang saya ceritakan di awal tadi. Disanalah saya mulai mengenal Mbak Dyah Pratitasari. Saya juga ketemu sama bidan Tantri dan Bidan Okke. Senangnya bisa belajar banyak hal.

Seiring berjalanya waktu, saya mulai aktif membaca bukunya Bidan Yessie, laman Bidan Kita sampai ikut seminar di Rs Bunda. Saya, Mr Rius dan seorang teman yang hamilnya berengan jadi rajin belajar untuk mempersiapkan yang terbaik buat buah hati kami.

Gentle Birt membuat saya memahami apa maunya "Utun" di perut saya. Saya jadi tahu apa yang dia pengen makan da apa yang tidak. Dengen begitu frekuensi muntah saya jadi berkurang meskipun masih tetap muntah ya hahahaha. Saya juga masih bisa menghadapi dengan tenang situasi ketika air ketuban saya tiba-tiba rembes di bulan ke-8. Padahal saat itu saya hanya tinggal seorang diri di kamar kosan. Oh ya selama hamil saya tinggal sendiria di Jakarta karena Mr Rius tinggal di Bandung. Gentle Birth juga membuat saya "berdamai" dengan keadaan da rasa marah saya pada Tuhan, mamah dan keadaan. Maklum, ini kehamilan pertama saya dan saat itu mamah sudah semakin parah terserang dimentia. Dimentia yang diidap mamah ini membuat mamah tak lagi mampu mendampingi anak-anaknya. Jangankan mendampingi, mengingat anak-anaknyapun sudah tak bisa. Saya baru menyadari kemudian, sebagian emesis saya justru diakibatkan dari rasa amarah saya yang begitu besar pada keadaan ini.

Setiap kali periksa kandungan rasanya iriiiii sekali elihat orang lain yang datang ditemani oleh orang tuanya terutama ibu. Sementara saya? cukup diantar Mr Rius. Eh segitu juga Alhamdulillah ya, masih punya suami siaga hihihihi.

Sampailahsaya di minggu 39 dan utun masih belum enunjukkan tanda-tanda mau ketemu. Cemas? Pastilah. Sementara teman sekantor yang hamilnya berengan malah udah brojol duluan. Saya juga tinggal sendirian di Jakarta jauh dari keluarga dan suami. Akhirnya di minggu ini saya memutuska mengambil cuti melahirkan dan mengemasi segala barang-barang untuk pulang ke Bandung.

Bingung, cemas, takut. Wahhh semua jadi satu deh di masa-masa penantian ini. Berenang, jalan pagi, makan durian, makan rujak ekstra pedas sampai sibuk berbelly dance jadi menu utama selama cuti. Tak ada tanda-tanda utun mau ketemu saya.Ahh rupanya kesabaran saya diuji lagi nih.

Lucunya, saya pernah membujuk Utun buat lahiran di tanggal 6 Juni. Saya pengen banget Utun lahir sama dengan Presiden pertama RI. Tanggal 5 Juni waktnya saya kontrol ke Bidan Okke. Oh ya, sejak hamil minggu ke 37 saya berhenti ketemu DSOG dan saya rajin ketemu bidan. Luunya, saat mau menentukan kira-kira dimana ya saya akan ketemuan dengan Utun, saya dan Mr Rius mendatangi hingga 5 bidan dan 3 Rs Bersalin hahahahahaha. Eh itukan sesuai dengan petunjuk di Gentel Birth. Wawancarai dulu provider anda, cari tahu bagaimaa nanti pelaksanaan hari H nya. Ini juga kami lakukan sesuai dengan Birth Plan yang kami buat. Artinya meskipun kami sudah memilih untuk dibantu Bidan Okke, tapi kalau kenyataannya kami gak jodoh dengan bidan Okke, ya kami harus siap dengan rencana lainnya. Soal Birth Plan juga sudah kami susun dengan mereka yang kami pilih buat membantu kelahiran utun. Termasuk jika ternyata saya harus dioperasi.

Saat kontrol tanggal 4 Juni itu, sambil menunggu waktu kontrol, saya dan Mr Rius naik motor hingga ke Lembang. Huahahahaha ibu hamil tuasenangnya motor-motoran. Gak mual? Di jalan sih enggak. Tapi begitu sampai, ya langsung muntah xixixixi. Begitu samapai dan kami mau sholat, Bidan telepn fan bilang sudah bisa kontrol. Jadilah begitu samapai Lembang kami balik lagi naik motor ke Dago buat kontrol bidan. Ckckkckck......ibu hamil yang aneh.

Namun rupanya masi belum ada tanda bukaan sama sekali. Sedih? Iya dong

Sayapun sadar kemudian dan minta maaf sama utun. Saya yakin utun akan memilih sendiri waktu yang tepat buat ketemuan. Oh ya sedari awal saya sudah pernah bilang sama utun buat kasih tanda kalau mau lahiran. Misalnya nendang saya 3x dan saya bakalan pp ke kamar mandi. Tapi gak tau kenapa kok saya malah lupa ya sama hal ini?

Tanggal 6 Juni, sore hari, saya sengaja jalan kaki ke mini market dekat kompleks rumah. Berjalan kaki tentunya. Perjalanan sejauh 5km itu saya isi dengan ngobrol bareng utun. Biar ah dianggap gak waras karena ngobrol sendiri, yang penting bonding kami kuat hahahaha. Malam harinya hujan turun dengan deras dan membuat harus Mr Rius tidur di rumah orang tuanya sementara saya tidur di rumah orang tua saya. Sepanjang malam saya gak bisa tidur. Bolak balik ke kamar mandi. Pengen BAB. Herannya kok keluarnya cuman sedikit-sedikit ya? Padahal mulesnya banget. Jam 2 pagi tanggal 7 Juni saya baru sadar. Alamak janga-jangan ini tanda-tanda cinta dari Utun. Soalnya, sore hari saya juga sempet nemuin flek di celana meski hanya sedikit sekali. Saat itu saya abaika saja pertanda itu. Sayapun telepon Mr Rius dan bilang kayaknya besok musti ketemu bidan lagi deh. Mulas dan ada flek.

Pagi hari Mr Rius datang. Dan mulasnya makin menjadi. Siang hari saat kontrol ternyata benar, saya sudah bukaa 2. Ahhh senangnya. Meskipun sadarbelum tentu juga bisa ketemu epat. Tapi saya optimis segera ketemu Utun.

Sambil menunggu waktu, saya dan Mr Rius denga diantar teteh dan suaminya serta ponakan jalan-jalan sepanjang Pasteur hingga Antapani Bandung. Tadinya mau pulang dulu tapi rupanya Gelombang cinta Utun makin besar dan teteh menyarankan buat menunggu di tempat bidan aja. Jadilah saya sudah mondok dari ja 4 sore di tempat bersalin. Dan sudah bukaan 4.

Dengan kamar bersalin yang cukup cozy, didampingi keluarga bahkan ponakan yang baru berumur 1,5 tahun saya menyambut waktu kedatangan utun. Di tengah gelombang cinta yang makin terasa, saya masih sempat tertidur. Sakit? Hemmm iya sih tapi bidan dan mr rius terus mengingatkan buat nafas dan tenang. Mungkin karena ada musik pegiring dari Richard Clayderman dan The Beatles, rasa sakitnya menjadi jauhhh berkurang. Rupanya utun juga gak sabar ketemu ambunya. Maka bukaan komplitpun sudah terjadi pas jam 12 malam. Kira-kira sih bukaan yang saya alami terjadi setiap sejam.Crowning pertama utun saya melihat rambutnya yang lebat dan hitam. Haduhhhh jadi gak sabar xixixixixixi.

Lucunya pas bukaannya komplit, saya malaham enggak pengen lagi tuh buat mengejan hehehehe. Sampai kemudian akhirnya tepat pukul 00.30 pagi tanggal 8 Juni 2012 utun pun meluncur dan lansung di simpan di dada dan dekapan saya.

Hai handsome. It's mom. Ini Ambu sayang dan itu Abi.
Tian sesaat setelah dilahirkan


Senang, lelah, bahagia dan semuaaaaaa rasa tumplek jadi satu. Saking sibuknya memandangi tian dan memulai proses IMD, saya samapai gak ngerasain waktu bidan harus menjahit. Iya, saya masih harus dijahit juga meski hanya 2 gak gak terlalu panjang. Tak mengapa lah yang penting Tian lahir dengan sehat dan selamat.

Utun lahir pada saat pila Eropa dimulai. Itu sebabnya kami memberinya nama Bastian. Yah sedikit seperti Bastian Schweinsteiger, pemai bola asal Jerman.

Kami memilih proses burning cod saat melepaskan Tian dari kakak plasenta. Proses burning dilakukan setelah 10 jam kelahiran Tian.
kakak plasenta


===========================================

Saya tahu banyak hal yang tidak sempurna dari proses kelahira Tian kalau dilihat dari metoda Gentle Birth. Saya masih mengejan, saya juga masih mengalami sobekan. Tapiii itu suda cukup. Gentle Birth bagi saya membuat saya memahmi apa arti tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh saya. Apakah ia menolak atau menginginkan sesuatu.Gentle Birth juga membuat saya jauh lebi bersabar. Dan sungguh ilmu itu terpakai samapai saat ini. Meski terkadang saya kesal dan marah pada Tian, namun saya segera sadar kalau pasti ada sesuatu yang mungkin diinginkan Tian yang saya gak mengerti. Gentele Birth membuat saya mampu memahami, meski gak selalu, apa mau Tian.

Saya ingat, saat pulang dari tempat bersalin, 52 jam setelah kelahirannya, Tian menangis terus. Disusui gak mau. Digendong tetap menangis. Sayapun panik. Semua keluarga yang saat itu menengok ke rumah mengajukan pemikiran mereka masing-masing. Ahhhh riweuh bin ribet deh semua. Samapai pusing dan membuat saya down. Sayapun menangis. Haduhhh baby blues nih pikiran saya. Tapi saya ingat kemudian hal yang biasa saya lakukan saat hamil setiap kali saya mual dan muntah hebat, ngobrol dengan Tian.

Pintu kamar saya kunci. Mr Rius saya minta menggendong Tin. Saya diam sesaat. Menghela nafas panjang. Mengubah pikiran positif menjadi negatif. Saya setel lagu yang biasa saya dengarkan saat melakukan relaksasi dan ngobrol dengan Tian. Tianpun saya gendong kembali. "Ade Tian sayang, maafkan ambu ya nak. Ambu enggak ngerti maunya ade apa samapai ade menangis begini. Ambu sayang sekali sama ade. Ini pertama kalinya ambu jadi ibu. Ade juga pertama kalinyakan jadi anak dan lahir ke dunia? Nah gimana kalau kita sama-sama belajar? Ambu belajar ngerti apa maunya ade dan ade belajar mengerti ambu yang masih kaku. Yuk sayang. Bisakan? Pelan-pelan ya kasih tahu ambu apa maunya ade."

Ajaib, tangis Tian pun reda. Saya bisa menyusui Tian kembali. Baru beberapa menit kemudian saya sadar ternyata Tian gak suka dengan puting kiri saya. Rupanya puting kiri saya kurang panjang dan enak di lidahnya dibandingkan yang kanan. Sayapun tidak memaksakan Tian menyusu dari Pd Kiri. Untuk bisa menyusui denga PD Kiri, setiap kali hendak menyusui saya harus memompa dulu putingnya hingga lebih berbentuk seperti puting PD Kanan.Kemampuan membaca apa yang diinginkan bayi inilah hasil nyata Getle Birth bagi saya.

Oh ya, saya ingat saat seminar Gentle Birth di Bandung, ada seorang ibu yang bertanya apakah benar bayi Gentle Birth itu gak bikin ibu bapaknya begadang? Saat itu mbak Prita bilang, iya.Entah gimana kok saat itu saya merasa kita sebagai orang tua kok egois ya hahahaha. Kesannya pengen enaknya aja sampai gak mau juga kebagian begadang. Padahal dede bayikan punya jam biologisnya sendiri yang gak bisa diatur semaunya sama orang tuanya? Atau barangkali baby punya keinginan yang gak dimengerti oleh orang tuanya.

Saya paham bahwa proses kelahiran Tian masih jauh dari Gentle Birth. Tapi bagi saya, Gentle Birth sudah mengajarkan saya untuk lebih bisa paham bagimana menghadapi kehamilan, proses melahirkan dan sesudahnya. Tian kini sudah tumbuh besar. Meski tubuhnya tidak gemuk bahkan cenderung kurus, Tian sanagat aktif dan cerdas. Dia sudah bisa berjalan di umur 9 bulan. Hafal lebih dari 20 lagu-lagu anak dan surat Al Fatihah di usia 22 bulan dan yang jelas yang mebuat saya bangga adalah Tian selalu bisa menghibur saya di kala saya sedih. Beberapa kali saat setelah sholat saya menangis, Tian langsung memeluk dan mengelus punggung saya. Ahhhh terima kasih Tuhan. Malaikat mu suda turun di rumah kami.




Wednesday, November 27, 2013

dari pojok utan kayu

Tulisan ini sebetulnya sudah sejak lama saya buat. Paling tidak sih sudah saya persiapkan sejak saya memutuskan buat meluluskan diri dari sekolah di Utan Kayu. Tapi gak ngerti kenapa kalau kemudian saya enggak pernah bisa menyelesaikan tulisan ini. Mungkin moodnya yang tidak samapai atau mungkin juga waktunya belum tepat. Dan enggak tahu kenapa kalau kemudian hari ini saya merasa inilah masa yang paling tepat buat meneruskan tulisan ini. so, lets get started.

******


Hari ini entah kenapa saya merasa begitu merindukan kehidupan di masa sebelumnya. tahu sih kalau kita enggak boleh sering-sering nengok ke belakang. Ngerti juga sih kalau namanya spion itu hanya boleh dilirik sesekali. Tapi sungguh hari ini saya benar-benar cuman pengen melihat ke belakang. Pada pemandangan nan indah di suatu pojokan ibu kota yang bernama utan kayu.

rasa rindu ini mungkin karena saya sudah mulai jenuh berada di tengah masyarakat yang begitu "normal' di tengah keabnormalan saya. saya merasa jenuh pada masyarakat yang begitu "beragama" di tengah ke "atheis-an" saya.

kurang lebih 5 tahun saya masuk sekolah ini. banyak banget yang saya dapat. ilmu jurnalistik samapai ilmu kanuragan. serius loh. disini saya baru tahu kalau jadi penyiar radio harus juga bisa kayang xixixixixi. gak bisa kayang gak gaul namanya. itu karena jadi penyiar kita perlu tubuh yang luwes jikalau sesekali dibutuhkan buat menunduk atau malah kayang buat mebenahi kabel-kabel dan juga tombol-tombol audio. kerenkan?

bukan hanya belajar. tempat ini juga jadi tempat bermain. tempat bermain yang sangat menyenangkan.


mungkin karena merasa ini adalah tempat bermain, saya selalu bersemangat buat datang ke kantor meski harus pulang tengah malam di dua tahun pertama saya di sekolah ini. seperti halnya taman bermain anak-anak, maka ada banyak tawa dan canda didalamnya. eh taman bermain anak juga ada tangisnya loh. banyak anak yang jatuh dan berakhir berdarah kaki atau tangannya gara-gara terlalu rajin main. begitu juga taman bermain kami ini.

namun, diantara banyak hal yang saya dapat di pojokan ini, satu yang paling berkesan buat saya adalah pertemanan diantara kami. sebagai anak yang sekolahnya rajin berpindah, saya enggak pernah punya teman dekat. tapi disini lain.

mungkin karena kami penyiar yang hobi ngobrol jadilah segala hal kami obrolkan. segala hal kami ceritakan. mulai dari urusan makanan kesukaan sampai orientasi seksual. dari mulai isi meja makan samapai isi ranjang dan kamar. semua dikupas habis.

tidak ada satupun yang kemudian merasa sungkan buat berkisah.

tidak hanya itu. kami bisa bebas berkisah tanpa harus merasa di "diadili". baik diadili dengan pandangan sebelah mata ataupun diadili dengan ayat-ayat yang seringkali dipilih untuk memojokkan seseorang.

kami tak pernah peduli pada setiap kisah hidup masing2. itu adalah milik mereka. mereka bisa jadi apapun yang mereka inginkan tanpa harus kita usik pilihan hidupnya. itu satu hal yang paling saya suka dari pojokan saya.

kami, saya dan teman2 dekat, pernah juga jadi enemy of the state. ketika semua mata "atasan" menatap penuh dengki pada kami gara-gara tingkah seorang banci penakut yang hanya berani berlindung di ketiak bininya.

kami juga sama2 menghadapi amukan seorang teman saat dia "tinggi" dan mengamuk di sebuah RS swasta di jakarta tengah malam buta sehabis menikmati sajian musik di taman pojokan saya.

saya tahu, banyak orang menilai taman bermain saya ini adalah sekumpulan orang-orang yang "murtad". orang-orang tak beragama.

tapi sungguh, meskipun saya berada diantara para "penyembah pohon", saya justru menemukan cinta Tuhan di dalamnya.

Disini dan bersama teman-teman ini, saya justru mengerti betul arti Tuhan itu satu dan kita yang beda, saya juga belajar Tuhan itu maha penyayang dan betapa hebatnya Tuhan.

betapa tidak. saya melihat jelas toleransi antar kami disini. dannn....justru disinilah saya makin belajar untuk mencintai agama saya. tuhan saya. hidayah memang selalu datang darimana saja.

saya bertemu orang-orang hebat disini.

hebat bukan karena gelar yang mereka dapat. hebat bukan karena penghargaan yang sudah pernah mereka menangi (yah memang sekolah ini banyak mencetak juara di jurnalistik), mereka hebat kerana jiwa mereka dalam menaklukan hidup. menaklukan diri mereka meski sesekali mereka jatuh dan gagal. namun mereka tetap berdiri. dan itu adalah arti hebat sesungguhnya buat saya.

ada seorang kawan yang mampu mengeluarkan dirtinya dari rumah tangga yang penuh KDRT dan akhirnya menemukan lelaki yang mampu menjadi imam dalam keluarga.

saya juga bertemu seorang rocker yang memiliki sex apppeal teramat tinggi. siapapun yang melihatnya yakin langsung tertarik padanya. hobinya dulu merusak segala yang ada didekatnya bila sedang marah. handphone, kursi samapai gitar dan kini, ia adalah seorang ibu yang lemah lembut dan penuh kasih. hebatkan?

banyak kisah yang kami toreh di pojok utan kayu ini. kisah bunuh diri berkali-kali dimulai menjatuhklan diri dari atas ketinggian samapai minum pil kb. ada juga kisah si anak terbuang namun selalu penuh kasih pada semua. meski selalu jadi korban bully kami, ia tak pernah merasa jera dan merasa tersinggung pada bully-an kami. yah mungkin ini gara-gara urat malu dia sudah putus habis. apapun, dia selalu jadi bintang yang dirindukan sekaligus dicaci di pertemanan kami hihihi.

saya punya banyak teman dan saudara disini.

malam saya selalu menyenangkan di pojok utan kayu. mulai dari tower dengan sejuta kisahnya, selasar studio bawah lengkap dengan tukang martabak yang mengiming-imingi kami beli 10 gratis 1 tapi ketika kami sudah dapat 9 dia gak jualan lagi. belum lagi meja-meja dan kursi kedai yang jadi saksi berapa botol minuman kami habiskan dan berapa batang rokok kami hisap buat menemani kisah kami.

saya ingat di salah satu pojokannya saya juga pernah memaki-maki seorang atasan dengan nada suara tertinggi yang saya pernah keluarkan. ini gara-gara ketidakprofesionalannya. menghakimi sesuatu yang sebetulnya dia takuti sendiri.

belum lagi pohon mangga lengkap dengan penghuninya yang rajin menyambangi kami yang kerja malam. ahhh ya, studio tentunya. tempat paling nayaman buat sekedar merebahkan punggung dan meluruskan bulu mata jika kantuk tak kunjung berlalu.

ah saya rindu semua itu. rindu pada teman yang telah begitu kokohnya menjadi sandaran dan bahu buat saya menangis di kala putus hubungan cinbta dengan seseorang di masa lalu.  teman yang selalu sigap mengantarkan saya makan siang saat saya hamil dan berubah jadi vampir.

selalu menarik mendengarkan kisah mereka. selalu menarik juga untuk sekedar berbagi tawa dengan meledek kawan yang memang selalu dengan lapang dada menjadi bahan bully kami.

mengutip om lenon dan mas paul, maka inilah tempat yang punya banyak arti dan selalu saya ingat. There are places I remember all my life. And this place, definitely the one.

satu persatu dari kami memang sudah "meluluskan' diri dari sekolah ini. Some have gone and some remain. pojokan sayapun tidak lagi sama. namun, saya yakin ilmu yang saya dapat disana tidaklah akan luntur. juga pertemanan kami.

tak perlu banyak ayat. tak perlu banyak doktrin bahwa ini tempat kerja tempat untuk mencari nafkah hingga harus menyikut teman demi menaikkan pamor.

di pojokan itu saya pernah marah, menangis, dicinta, mencinta dan.....tertawa. eh di bom juga deng xixixixxi.

ahhh saya rindu pojokan saya. saya rindu bahu saya. saya rindu kalian kawan......semoga kita bisa bertemu lagi dan tetap menjadi teman samapai kapanpun.


*catatan saya buat orang-orang hebat yang dengan bangga saya sebut sebagai teman, sahabat dan saudara

Monday, April 15, 2013

Melawan Lupa

"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa...."

Potongan lirik lagu odong-odong yang rajin saya nyanyikan buat nidurin Tian. Entah mungkin suara saya yang terlalu enak didengar atau karena Tian malas mendengar ambunya melolong, biasanya sih otomatis kepala Tian direbahkannya ke pundak saya dan ia langsung tertidur kalau saya sudah samapai di lagu itu (yang biasanya sudah lagu ke 77 dinyanyikan buat menina bobokan Tian hehehe)

Entahlah kenapa lagu itu selalu ada di alunan tidurnya Tian. Mungkin karena nadanya yang enak buat boo atau mungkin karena liriknya yang dalammm sekali. Entahlah. Yang saya tahu setiap kali saya menyanyikan itu selalu rasa itu yang muncul. Dan sesudahnya bisa ditebak, mata sayapun berkaca-kaca.

Lagu itu mengingatkan saya pada sosok mamah. Perempuan yang sudah mengandung dan melahirkan saya juga membesarkan saya di dunia ini.

Eitsss tenang, mamah masih hidup kok. Setidaknya setiap sebulan sekali saya pulang ke Bandung, saya bisa melihat sosok beliau. Tapi ya cuman samapai disitu saja. Cuman fisiknya saja yang saya bisa lihat dan raba. Lainnya? Saya tak tahu keman perginya.

Oke, sebelum hadirot sekalian bingung saya harus samapaikan kalau mamah saya saat ini tengah sakit. Para ahli menyebutnya sebagai dimentia atau pikun dini.

Demensia (bahasa Inggris: dementia, senility) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.[1] Demensia bukan berupa penyakit dan bukanlah sindrom.
Pikun merupakan gejala umum demensia, walaupun pikun itu sendiri belum berarti indikasi terjadinya demensia. Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu mereka lambat laun kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional, sering hal tersebut menjadi tidak terkendali.
Banyak penyakit/sindrom menyebabkan demensia, seperti stroke, Alzheimer, penyakit Creutzfeldt-Jakob, Huntington, Parkinson, AIDS, dan lain-lain. Demesia juga dapat diinduksi oleh defisiensi niasin.[2]
Demensia pada Alzheimer dikategorikan sebagai simtoma degeneratif otak yang progresif. Mengingat beban yang ditimbulkan penyakit ini, masyarakat perlu mewaspadai gangguan perilaku dan psikologik penderita demensia Alzheimer.[3

Nah itu kira-kira pegertian dimensia menurut situs wikipedia.

Dan itulah pula yang sekarang tengah dialami mamah. Secara fisik tampilannya adalah seorang perempuan usia 62 tahun. Namun, segala tindak tanduknya tak lebih dari seorang anak usia 5 tahun. Inilah yang kemudian membuat saya selalu bingung kalau ditanya orang bagimana keadaan mamah. Beliau memang sehat secara fisik namun.....ya gitu deh.

Kami, terutama papah dan teteh harus ekstra hati-hati menjaga beliau. Tak heran kalau kemudian pintu rumah kami selalu terkunci. Ini terpaksa kami lakukan mengingat mamah pernah "nyelonong" pergi dari rumah dan pergi entah kemana. Karen penyakitnya itu, beliau tidak lagi bisa membedakan realita dan hayalannya.

Bukan hanya itu, mamah tak lagi mengingat anak-anaknya. Bahkan mungkin namanya. Ia hanya tahu dirinya adalah mamah. Itupun karena kami memanggilnya begitu. Pada teteh yang berada di rumah atau saya mamah selalu menganggap kami kakaknya bukan anaknya. Beliau tak mengingat pernah melahirkan kami.

Ahhh...saya kembali berkaca-kaca kalau mengisahkan ini.

Ini juga yang membuat saya selalu berkaca saat menina bobokan Tian dengan lagu andalan nomer 77 tadi.

Saya tak tahu apakah benar kasih ibu sepanjang masa karena itu tak saya rasakan lagi pada beliau yang Tuhan takdirkan sebagai ibu saya.

Sering banget saya merasa iri pada kawan-kawan yang berkisah tentang ibu mereka. Mereka bisa menceritakan kegalauan mereka tentang pasangan mereka, mual dan nyerinya saat hamil atau bahkan didampingi saat melahirkan. Beuhhhh....saya IRI!!! Sumpah.

Saya tak punya itu.

Kadang, saya juga merasa kasihan pada Tian. Ia tak mengenal eninnya seperti kakak sepupunya mengenal eninnya. Tian tidak tahu betapa eninnya itu dulu sangat pintar memasak. Saking pintarnya, kadang kawan-kawan saya menyengajakan mampir ke rumah hanya untuk mengintip apakah mamah masak empal gentong Cirebon yang jadi jagonnya. mamah juga rajin sekali mencoba beberapa penganan untuk dimasak dan dinikmati oleh kami para kurawa di rumah.

Ahhh...saya beberapa kali menahan air mata saat ibu kos yang rajin masak dan mengumpulkan alat-alat masak berbagi hasil masakannya pada saya dan mr rius. Hancur rasanya hati mengingat mamah dulu suka banget melakukan itu.

Saya juga kadang merasa kasihan pada mr rius. Ia mengenal mamah hanya sebentar. Ia belum juga pernah merasakan bagimana mamah selalu baik pada semua tamu dan selalu senang menyuruh tamu untuk makan (ini turunan dari nenek nih penyakit nyuruh tamu makan...ihhh ngabisin jatah aja!). Tapi ya, saya bersyukur, saat mamah mulai bertingkah "aneh", mr rius tetap mau menerima keadaan saya tanpa kemudian balik kanan bubar jalan karena takut pasangannya nanti mengalami hal yang sama.

Jujur, saya takut suatu hari nanti bakalan mengalami hal yang sama dengan yang beliau alami. Saya takut kalau suatu hari nanti saya tak mampu lagi mengingat segala hal indah dan buruk yang pernah terjadi di kehidupan saya. Saya takut kalau saya samapai lupa masa-masa abegeh saya bersama mr jerk.

Saya juga takut kalau saya tak mampu lagi mengingat masa indah saya bersama mr rius. Dannn yang paling saya takutkan adalah saya tak mampu mengingat masa 9 bulan kehamilan saya juga saat-saat saya melahirkan dan membesarkan Tian.

Itu sebabnya sekarang saya rajin menuliskan segala hal yang pernah saya alami dan saya rasakan. Ini adalah cara saya untuk menolak lupa. Menolak menjadikan diri saya mengalami hal yang sama seperti mamah.

Saya percaya Tuhan enggak tidur. Ia pasti memberikan semua ini pada keluarga kami dengan maksud yang baik. Saya yakin itu meski terkadang rasanya ingin teriak dan memintanya mengembalikan mamah pada kami.

Sungguh saya rindu masakannya, saya rindu celotehnya, saya juga rindu bertengkar dengannya kalau kami sudah punya pandangan yang berbeda. 

Saya tahu biar bagaimana beliau tetap mamah, perempuan yang punya segudang jasa pada saya.


Tuesday, March 26, 2013

God Know Best

Tuhan Itu Maha Tahu. Karena KeMaha Tauannya itu enggak mungkin Tuhan Kagetan

Kalimat ini saya copy paste dari kata-katanya motivator super yang tiap Minggu malam saya tonton bareng mr rius dan Tian. Kenapa buat kepentingan tulisan ini saya kuti? Karena kebetulan apa yang dibilang sama bapak super itu bener adanya.

Tuhan selalu tahu apa yang terbaik buat saya. Sumpah, saya yakin banget sama hal itu. Eh enggak juga ding, kadang saya suka sibuk menyalahkan dan bertanya dengan nada bombay tentunya Why God, Why me? Misalnya soal mamah yang sakit. Saya sibuk bertanya dan menyalahkan uhan buat keadaan ini. Biasanya moment seperti ini bakalan datang di kehidupan saya kalau saya lagi gundah gulana dan enggak punya teman buat ngobrol. Atau saat menghadapi Tian yang semakin besar semakin punya banyak mau.

Beuhhh....pasti deh sinetron tersanjung aja kalah dengan segala kegundahan saya itu.

Bukan hanya soal itu. Soal mr rius yang sampai hari ini belum dapat pengganti tetap pekarjaannya yang dulu kerap kali membuat saya gundah gulana. Tapi, ya gitu untungnya tiap minggu saya di recharge dengan pikiran positif dari bapak super, Alhamdulillah enggak terlalu gundah gulana banget sekarang.

Saya yakin Tuhan punya maksud tertentu dengan membuat keadaan kami seperti sekarang. Huahahaha kalau kalian bilang itu hanyalah kata-kata penghibur lara? Yup, bisa jadi.

Tapi sudahlah... ada edisi lain soal itu.

Yang jelas sekarang saya paham benar bahwa Tuhan memang tahu yang terbaik buat hambanya.

Tuhan kasih saya pekerjaan sekarang ini dengan beban kerja seperti sekarang ini juga ada maksudnya sendiri. Yahhh biasalah di awal saya juga enggak langsung mengerti dengan maunya.

Saat ini saya dikasih tanggung jawab buat mengerjakan sepenuhnya program berita anak dari kantor saya. Mulai dari edisi radio samapai mengisi web, teitter dan facebooknya. Semua jadi tanggung jawab saya.

Okelah, dulu juga ini tanggung jawab saya walau tidak sepenuhnya karena saya juga berbagi dengan teman yang lain. Selain itu saya juga diberi pekrjaan lain seperti mengerjakan audio untuk iklan dan terkadan juga siaran di luar. malahan ketika awal saya bergabung di tempat ini, sayalah yang selalu keluar kota atau keluar kantor buat siaran. Namun, seiring dengan bertambahnya penghuni "rumah" kami, sayapun makin sering dikandangkan.

Gimana rasanya? Hemmm duluuuuu sekali saya merasa sedikit terabaikan. tersisihkan. Malahan jujur, saya sempat menganggap saya bukan lagi penghuni rumah ini. Bagaimana tidak. Satu per satu pekerjaan saya diambil alih oleh yang lain yang datang belakangan. Buruk sangkanya adalah apa yangs saya kerjakan dulu tidaklah bagus sampai kemudian saya dikandangkan.

Bicara soal harga diri buat seorang Scorpio, ya ini adalah harga diri sekali ya bo.

Saya malahan juga tidak lagi mengerjakan iklan-iklan yang dulu saya kerjakan sebelum cuti melahirkan. malahan saya pernah dengar selentingan kalau pengganti saya ini hebat banget bikin iklannya, dan gara-gara beliaulah iklan di radio kami jadi banyak kliennya.

Sakit hati? Awalnya. Tapi sungguh saya kemudian tidak lagi merasa begitu. Yah mungkin karena bapak super itu selalu bilang sabar itu imbalannya dari Tuhan xixixixixi.

Tapi benar loh kata bapak itu, Tuhan itu Maha Tahu. Tuhan tahu kalau saya cuma tinggal bertiga bareng mr rius dan Tian. Kalau saya sibuk saya enggak bakalan bisa lagi memegang Tian. Kalau saya pulang malam terus, Tian enggak bakalan bisa ketemu ibunya. Kalau saya siaran terus, saya juga mungkin enggak bisa masakin Tian lagi. Jadilah sekarang saya benar-benar merasa Tuhan itu sayangggggg banget sama kami. Khususnya pada Tian.

Tuhan tetap membiarkan ambunya Tian buat punya banyak waktu, tenaga dan pikiran hanya buat Tian dan abinya.

Ahh Tuhan, jatuh cinta lagi saya padaMu.

Monday, March 25, 2013

Working Mom

Beberapa bulan lalu saya sempat baca-baca tips seorang kawan yang saya kenal di dunia maya soal bagaimana menjalankan dua fungsi, sebagi ibu dan sebagai seorang pekerja. Ini tips dari blog kawan saya itu:
  • Buat rencana
Di kantor, biasanya kita “dituntut” untuk bisa menentukan rencana kerja beberapa waktu ke depan. Rencana itu biasa terpampang jelas di softboard atau meja kerja. Nah, untuk di rumah, saya pun mulai menyusun menu mingguan dan menempelnya di papan pesan. Manfaatnya, saya jadi lebih mudah menentukan bahan makanan yang harus dibeli dan diracik sebelumnya. (hari sabtu pagi, saya belanja ke pasar dan minggu pagi saya meracik bumbu-bumbu lalu menyimpannya dalam lemari pendingin). Acara memasak pagi-pagi sebelum ngantor jadi nggak ribet lagi. Lumayan menghemat waktu dan tenaga lho !
  • Koordinasikan saja
Pengaturan tugas di rumah juga harus dilakukan dengan jelas, lho. Meskipun pelaksanaannya kemudian bisa lebih fleksibel karena disesuaikan juga dengan kondisi, tetapi “pengaturan tugas” yang jelas akan membuat kita jadi lebih bertanggungjawab.
  • Pelaksanaannya…
Kita tak bisa bekerja sendiri bukan ? Seperti kepada atasan, rekan kerja atau bawahan di kantor yang biasa berhubungan secara lisan atau tulisan via notes atau email, pekerjaan atau pesan untuk orang rumah juga bisa disampaikan secara tertulis pada secarik kertas yang ditempel di papan pesan, kulkas atau whiteboard.
  •  Evaluasi rencana dan pelaksanaannya
Apakah Vel sudah minum vitaminnya ? Apakah titipan untuk tetangga sebelah sudah diberikan? Nah, sepulang kantor saya bisa mengeceknya dari checklist yang saya tinggalkan di papan pesan. Setiap selesai mengerjakan “tugas”, daftar tugas yang ada harus diberi tanda.

Berbekal tulisan teman ini, sayapun pede untuk menjalankan atribut baru saya sebagai....working mom (ah istilah ini memang keren terdengarnya heheheh).

Meskipun tentunya bakalan berbeda ya apa yang ditulis dalam artikel kawan saya itu dengan kehidupan saya sendiri. Misalnya, saya enggak punya si mbak yang akan saya serahi tanggung jawab buat mengurus rumah selama saya bekerja. Atao, saya juga enggak punya si mbak atau ibu atau siapapun lah yang bakalan saya mintai tolong menjaga Tian.

Saya cuma punya mr rius, abinya Tian. kami memang hanya tinggal bertiga. Makanya kalau kemana-mana pasti deh selalu bertiga.

Selain soal orang-orang yang dimintai membantu selama absennya saya di rumah, kami juga punya perbedaan mendasar yaitu, saya tidak tinggal di rumah. Kami memang tinggal di rumah kos-kosan tepat di belakang kantor lama. Meskipun saya pengen sekali memasak, kami tidak diijinkan untuk membawa kompor ke kamar. Jadilah, dengan siijin ibu kos, saya sering ikut memasak di dapurnya. Ini terutama setelah Tian mulai makan-makanan pendamping ASI.

Oke, saya berusaha membuat segala perbedaan itu bukanlah sesuatu yang bakalan membuat status saya sebagai working mom terganggu. Saya ingat nasehat seorang sahabat, kalau suami sudah merestui, bismillah saja, yakin pasti bisa.

Apakah semua seperti itu?

Huaaaaa saudara-saudara, ternyata TIDAK!! BIG NO!!!

Mr rius memang mengizinkan saya mengambil alih tugasnya sebagai pencari nafkah utama di keluarga, sementara ia belum lagi dapat pekerjaan baru. Maka dengan restunya, saya coba buat menjalani semuanya.

Ternyata enggak mudah ya bo buat bisa berada di semua posisi tanpa harus mengorbankan yang lainnya? Huks huks huks....

Saya memang sedikit lebih tenang karena Tian berada di tangan yang bisa saya percaya. Bapaknya sendiri. Namun tetap saja, saya ibunya. Maka hari-hari saya selalu berisi kegiatan rutin yang sama.

Pagi hari dimulai dengan ritual ibadah. Lalu saya mulai mebereskan rumah. Menyapu, mengepel, membereskan mainan Tian, membereskan tempat tidur, mencuci peralatan makan dan menyusui Tian. Setelah urusan semua itu selesai, giliran memasak makanan buat Tian. Ini biasanya baru bisa saya lakukan kalau ibu kos sudah membuka pintu dapurnya yang tepat di depan kamar kami. Untunglah kami boleh masak. Dengan begini Tian berhasil lolos dari perangkap makanan instant. Walau sekali dua saya kasih juga makanan instant hehehehe.

Oh ya, saya juga masih harus menyiapkan makan mr rius dan saya juga tentunya. Urusan enggak cuma nyampe disana. Selesai mandi biasanya saya harus menyusui Tian (salah satu tips ibu bekerja yang saya dapat juga dari artikel2) dan memeras ASI buat bekal selama saya mengantor. Urusan rumah baru selesai disini. Lanjut ke kantor.

Jam makan siang saya habiskan dengan pulang ke kosan membawakan mr rius makanan, mmenungguin Tian selagi abinya sholat dan makan, menyusui Tian dan memeras ASI.

Balik ke kantor. Sore, begitu lagi hanya kali ini tugasnya menunggui Tian saat abinya sholat ashar dan sekaligus memandikan Tian. Enggak lupa menyusui Tian dan memerah ASI.

Balik lagi ke kantor. Setiap Senin-Jumat, itu pekerjaan saya.

Cape? Kadang terasa begitu. Tapi entahlah, saya selalu berusaha berpikir positif. Paling tidak pp rumah-kantor akan bisa membantu saya menurunkan berat badan hehehehe.

Meskipun ridho, saya tahu apa yang saya kerjakan jauhhhh dari kata sempurna. Ngerti sih, saya juga bukan manusia yang sempurna. Kadang saya merasa serba salah. Misalnya, kalau kerjaan di kantor lagi banyak, ini membuat saya harus pulang telat. Nah kalau begini, yakin deh saya bakalan dimanyunin sama mr rius.

Hal sebaliknya juga. Beberapa orang mungkin menganggap saya seenaknya di kantor.

Ahhhh...menyenangkan semua pihak memang sulit ya.

Yah mungkin saya yang masih belum gape memanage waktu saya. Meskipun sekarang, saya berusaha buat jadi multitasking mom. Misalnya, sambil nyuci baju saya nyambi nyapu dan ngepel juga masak buat tian. Enggak lupa juga sambil menyiapkan sarapan saya dan mr rius. Untungnya mr rius bukan orang yang susah makan. Cukup susu dan roti isi, selesai.


Saya juga tidak lagi memerah ASI di rumah. Tapi di kantor meskipun di kubikel dan ditengah orang banyak. Pake apron saja. beres. kanapa saya memilih ini? Yah biar saya masih tetap bisa mengerjakan tugas saya di kantor buat menggugah berita di laman daring. Saya juga enggak makan di rumah. Makan sambil ngetik, meski ngetiknya pake jari 11 hehehehe. Lagi-lagi biar semua pekerjaan dan tugas saya bisa saya selesaikan.

Saya juga berusaha buat enggak menolak pekerjaan apapun yang dikasih ke saya termasuk siaran pagi di luar studio. Saya hanya harus menyesuaikan jadwal rutin tugas di rumah dengan kerjaan kantor. Misalnya, saya enggak mandiin Tian dulu tapi nanti setelah selesai siaran. Atau, saya enggak masak buat Tian tapi beli bubur yang sudah jadi.

Saya juga mengorbankan waktu saya buat bergosip ria dengan beberapa teman dekat. Meskipun, bergosip ria kesana kemari enggak ada juntrungnya ini jadi hiburan saya satu-satunya. But, hey sacrifice is a must!

Semua itu saya percayai sebagai langkah kompromi buat bisa berada dan menyenangkan hati semua orang, meskipun tetap ya....susahnya minta ampun.

Yah, mungkin benar saya yang harus lebih belajar lagi buat jadi ibu, istri dan pekerja yang baik. Minimal bener dulukan ya. Sempurna sih cita-cita.

Yang jelas, saya enggak berusaha buat minta dimengerti, dispesialkan atau apapun bahasanya baik itu oleh mr rius ataupun kantor. After all, i'm not the only  working mom in the office. Makanya saya juga enggak bisa dan enggak pernah minta di istimewakan.


ps: lerning lesson nya adalah: tinggallah dengan ibu/mertua ditambah punya babysitter dan asisten rumah tangga yang mumpuni! hehehehe