Wednesday, November 27, 2013

dari pojok utan kayu

Tulisan ini sebetulnya sudah sejak lama saya buat. Paling tidak sih sudah saya persiapkan sejak saya memutuskan buat meluluskan diri dari sekolah di Utan Kayu. Tapi gak ngerti kenapa kalau kemudian saya enggak pernah bisa menyelesaikan tulisan ini. Mungkin moodnya yang tidak samapai atau mungkin juga waktunya belum tepat. Dan enggak tahu kenapa kalau kemudian hari ini saya merasa inilah masa yang paling tepat buat meneruskan tulisan ini. so, lets get started.

******


Hari ini entah kenapa saya merasa begitu merindukan kehidupan di masa sebelumnya. tahu sih kalau kita enggak boleh sering-sering nengok ke belakang. Ngerti juga sih kalau namanya spion itu hanya boleh dilirik sesekali. Tapi sungguh hari ini saya benar-benar cuman pengen melihat ke belakang. Pada pemandangan nan indah di suatu pojokan ibu kota yang bernama utan kayu.

rasa rindu ini mungkin karena saya sudah mulai jenuh berada di tengah masyarakat yang begitu "normal' di tengah keabnormalan saya. saya merasa jenuh pada masyarakat yang begitu "beragama" di tengah ke "atheis-an" saya.

kurang lebih 5 tahun saya masuk sekolah ini. banyak banget yang saya dapat. ilmu jurnalistik samapai ilmu kanuragan. serius loh. disini saya baru tahu kalau jadi penyiar radio harus juga bisa kayang xixixixixi. gak bisa kayang gak gaul namanya. itu karena jadi penyiar kita perlu tubuh yang luwes jikalau sesekali dibutuhkan buat menunduk atau malah kayang buat mebenahi kabel-kabel dan juga tombol-tombol audio. kerenkan?

bukan hanya belajar. tempat ini juga jadi tempat bermain. tempat bermain yang sangat menyenangkan.


mungkin karena merasa ini adalah tempat bermain, saya selalu bersemangat buat datang ke kantor meski harus pulang tengah malam di dua tahun pertama saya di sekolah ini. seperti halnya taman bermain anak-anak, maka ada banyak tawa dan canda didalamnya. eh taman bermain anak juga ada tangisnya loh. banyak anak yang jatuh dan berakhir berdarah kaki atau tangannya gara-gara terlalu rajin main. begitu juga taman bermain kami ini.

namun, diantara banyak hal yang saya dapat di pojokan ini, satu yang paling berkesan buat saya adalah pertemanan diantara kami. sebagai anak yang sekolahnya rajin berpindah, saya enggak pernah punya teman dekat. tapi disini lain.

mungkin karena kami penyiar yang hobi ngobrol jadilah segala hal kami obrolkan. segala hal kami ceritakan. mulai dari urusan makanan kesukaan sampai orientasi seksual. dari mulai isi meja makan samapai isi ranjang dan kamar. semua dikupas habis.

tidak ada satupun yang kemudian merasa sungkan buat berkisah.

tidak hanya itu. kami bisa bebas berkisah tanpa harus merasa di "diadili". baik diadili dengan pandangan sebelah mata ataupun diadili dengan ayat-ayat yang seringkali dipilih untuk memojokkan seseorang.

kami tak pernah peduli pada setiap kisah hidup masing2. itu adalah milik mereka. mereka bisa jadi apapun yang mereka inginkan tanpa harus kita usik pilihan hidupnya. itu satu hal yang paling saya suka dari pojokan saya.

kami, saya dan teman2 dekat, pernah juga jadi enemy of the state. ketika semua mata "atasan" menatap penuh dengki pada kami gara-gara tingkah seorang banci penakut yang hanya berani berlindung di ketiak bininya.

kami juga sama2 menghadapi amukan seorang teman saat dia "tinggi" dan mengamuk di sebuah RS swasta di jakarta tengah malam buta sehabis menikmati sajian musik di taman pojokan saya.

saya tahu, banyak orang menilai taman bermain saya ini adalah sekumpulan orang-orang yang "murtad". orang-orang tak beragama.

tapi sungguh, meskipun saya berada diantara para "penyembah pohon", saya justru menemukan cinta Tuhan di dalamnya.

Disini dan bersama teman-teman ini, saya justru mengerti betul arti Tuhan itu satu dan kita yang beda, saya juga belajar Tuhan itu maha penyayang dan betapa hebatnya Tuhan.

betapa tidak. saya melihat jelas toleransi antar kami disini. dannn....justru disinilah saya makin belajar untuk mencintai agama saya. tuhan saya. hidayah memang selalu datang darimana saja.

saya bertemu orang-orang hebat disini.

hebat bukan karena gelar yang mereka dapat. hebat bukan karena penghargaan yang sudah pernah mereka menangi (yah memang sekolah ini banyak mencetak juara di jurnalistik), mereka hebat kerana jiwa mereka dalam menaklukan hidup. menaklukan diri mereka meski sesekali mereka jatuh dan gagal. namun mereka tetap berdiri. dan itu adalah arti hebat sesungguhnya buat saya.

ada seorang kawan yang mampu mengeluarkan dirtinya dari rumah tangga yang penuh KDRT dan akhirnya menemukan lelaki yang mampu menjadi imam dalam keluarga.

saya juga bertemu seorang rocker yang memiliki sex apppeal teramat tinggi. siapapun yang melihatnya yakin langsung tertarik padanya. hobinya dulu merusak segala yang ada didekatnya bila sedang marah. handphone, kursi samapai gitar dan kini, ia adalah seorang ibu yang lemah lembut dan penuh kasih. hebatkan?

banyak kisah yang kami toreh di pojok utan kayu ini. kisah bunuh diri berkali-kali dimulai menjatuhklan diri dari atas ketinggian samapai minum pil kb. ada juga kisah si anak terbuang namun selalu penuh kasih pada semua. meski selalu jadi korban bully kami, ia tak pernah merasa jera dan merasa tersinggung pada bully-an kami. yah mungkin ini gara-gara urat malu dia sudah putus habis. apapun, dia selalu jadi bintang yang dirindukan sekaligus dicaci di pertemanan kami hihihi.

saya punya banyak teman dan saudara disini.

malam saya selalu menyenangkan di pojok utan kayu. mulai dari tower dengan sejuta kisahnya, selasar studio bawah lengkap dengan tukang martabak yang mengiming-imingi kami beli 10 gratis 1 tapi ketika kami sudah dapat 9 dia gak jualan lagi. belum lagi meja-meja dan kursi kedai yang jadi saksi berapa botol minuman kami habiskan dan berapa batang rokok kami hisap buat menemani kisah kami.

saya ingat di salah satu pojokannya saya juga pernah memaki-maki seorang atasan dengan nada suara tertinggi yang saya pernah keluarkan. ini gara-gara ketidakprofesionalannya. menghakimi sesuatu yang sebetulnya dia takuti sendiri.

belum lagi pohon mangga lengkap dengan penghuninya yang rajin menyambangi kami yang kerja malam. ahhh ya, studio tentunya. tempat paling nayaman buat sekedar merebahkan punggung dan meluruskan bulu mata jika kantuk tak kunjung berlalu.

ah saya rindu semua itu. rindu pada teman yang telah begitu kokohnya menjadi sandaran dan bahu buat saya menangis di kala putus hubungan cinbta dengan seseorang di masa lalu.  teman yang selalu sigap mengantarkan saya makan siang saat saya hamil dan berubah jadi vampir.

selalu menarik mendengarkan kisah mereka. selalu menarik juga untuk sekedar berbagi tawa dengan meledek kawan yang memang selalu dengan lapang dada menjadi bahan bully kami.

mengutip om lenon dan mas paul, maka inilah tempat yang punya banyak arti dan selalu saya ingat. There are places I remember all my life. And this place, definitely the one.

satu persatu dari kami memang sudah "meluluskan' diri dari sekolah ini. Some have gone and some remain. pojokan sayapun tidak lagi sama. namun, saya yakin ilmu yang saya dapat disana tidaklah akan luntur. juga pertemanan kami.

tak perlu banyak ayat. tak perlu banyak doktrin bahwa ini tempat kerja tempat untuk mencari nafkah hingga harus menyikut teman demi menaikkan pamor.

di pojokan itu saya pernah marah, menangis, dicinta, mencinta dan.....tertawa. eh di bom juga deng xixixixxi.

ahhh saya rindu pojokan saya. saya rindu bahu saya. saya rindu kalian kawan......semoga kita bisa bertemu lagi dan tetap menjadi teman samapai kapanpun.


*catatan saya buat orang-orang hebat yang dengan bangga saya sebut sebagai teman, sahabat dan saudara

Monday, April 15, 2013

Melawan Lupa

"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa...."

Potongan lirik lagu odong-odong yang rajin saya nyanyikan buat nidurin Tian. Entah mungkin suara saya yang terlalu enak didengar atau karena Tian malas mendengar ambunya melolong, biasanya sih otomatis kepala Tian direbahkannya ke pundak saya dan ia langsung tertidur kalau saya sudah samapai di lagu itu (yang biasanya sudah lagu ke 77 dinyanyikan buat menina bobokan Tian hehehe)

Entahlah kenapa lagu itu selalu ada di alunan tidurnya Tian. Mungkin karena nadanya yang enak buat boo atau mungkin karena liriknya yang dalammm sekali. Entahlah. Yang saya tahu setiap kali saya menyanyikan itu selalu rasa itu yang muncul. Dan sesudahnya bisa ditebak, mata sayapun berkaca-kaca.

Lagu itu mengingatkan saya pada sosok mamah. Perempuan yang sudah mengandung dan melahirkan saya juga membesarkan saya di dunia ini.

Eitsss tenang, mamah masih hidup kok. Setidaknya setiap sebulan sekali saya pulang ke Bandung, saya bisa melihat sosok beliau. Tapi ya cuman samapai disitu saja. Cuman fisiknya saja yang saya bisa lihat dan raba. Lainnya? Saya tak tahu keman perginya.

Oke, sebelum hadirot sekalian bingung saya harus samapaikan kalau mamah saya saat ini tengah sakit. Para ahli menyebutnya sebagai dimentia atau pikun dini.

Demensia (bahasa Inggris: dementia, senility) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.[1] Demensia bukan berupa penyakit dan bukanlah sindrom.
Pikun merupakan gejala umum demensia, walaupun pikun itu sendiri belum berarti indikasi terjadinya demensia. Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu mereka lambat laun kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional, sering hal tersebut menjadi tidak terkendali.
Banyak penyakit/sindrom menyebabkan demensia, seperti stroke, Alzheimer, penyakit Creutzfeldt-Jakob, Huntington, Parkinson, AIDS, dan lain-lain. Demesia juga dapat diinduksi oleh defisiensi niasin.[2]
Demensia pada Alzheimer dikategorikan sebagai simtoma degeneratif otak yang progresif. Mengingat beban yang ditimbulkan penyakit ini, masyarakat perlu mewaspadai gangguan perilaku dan psikologik penderita demensia Alzheimer.[3

Nah itu kira-kira pegertian dimensia menurut situs wikipedia.

Dan itulah pula yang sekarang tengah dialami mamah. Secara fisik tampilannya adalah seorang perempuan usia 62 tahun. Namun, segala tindak tanduknya tak lebih dari seorang anak usia 5 tahun. Inilah yang kemudian membuat saya selalu bingung kalau ditanya orang bagimana keadaan mamah. Beliau memang sehat secara fisik namun.....ya gitu deh.

Kami, terutama papah dan teteh harus ekstra hati-hati menjaga beliau. Tak heran kalau kemudian pintu rumah kami selalu terkunci. Ini terpaksa kami lakukan mengingat mamah pernah "nyelonong" pergi dari rumah dan pergi entah kemana. Karen penyakitnya itu, beliau tidak lagi bisa membedakan realita dan hayalannya.

Bukan hanya itu, mamah tak lagi mengingat anak-anaknya. Bahkan mungkin namanya. Ia hanya tahu dirinya adalah mamah. Itupun karena kami memanggilnya begitu. Pada teteh yang berada di rumah atau saya mamah selalu menganggap kami kakaknya bukan anaknya. Beliau tak mengingat pernah melahirkan kami.

Ahhh...saya kembali berkaca-kaca kalau mengisahkan ini.

Ini juga yang membuat saya selalu berkaca saat menina bobokan Tian dengan lagu andalan nomer 77 tadi.

Saya tak tahu apakah benar kasih ibu sepanjang masa karena itu tak saya rasakan lagi pada beliau yang Tuhan takdirkan sebagai ibu saya.

Sering banget saya merasa iri pada kawan-kawan yang berkisah tentang ibu mereka. Mereka bisa menceritakan kegalauan mereka tentang pasangan mereka, mual dan nyerinya saat hamil atau bahkan didampingi saat melahirkan. Beuhhhh....saya IRI!!! Sumpah.

Saya tak punya itu.

Kadang, saya juga merasa kasihan pada Tian. Ia tak mengenal eninnya seperti kakak sepupunya mengenal eninnya. Tian tidak tahu betapa eninnya itu dulu sangat pintar memasak. Saking pintarnya, kadang kawan-kawan saya menyengajakan mampir ke rumah hanya untuk mengintip apakah mamah masak empal gentong Cirebon yang jadi jagonnya. mamah juga rajin sekali mencoba beberapa penganan untuk dimasak dan dinikmati oleh kami para kurawa di rumah.

Ahhh...saya beberapa kali menahan air mata saat ibu kos yang rajin masak dan mengumpulkan alat-alat masak berbagi hasil masakannya pada saya dan mr rius. Hancur rasanya hati mengingat mamah dulu suka banget melakukan itu.

Saya juga kadang merasa kasihan pada mr rius. Ia mengenal mamah hanya sebentar. Ia belum juga pernah merasakan bagimana mamah selalu baik pada semua tamu dan selalu senang menyuruh tamu untuk makan (ini turunan dari nenek nih penyakit nyuruh tamu makan...ihhh ngabisin jatah aja!). Tapi ya, saya bersyukur, saat mamah mulai bertingkah "aneh", mr rius tetap mau menerima keadaan saya tanpa kemudian balik kanan bubar jalan karena takut pasangannya nanti mengalami hal yang sama.

Jujur, saya takut suatu hari nanti bakalan mengalami hal yang sama dengan yang beliau alami. Saya takut kalau suatu hari nanti saya tak mampu lagi mengingat segala hal indah dan buruk yang pernah terjadi di kehidupan saya. Saya takut kalau saya samapai lupa masa-masa abegeh saya bersama mr jerk.

Saya juga takut kalau saya tak mampu lagi mengingat masa indah saya bersama mr rius. Dannn yang paling saya takutkan adalah saya tak mampu mengingat masa 9 bulan kehamilan saya juga saat-saat saya melahirkan dan membesarkan Tian.

Itu sebabnya sekarang saya rajin menuliskan segala hal yang pernah saya alami dan saya rasakan. Ini adalah cara saya untuk menolak lupa. Menolak menjadikan diri saya mengalami hal yang sama seperti mamah.

Saya percaya Tuhan enggak tidur. Ia pasti memberikan semua ini pada keluarga kami dengan maksud yang baik. Saya yakin itu meski terkadang rasanya ingin teriak dan memintanya mengembalikan mamah pada kami.

Sungguh saya rindu masakannya, saya rindu celotehnya, saya juga rindu bertengkar dengannya kalau kami sudah punya pandangan yang berbeda. 

Saya tahu biar bagaimana beliau tetap mamah, perempuan yang punya segudang jasa pada saya.


Tuesday, March 26, 2013

God Know Best

Tuhan Itu Maha Tahu. Karena KeMaha Tauannya itu enggak mungkin Tuhan Kagetan

Kalimat ini saya copy paste dari kata-katanya motivator super yang tiap Minggu malam saya tonton bareng mr rius dan Tian. Kenapa buat kepentingan tulisan ini saya kuti? Karena kebetulan apa yang dibilang sama bapak super itu bener adanya.

Tuhan selalu tahu apa yang terbaik buat saya. Sumpah, saya yakin banget sama hal itu. Eh enggak juga ding, kadang saya suka sibuk menyalahkan dan bertanya dengan nada bombay tentunya Why God, Why me? Misalnya soal mamah yang sakit. Saya sibuk bertanya dan menyalahkan uhan buat keadaan ini. Biasanya moment seperti ini bakalan datang di kehidupan saya kalau saya lagi gundah gulana dan enggak punya teman buat ngobrol. Atau saat menghadapi Tian yang semakin besar semakin punya banyak mau.

Beuhhh....pasti deh sinetron tersanjung aja kalah dengan segala kegundahan saya itu.

Bukan hanya soal itu. Soal mr rius yang sampai hari ini belum dapat pengganti tetap pekarjaannya yang dulu kerap kali membuat saya gundah gulana. Tapi, ya gitu untungnya tiap minggu saya di recharge dengan pikiran positif dari bapak super, Alhamdulillah enggak terlalu gundah gulana banget sekarang.

Saya yakin Tuhan punya maksud tertentu dengan membuat keadaan kami seperti sekarang. Huahahaha kalau kalian bilang itu hanyalah kata-kata penghibur lara? Yup, bisa jadi.

Tapi sudahlah... ada edisi lain soal itu.

Yang jelas sekarang saya paham benar bahwa Tuhan memang tahu yang terbaik buat hambanya.

Tuhan kasih saya pekerjaan sekarang ini dengan beban kerja seperti sekarang ini juga ada maksudnya sendiri. Yahhh biasalah di awal saya juga enggak langsung mengerti dengan maunya.

Saat ini saya dikasih tanggung jawab buat mengerjakan sepenuhnya program berita anak dari kantor saya. Mulai dari edisi radio samapai mengisi web, teitter dan facebooknya. Semua jadi tanggung jawab saya.

Okelah, dulu juga ini tanggung jawab saya walau tidak sepenuhnya karena saya juga berbagi dengan teman yang lain. Selain itu saya juga diberi pekrjaan lain seperti mengerjakan audio untuk iklan dan terkadan juga siaran di luar. malahan ketika awal saya bergabung di tempat ini, sayalah yang selalu keluar kota atau keluar kantor buat siaran. Namun, seiring dengan bertambahnya penghuni "rumah" kami, sayapun makin sering dikandangkan.

Gimana rasanya? Hemmm duluuuuu sekali saya merasa sedikit terabaikan. tersisihkan. Malahan jujur, saya sempat menganggap saya bukan lagi penghuni rumah ini. Bagaimana tidak. Satu per satu pekerjaan saya diambil alih oleh yang lain yang datang belakangan. Buruk sangkanya adalah apa yangs saya kerjakan dulu tidaklah bagus sampai kemudian saya dikandangkan.

Bicara soal harga diri buat seorang Scorpio, ya ini adalah harga diri sekali ya bo.

Saya malahan juga tidak lagi mengerjakan iklan-iklan yang dulu saya kerjakan sebelum cuti melahirkan. malahan saya pernah dengar selentingan kalau pengganti saya ini hebat banget bikin iklannya, dan gara-gara beliaulah iklan di radio kami jadi banyak kliennya.

Sakit hati? Awalnya. Tapi sungguh saya kemudian tidak lagi merasa begitu. Yah mungkin karena bapak super itu selalu bilang sabar itu imbalannya dari Tuhan xixixixixi.

Tapi benar loh kata bapak itu, Tuhan itu Maha Tahu. Tuhan tahu kalau saya cuma tinggal bertiga bareng mr rius dan Tian. Kalau saya sibuk saya enggak bakalan bisa lagi memegang Tian. Kalau saya pulang malam terus, Tian enggak bakalan bisa ketemu ibunya. Kalau saya siaran terus, saya juga mungkin enggak bisa masakin Tian lagi. Jadilah sekarang saya benar-benar merasa Tuhan itu sayangggggg banget sama kami. Khususnya pada Tian.

Tuhan tetap membiarkan ambunya Tian buat punya banyak waktu, tenaga dan pikiran hanya buat Tian dan abinya.

Ahh Tuhan, jatuh cinta lagi saya padaMu.

Monday, March 25, 2013

Working Mom

Beberapa bulan lalu saya sempat baca-baca tips seorang kawan yang saya kenal di dunia maya soal bagaimana menjalankan dua fungsi, sebagi ibu dan sebagai seorang pekerja. Ini tips dari blog kawan saya itu:
  • Buat rencana
Di kantor, biasanya kita “dituntut” untuk bisa menentukan rencana kerja beberapa waktu ke depan. Rencana itu biasa terpampang jelas di softboard atau meja kerja. Nah, untuk di rumah, saya pun mulai menyusun menu mingguan dan menempelnya di papan pesan. Manfaatnya, saya jadi lebih mudah menentukan bahan makanan yang harus dibeli dan diracik sebelumnya. (hari sabtu pagi, saya belanja ke pasar dan minggu pagi saya meracik bumbu-bumbu lalu menyimpannya dalam lemari pendingin). Acara memasak pagi-pagi sebelum ngantor jadi nggak ribet lagi. Lumayan menghemat waktu dan tenaga lho !
  • Koordinasikan saja
Pengaturan tugas di rumah juga harus dilakukan dengan jelas, lho. Meskipun pelaksanaannya kemudian bisa lebih fleksibel karena disesuaikan juga dengan kondisi, tetapi “pengaturan tugas” yang jelas akan membuat kita jadi lebih bertanggungjawab.
  • Pelaksanaannya…
Kita tak bisa bekerja sendiri bukan ? Seperti kepada atasan, rekan kerja atau bawahan di kantor yang biasa berhubungan secara lisan atau tulisan via notes atau email, pekerjaan atau pesan untuk orang rumah juga bisa disampaikan secara tertulis pada secarik kertas yang ditempel di papan pesan, kulkas atau whiteboard.
  •  Evaluasi rencana dan pelaksanaannya
Apakah Vel sudah minum vitaminnya ? Apakah titipan untuk tetangga sebelah sudah diberikan? Nah, sepulang kantor saya bisa mengeceknya dari checklist yang saya tinggalkan di papan pesan. Setiap selesai mengerjakan “tugas”, daftar tugas yang ada harus diberi tanda.

Berbekal tulisan teman ini, sayapun pede untuk menjalankan atribut baru saya sebagai....working mom (ah istilah ini memang keren terdengarnya heheheh).

Meskipun tentunya bakalan berbeda ya apa yang ditulis dalam artikel kawan saya itu dengan kehidupan saya sendiri. Misalnya, saya enggak punya si mbak yang akan saya serahi tanggung jawab buat mengurus rumah selama saya bekerja. Atao, saya juga enggak punya si mbak atau ibu atau siapapun lah yang bakalan saya mintai tolong menjaga Tian.

Saya cuma punya mr rius, abinya Tian. kami memang hanya tinggal bertiga. Makanya kalau kemana-mana pasti deh selalu bertiga.

Selain soal orang-orang yang dimintai membantu selama absennya saya di rumah, kami juga punya perbedaan mendasar yaitu, saya tidak tinggal di rumah. Kami memang tinggal di rumah kos-kosan tepat di belakang kantor lama. Meskipun saya pengen sekali memasak, kami tidak diijinkan untuk membawa kompor ke kamar. Jadilah, dengan siijin ibu kos, saya sering ikut memasak di dapurnya. Ini terutama setelah Tian mulai makan-makanan pendamping ASI.

Oke, saya berusaha membuat segala perbedaan itu bukanlah sesuatu yang bakalan membuat status saya sebagai working mom terganggu. Saya ingat nasehat seorang sahabat, kalau suami sudah merestui, bismillah saja, yakin pasti bisa.

Apakah semua seperti itu?

Huaaaaa saudara-saudara, ternyata TIDAK!! BIG NO!!!

Mr rius memang mengizinkan saya mengambil alih tugasnya sebagai pencari nafkah utama di keluarga, sementara ia belum lagi dapat pekerjaan baru. Maka dengan restunya, saya coba buat menjalani semuanya.

Ternyata enggak mudah ya bo buat bisa berada di semua posisi tanpa harus mengorbankan yang lainnya? Huks huks huks....

Saya memang sedikit lebih tenang karena Tian berada di tangan yang bisa saya percaya. Bapaknya sendiri. Namun tetap saja, saya ibunya. Maka hari-hari saya selalu berisi kegiatan rutin yang sama.

Pagi hari dimulai dengan ritual ibadah. Lalu saya mulai mebereskan rumah. Menyapu, mengepel, membereskan mainan Tian, membereskan tempat tidur, mencuci peralatan makan dan menyusui Tian. Setelah urusan semua itu selesai, giliran memasak makanan buat Tian. Ini biasanya baru bisa saya lakukan kalau ibu kos sudah membuka pintu dapurnya yang tepat di depan kamar kami. Untunglah kami boleh masak. Dengan begini Tian berhasil lolos dari perangkap makanan instant. Walau sekali dua saya kasih juga makanan instant hehehehe.

Oh ya, saya juga masih harus menyiapkan makan mr rius dan saya juga tentunya. Urusan enggak cuma nyampe disana. Selesai mandi biasanya saya harus menyusui Tian (salah satu tips ibu bekerja yang saya dapat juga dari artikel2) dan memeras ASI buat bekal selama saya mengantor. Urusan rumah baru selesai disini. Lanjut ke kantor.

Jam makan siang saya habiskan dengan pulang ke kosan membawakan mr rius makanan, mmenungguin Tian selagi abinya sholat dan makan, menyusui Tian dan memeras ASI.

Balik ke kantor. Sore, begitu lagi hanya kali ini tugasnya menunggui Tian saat abinya sholat ashar dan sekaligus memandikan Tian. Enggak lupa menyusui Tian dan memerah ASI.

Balik lagi ke kantor. Setiap Senin-Jumat, itu pekerjaan saya.

Cape? Kadang terasa begitu. Tapi entahlah, saya selalu berusaha berpikir positif. Paling tidak pp rumah-kantor akan bisa membantu saya menurunkan berat badan hehehehe.

Meskipun ridho, saya tahu apa yang saya kerjakan jauhhhh dari kata sempurna. Ngerti sih, saya juga bukan manusia yang sempurna. Kadang saya merasa serba salah. Misalnya, kalau kerjaan di kantor lagi banyak, ini membuat saya harus pulang telat. Nah kalau begini, yakin deh saya bakalan dimanyunin sama mr rius.

Hal sebaliknya juga. Beberapa orang mungkin menganggap saya seenaknya di kantor.

Ahhhh...menyenangkan semua pihak memang sulit ya.

Yah mungkin saya yang masih belum gape memanage waktu saya. Meskipun sekarang, saya berusaha buat jadi multitasking mom. Misalnya, sambil nyuci baju saya nyambi nyapu dan ngepel juga masak buat tian. Enggak lupa juga sambil menyiapkan sarapan saya dan mr rius. Untungnya mr rius bukan orang yang susah makan. Cukup susu dan roti isi, selesai.


Saya juga tidak lagi memerah ASI di rumah. Tapi di kantor meskipun di kubikel dan ditengah orang banyak. Pake apron saja. beres. kanapa saya memilih ini? Yah biar saya masih tetap bisa mengerjakan tugas saya di kantor buat menggugah berita di laman daring. Saya juga enggak makan di rumah. Makan sambil ngetik, meski ngetiknya pake jari 11 hehehehe. Lagi-lagi biar semua pekerjaan dan tugas saya bisa saya selesaikan.

Saya juga berusaha buat enggak menolak pekerjaan apapun yang dikasih ke saya termasuk siaran pagi di luar studio. Saya hanya harus menyesuaikan jadwal rutin tugas di rumah dengan kerjaan kantor. Misalnya, saya enggak mandiin Tian dulu tapi nanti setelah selesai siaran. Atau, saya enggak masak buat Tian tapi beli bubur yang sudah jadi.

Saya juga mengorbankan waktu saya buat bergosip ria dengan beberapa teman dekat. Meskipun, bergosip ria kesana kemari enggak ada juntrungnya ini jadi hiburan saya satu-satunya. But, hey sacrifice is a must!

Semua itu saya percayai sebagai langkah kompromi buat bisa berada dan menyenangkan hati semua orang, meskipun tetap ya....susahnya minta ampun.

Yah, mungkin benar saya yang harus lebih belajar lagi buat jadi ibu, istri dan pekerja yang baik. Minimal bener dulukan ya. Sempurna sih cita-cita.

Yang jelas, saya enggak berusaha buat minta dimengerti, dispesialkan atau apapun bahasanya baik itu oleh mr rius ataupun kantor. After all, i'm not the only  working mom in the office. Makanya saya juga enggak bisa dan enggak pernah minta di istimewakan.


ps: lerning lesson nya adalah: tinggallah dengan ibu/mertua ditambah punya babysitter dan asisten rumah tangga yang mumpuni! hehehehe

Friday, January 18, 2013

Indonesia Bukan India (Betapa lupa datang begitu mudah)

Bukan cuma India yang lagi dihebohkan dengan kasus pemerkosaan. Indonesia juga lagi ngalamin hal yang sama. Terutama setelah adanya berita soal RI (11) yang meninggal dan dikabarkan mengalami kekerasan seksual. Namun, ada yang berbeda apa yang terjadi di India dan di Indonesia.


Di India, pasca meninggalnya seorang mahasiswi setelah sebelumnya ia menjadi korban pemerkosaan, semua masyarakat India bersuara keras soal kasus ini. Bukan hanya masyarakat biasa tapi juga para selebritis dan juga para pejabat negara. Semua sepakat untuk mengutuk keras tragedi ini. Enggak cukup samapai di sana, hukuman mati bagi para pemerkosa inipun diamini semua lapisan masyarakat untuk dijatuhkan pada para pemerkosa.

Lain di India lain pula di Indonesia.

Di Indonesia kasus pemerkosaan seolah cuma jadi berita angin lalu saja. Kalah heboh dan hebatnya dibandingkan dengan berita nomor urut partai politik atau mungkin juga berita kasus korupsi Hambalang. Opini soal kasus inipun terbagi dua.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ngotot agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan hukuman mati bagi para pemerkosa. Di sisi lain malahan tuntutan KPAI ini dijawab dengan becandaan ala calon Hakim Agung.

Pernyataan ini terlontar dari mulut M. Daming Sunusi saat ditanya salah satu anggota Komisi III DPR dalam fit and proper test calon Hakim Agung, terkait soal hukuman mati untuk pemerkosa. Pak Daming Sunusi menolak pemberian hukuman mati untuk pemerkosa karena menurutnya, “”Yang diperkosa dengan yang diperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati”. Pernyataan ini , langsung mengundang gelak tawa, termasuk sejumlah anggota Komisi III.

Apa yang dikatakan oleh calon hakim agung ini kontan saja mendapat tanggapan dari banyak kalangan.
KPAI, Komisi Yudisial (KY) dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP&PA) adalah lembaga-lembaga yang dengan tegas menolak apa yang disampaikan oleh calon hakim agung tersebut. Malahan beberapa anggota DPR juga menyatakan penolakan terhadap apa yang diutarakan oleh Hakim Daming.

Permohonan maaf atas “bercandaan” tersebut memang keluar juga dari mulut pak hakim. Tapi terlambat. Usai pernyataan itu terlontar, banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar DPR ngga meloloskan Pak Daming jadi Hakim Agung. Bahkan Komisi Yudisial, sebagai pengawasa para hakim, ikut memanggil Pak Daming untuk meminta keterangan terkait pernyataannya itu.

Namun,  enggak semua orang kontra dengan Hakim Daming.

Anggota Komisi III Martin Hutabarat mengatakan bisa memahami pernyataan calon Hakim Agung Muhammad Daming Sunusi. Malahan Pak Martin bilang hukuman mati bagi pemerkosa juga enggak perlu ada. Yang penting adalah hukuman berat.

“Pernyataan itu dapat dipahami, sebab ada juga pemerkosaan itu dilakukan dalam keadaan mabuk, ikut-ikutan, atau anak-anak remaja yang tergoda oleh penampilan yang merangsang dari wanitanya dan sebagainya,” kata anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat.

Menurut Martin perbuatan bejat (pemerkosaan) seperti itu harus dibedakan dengan pemerkosaan yang disertai pembunuhan atau mengakibatkan meninggalnya korban perkosaan seperti yang terjadi di India dan ramai diberitakan minggu lalu.

Terhadap perkosaan karena mabuk, pengaruh obat dan sebagainya, Martin setuju pendapat yang menyatakan tidak perlu dihukum mati, tapi harus dihukum seberat-beratnya.

“Misal dihukum 20 tahun atau kalau perlu hakim berani membuat terobosan berupa hukuman seumur hidup, Tapi tidak perlu dihukum mati,” kata Pak Martin.

Pak Martin punya alasan kenapa kasus pemerkosaan enggak harus dihukum mati. Katanya, kondisi kota besar kayak Jakarta banyak perempuan yang  sudah tak mementingkan keperawanan juga menjadi pertimbangan hakim untuk memutus perkara perkosaan.

“Di banyak kota besar seperti Jakarta berdasarkan hasil survei wanitanya hampir 50 persen sudah tidak perawan lagi. Hal ini menjadi faktor penilaian hakim dalam memutus suatu perkara, sehingga tidak sampai menghukum mati seorang pemerkosa yang perbuatannya hanya terbatas perbuatan bejat, itu saja,” imbuh anggota Komisi III ini.

Hmmm…..kemarinnya dibilang kasus pemerkosaan dijadikan bahan becandaan. Sekarang dibilang enggak masalah karena korban sudah enggak perawan lagi. Kalau kata Sobat Teen gimana?

========
Tulisan ini dimuat di www.teenvoice.co.id

Ada hal yang enggak bisa saya tuliskan di web itu. Maklum pembacanya anak-anak. Oke sekarang waktunya.
Sumpah, saya enggak habis pikir dengan orang-orang kita. Kalian bisa menjadikan hal perkosaan sebagai bahan becandaan? Gimana rasanya kalau yang diperkosa itu anak perempuan kalian? adik kalian? apakah kalian masih bisa tertawa selapas itu?
Jika memang perempuan sudah tidak perawan lago, apa artinya dia boleh diperkosa? Dia boleh dilecehkan harga dirinya? Jika perempuan yang sudah tidak perawan itu adalah anak perempuan kalian, adik perempuan kalian atau malah ibu dan istri kalian, apakah bisa cengiran dan kata maklum itu keluar dari mulut kalian?
Ini yang disebut budaya timur nan agung? Ketika kejahatan terus terjadi pada perempuan, selalu yang kalian tuding perempuannya. Hanya karena kalian enggak bisa menyarungkan sahwat kalian lalu kalian bisa tertawa begitu saja?
lepaskan, tolong lepaskan tasbih itu dari tangan kalian. Sorban itu dari bahu kalian atau peci itu dari kepala kalian. Tolong....lepaskan!!!!

Saturday, December 8, 2012

Meet My Lovely Tian!!

It's been 6 month. And how it feels? Being a mother? Wonderful. Ajaib. Alhamdulillah.

Yeah, benar. Saya cuma bisa punya kata-kata itu saja untuk bisa menggambarkan rasa yang ada di hati saya kalau saya ditanya "gimana rasanya jadi ibu?"

Selama 6 bulan  ini setiap hari terutama saat malam-saat saya hendak menutup mata- dan melihat tepat di dada saya sedang tertidur dengan pulasnya laki-laki kecil yang selama 9 bulan saya panggil utun.

It feels so amazing!
Saya enggak pernah menyangka bisa memiliki si kecil ini terutama di usia saya yang sudah enggak muda lagi. Melihatnya tertawa, menangis, bermanja-manja pada saya dan bapaknya dan juga melihatnya tumbuh jadi keajaiban Tuhan yang enggak pernah lepas saya syukuri.

Bukan jalan mudah bagi saya buat mengasuh utun yang kemudian saya namai Bastian Krisnatama Pradipta--Pemimpin dengan jiwa layaknya dewa Krishna dan manusia pilihan.

Sejak Tian-nama panggilan jagoan saya itu--lahir praktis saya sendiri yang memegangnya. Memandikan, mengganti popok, menyusui, hingga membereskan semua keperluannya.

Saya tidak memungkiri kebaradaan mr rius, ayah saya, kakak perempuan saya hingga eping. Mereka benar-benar sudah membantu saya banyak buat mengasuh Tian.Tapi semuanya tetap saya yang pegang. Itu sebabnya saya merasa benar2 terganggu ketika ibu mertua saya terus memaksa untuk memberi Tian makan saat usianya sudah masuk 4 bulan. Atau juga jadi merasa begitu hancur lebur saat dokter sempat mengatakan kalau Tian gagal tumbuh.

Duarrrr......kiamat rasanya. Sungguh. Dan makin enggak membantu saat mr rius bukannya memberi saya dukungan malah seperti turut menghakimi saya. Sumpah. rasanya hancur hati saya. saya memang mati2an buat menyusui Tian secara ekslusif selama 6 bulan. Saya mau kewajiban saya sebagai ibu terpenuhi buat. Dan ketika Tian dibilang gagal tumbuh rasanya oh no......mau mati banget.

Air susu yang dengan susah payah saya hasilkan di tengah ke galauan hati saya ternyata dianggap tak mampu memenuhi kebutuhan gizi Tian. Air susu yang dengan susah payah saya keluarkan di tengah segala keterbatasan ekonomi keluarga, dianggap tak bagus untuk buah hati saya.

Tapi sumpah. Saya bertekad untuk terus menyusui Tian.

Sesakit apapun hati saya. Selelah apapun tubuh saya. Sesedih apapun jiwa saya. Saya engak peduli. Saya yakin air susu sayalah gizi terbaik buat Tian.

Setiap hari saya selalu bilang "Payudara, ayo kita hasilkan susu yang banyak buat Tian. Insya Allah kita bakalan bisa memenuhi haknya Tian sampai ia berusia 2 tahun." Dan alhamdulillah itu yang membuat saya tetap kuat bertahan.

Syukurlah saya bisa melalui 6 bulan krusial di hidup Tian. Kini Tian tumbuh dengan sangat baik. Beratnya memang tidak terlalu besar. Tian enggak gendut. Tapi dia lincah bukan main. Di usia 5 bulan dia sudah bisa duduk. Di usia dia 6 bulan dia sudah mulai merangkak. Dan kini dia sok jago sedang belajar jalan. Hahahahaha kecepatan tuh de hihihi.....

Tian juga sudah mengenal namanya sendiri. Sehingga dia tahu persis kalau dirinya yang sedang dipanggil. Rasa ingin tahunya juga besar sekali. Setiap kalai saya dan mr rius sedang ngobrol, maka Tian akan dengan sangat serius memperhatikan obrolan kami. Ahhh sungguh enggak akan ada habisnya ngobrolin soal bagaimana Tian.

Saya enggak bisa minta lebih lagi sama Tuhan. So if you ask me, do i feel happy? Absolutetly!! I'm happy being a mother. Thanks God.....

Tian sesaat setelah lahir dan di tarus di atas perut saya. Proses IMD pun dimulai.



MPASI Tian dengan sukses bersama pisang made in Mang Asep


Isn't he so adorable?

Gak mirip blassss sama ambunya


Thursday, May 17, 2012

cak lukik. motoris dan lady gaga

bekerja di sebuah media massa khususnya radio buat saya sangat menyenangkan. saya bisa bertemu dan kemudian ngobrol dan belajar hal baru dari para tamu yang datang ke kantor saya atau yang saya datangi untuk wawancara.

sama seperti minggu siang itu. saya kebetulan gak pulang ke bandung karena semalam baru dari nikahan keluarga mr rius. jadi daripada saya menganggur gak jelas di kamar kosan, lebih baik nginet gratisan di kantor. kebetulan pagi itu sahabat saya denis yang jadi penyiar. maka berjalanlah saya menuju kantor.

saat menjelang siang tiba-tiba ada sepasang suami istri yang datang. mereka bilang mereka tamu buat talkshow jam 1. wahhh...saya yang sudah enggak siaran lagi di radio hijau ini agak bingung ketika mereka bilang mereka tamunya. untunglah pertemanan saya dengan beberapa teman di radio hijau yang masih anak perusahaan kantor saya masih sangat akrab. saya teleponlah teman saya asrul sang produser. dan iya mereka itu adalah tamu dari bacpaker dunia (bd). so being polite saya menemanilah dua tamu ini. dan....saya tidak menyesal menghabiskan waktu saya di kantor terlebih lagi berbincang dengan mereka.

namanya cak lukik. boleh deh buka fb-nya. beliau (yang saya taksir usianya sekitar 40an) adalah orang Indonesia ke-2 yang pernah mendaki gunung himalaya. sudah 15 tahun yang lalu ia mengunjungi himalaya. dan itu ia lakukan dengan cara bacpakeran. wowwww.....sungguh saya terpesona dengan ceritanya. tapi bukan hanya itu. obrolan kamipun berlanjut dengan sanagat serunya. dari sekedar just being polite pada narsum sampai pada tahap yang lain.

"tahun kemarin kami jalan2 ke pakistan. tepat di perbatasan daerah konflik".

saya cuma bisa melongo. get real? ke pakistan? liburan? backpakeran?

jenuh dan merasa enggak ada tantangan kalau sekedar jalan2 menikmati alam dan pemandangan di eropa atau amerika. itu alasan utama mereka. enggak ada yang unik. maka jadilah daerah konflik jadi destinasi mereka berlibur. namun disana justru banyak seninya.

pakistan bukan hanya jadi destinasi mereka. tahun sebelumnya mereka berkunjung ke areanya dalai lama di tibet. nah ini yang bikin saya shock. cina dengan sangat represifnya menolak hampir semua hal tentang dunia lain untuk menyentuh tibet. so, gimana caranya mereka bisa kesana? benar nampaknya peribahasa masih banyak jalan menuju roma. hanya kali ini jalan menuju tibet. susah lewat cina maka mereka berjalan lewat nepal. negara yang enggak kalah konflik di banding negara tetangganya.

mulai dari visa yang macet keluar sampai mereka benar2 jadi alien and they become illegal alien di negara yang sedang dan penuh konflik. namun sungguh mereka bertutur betapa pengalaman mereka itu worthed banget.

enggak usah deh nanya soal gimana indahnya pemandangan disana. karena sungguh bedaaaa banget, kata mereka. tapi yang juga harus dicatat adalah bagaimana kultur masyarakat sana juga membuat mereka benar2 kagum. cak lukik dan istri berkisahlah bahwa jalan2 disana kecil sekali. ini yang membuat jalan disana ruwet. tapi lucunya enggak ada kata macet. yang ada hanya saat yang bersamaan dua mobil berlainan arah bertemu. namun lucunya mereka tidak pernah menyalakan klakson mobil terlebih kemudian saling adu ngotot untuk mendapatkan haknya berjalan duluan. yang ada mereka turun dari mobil. saling tertawa lalu mengakhirinya dengan berpelukan dan entah bagimana caranya salah satu selalu menjadi orang yang mengalah dan memberikan jalan bagi yang lain.

it's so amazing.

saya enggak yakin yang begini bakal kejadian di jakarta. ahhh....mimpi kali ya kalau yang begini kejadian di jakarta.

apa yang mereka ceritakan itu entah mengapa kemudian membuat saya teringat pada sebuah imel yang mampir di imel kantor. kisah tentang seorang warga jakarta biasa dengan rutinitas sehari2 yang biasa. dengan keluhan biasa. kisah di imel diawali dengan si empunya cerita yang berkisah bagaimana ia sengaja berjalan kaki selepas menunaikan hak dan kewajiban buat makan siang. tempat makannya tidak jauh dari kantor. maka iapun memutuskan berjalan kaki. biar sehat dan enggak bikin stress. maklum siang itu jakarta macet banget. lalu tiba2 ia di klakson dengan sangat kerasnya oleh seorang motoris. tapi ia cuek aja. kenapa cuek? karena si empu cerita ia berjalan di trotoar. taukan trotoar itu memang tempatnya pejalan kaki. maka ia lempeng jaya. sampai kemudia ia dipentung oleh si motoris.

motoris ini marah2 gara2 merasa jalannya dihalangi. tau dong akhirnya kemana? mereka adu mulutlah. motoris merasa enggak salah karena jalan utama macet maka ia merasa berhak buat pindah ke trotoar. sementara pejalan kaki juga enggak mau kalah dong. trotoarkan diciptakan buat pejalan kaki. adu mulut hingga nyaris adu otot pun tak terhindarkan samapai ada seorang polisi yang melerai.

nah ini ada lagi kejadian lucu.

sang polisi awalnya menyalahkan motoris yang mengambil jalan pejalan kaki. namun tiba2 polisi ini malah bebalik menyalahkan pejalan kaki dan memarahinya tepat setelah motoris menyebutkan identitasnya yang pengacara dan menunjukkan otot kawat tulang bajanya.

oowwwww......disini saya cuma bisa diam dan bingung harus tertawa atau bagaimana.

makjan beda kali apa yang jadi cerita cak lukik dengan apa yang saya baca di imel itu. and guess what?kisah di trotoar bukan hanya satu2nya kisah "tragis" yang dialaminya. namun intinya dari rangkaian cerita itu yang bisa saya pertanyakan adalah what's wrong with this country? apa yang salah dengan negara saya ini? negara yang dulu penduduknya selalu dibilang ramah, bermoral, beriman dan beragama. omg...saya enggak lihat itu lagi.

dengan mudahnya orang bisa menganiaya atau malah kalau perlu membunuh orang lain kalau merasa dirugikan. politisi sibuk mengisi pundi mereka entah dengan uang yang memang haknya mereka atau bukan. kalau enggak begitu mereka sibuk bikin film porno. fiuhhh....ini yang dibilang bangsa yang bermoral?

akhirnya semua ini membawa saya pada kegelian tersendiri ketika kini dengan lantangnya kemudian polri menolak konser lady gaga dengan alasan tidak sesuai dengan budaya indonesia dan ditakutkan merusak moral anak bangsa. jujur, saya tersinggung. saya bukan penggemar lady gaga. tapi beberapa lagunya saya suka. lalu apakah dengan begitu moral saya jadi rusak? rasanya sih saya enggak pernah zina dengan laki2 lain. saya cuma melakukan dengan suami saya. saya juga enggak korupsi tuh. meskipun kebutuhan saya banyak. saya juga alhamdulillah sampai hari ini masih tau menempatkan emosi saya dengan baik. saya enggak dan-mudah2an- enggak nyampe ngumbar emosi ke orang. lalu moral saya rusak sebelah mananya ya? saya nonton loh video2nya beyonce, katy perry sampai lady gaga. juga menikmati lagu2 mereka.

apakah ia menonton lady gaga selama 2 jam di konsernya bakalan merusak moral semua anak bangsa ini? helooo...yang nonton juga terbatas kaleee. tiketnya aja ampun2an mahalnya. terbatas dong yang bisa nontonnya? berapa banyak sih daya tampung gbk? emang semua anak indonesia bakalan masuk? lalu apakah iya moral bangsa ini terletak di selangkangan dan bagian lain tubuh lady gaga? lalu kalau lady gaga juga dilarang datang karena dia pemuja setan, gimana dengan anak negri ini yang lebih suka datang ke dukun atau malah ajengan buat minta barokah supaya karirnya sukses, percintaan mulus dan musuh menyingkir? bukannya itu sama aja dengan muja setan ya? atau saya yang salah mengartikan?

masih ingat dengan group last ketchup yang dulu pernah suskses membawakan lagu asereje? dulupun sempat ada kontroversi kalau lagu mereka ini adalah lagu pemujaan pada setan. coba didengar dengan cara mebalikkan liriknya. gubrakkkkk.....semua lagu bukannya jadi aneh bin ajaib ya kalau memang dinyanyikan begini? dimana ya logikanya? tapi buktinya ketenaean mereka juga memudarkan seiring waktu tanpa bisa menunjukkan bekas gara2 lagu mereka didengar anak negri ini lantas semuanya jadi pemuja setan?

saya memang enggak hapal al quran. saya juga enggak pake jilbab dengan kerudung dan baju ekstra longgar. suami saya dan keluarga saya yang laki2 bukan golongan yang rajin pake pici putih, bercelana cingkrang dan baju koko lengkap dengan janggut panjang. ahhh....mungkin ini kenapa saya enggak bisa mengerti semua alasan mereka samapai harus ribut dan mengancam bakalan bikin huru hara kalau lady gaga tetep dateng.

saya malu. sungguh. wajah keras dan kekerasan saja yang mampu diperlihatkan anak negeri ini ketika semua yang terjadi tidak seperti yang diinginkannya.

bukannya ini malah jadi contoh betapa enggak pedenya kita sama diri kita sendiri?


Wednesday, May 16, 2012

dens

they say gay is a girls best friend.....

for me? yes it's true. i do believe that. dan note ini adalah kisah pertemanan saya dengan seorang teman yang saya sangat tak tahu harus mengatakan apa tentang sosoknya.

ceria, always be a life of the party. telling a joke or two. kira2 begitu kalau melihat sikapnya. yah saya mengambil pengandaiannya dari track of my tears. sebuah lagu yang sudah entah berapa banyak penyanyi menyanyikannya. bahkan seorang adam lambertpun tertarik buat membawakannya.

tapi itulah dia.

denis namanya. seorang penyiar di salah satu radio swasta di jakarta. selain sebagai seorang penyiar dia juga berprofesi sebagai seorang dubber. sudah banyak film yang dia lacurkan suaranya. mulai dari p-man, mickey mouse sampai harry potter. itu sebabnya dia selalu jadi pilihan saya yang pertama dan utama setiap kali saya harus membuat iklan dengan menggunakan banyak suara asing dan nyeleneh. selain memang denis selalu bertingkah "aneh", dia juga selalu bisa menghayati peran2 yang saya sodorkan.

mungkin banyak yang beranggapan saya seperti tidak punya talent saja yang bisa saya perkosa demi iklan2 yang harus saya buat. tapi saya enggak peduli. suara bagus banyak. tapi kalau enggak bisa memainkan karakter ya udah. suara bagus hanya tinggal suara bagus. sementara telinga tetap bilang itu enggak pas dan enggak wajar. pengalamnnya selama bertahun2 sebagai dubber membuat denis mampu menjiwai karakter yang saya minta meski iklan itu hanya berdurasi 1 menit saja.

tapi bukan karena suaranya yang bisa saya pergunakan untuk iklan yang membuat kami akrab.

seperti yang saya bilang di awal. dialah life of the party. rasanya ada yang kurang kalau kami-saya dan teman2-berkumpul kalau tidak ada dia. bukan mau bikin geer. tapi cuma dia saja yang mau (baca:suka) dihina dina. dan kepuasan setiap kali berhasil membuat hinaan baru buat denis adalah hal yang paling menyenangkan diantara banyak hal di dunia ini. hehehehe....bener loh.

kadang saya sudah bete seharian dengan banyak hal. dari mulai kerjaan sampai urusan pribadi. namun setiap kali bisa membuat satu hinaan baru buat denis dikala kami kumpul2. rasanya hilang semua derita saya dan beralih menjadi ceria. dan rasanya sih (saya lebih tepatnya curiga) setiap teman juga merasakan yang sama. maka jadilah denis sebagai pelengkap penderita bagi kami semua. mulai dari yang menghinanya dengan kata2 (seperti saya tentunya samapai yang hanya cukup menunjukkan mimik muka tertentu saja. semua intinya adalah membuat denis sebagai sasaran tembak bagi pelipur lara.

saya merasa begitu menikmati pertemanan saya dengannya. sampai kemudian saat saya tengah hamil seperti sekarang ini.

ya betul. saya bukan lagi sekedar menikmati tapi juga menganggap ini salah satu kenikmatan yang tuhan kasih sama saya. salah satu rezeki yang tuhan kasih buat mengisi hari saya.

suatu hari, saya yang sudah susah buat berjalan (dan juga malas sih sebenarnya) benar2 merasa perut perih. maklum saya penderita maag kronis. jadilah saya musti rajin makan. apalagi selama hamil ini. saat itu sudah malam. saya sempat order ke salah satu tempat makan di dekat kosan. namun tak ada jawaban. lalu entah kenapa saya tiba2 terpikir mengirim sms ke denis.

"perutnya perih hiksss".

cuma itu yang saya tulis. tidak samapai 5 menit denis menelepon saya dan bilang dia mau ke kosan dan mengirimkan saya makanan. tau tidak? ternyata itu adalah jatah makan dia malam itu. dia rela memberikannya pada saya karena dia tidak tega mendengar saya kesakitan. huaaaaa......saya enggak tahu harus bagaimana. terlalu. ya dia terlalu baik buat saya. saya cuma bisa bilang sama utun, "de, nanti kalau sudah besar ade bisa ya sebaik om denis?". eh tapi bagian itunya aja ya. bagian keabnormalannya sih jangan wkwkwkwkwk. iya dong. kalau yang baik bolehlah dicontoh. tapi kalau yang burukmah jangan atuh.

sebenarnya ini kali kedua denis bela2in nganterin saya makanan. dua hari sebelumnya saya yang harus meeting di salah satu kementrian sejak pagi belum sempat makan. dan meeting baru selesai seusai jam makan siang. sementara kami tidak disuguhi apapun selain teh manis. sudah bisa diduga dong. samapai di kantor perih melilit melanda saya. sementara pekerjaan saya hari itu masih banyak dan saya sudah lemas enggak tahu mau makan apa dan enggak tau apa bisa jalan jauh.

denis mengirim saya chat. dan saya cuma bisa bilang perutnya perih.

tidak samapai 5 menit dia sudah menyebrangi jalanan depan kantor dan mengirimkan saya nasi kuning bungkus yang memang sengaja dia bawakan buat saya. ahhhh.....hilang sudah derita saya.

saya merasa beruntung sungguh memiliki denis sebagai sahabat dan teman saya. saya bisa bercerita apapun pada dia. dia juga yang jadi tempat saya menangis ketika saya menyadari masa persalinan saya sebentar lagi dan saya (juga suami) malah belum punya apa2 buat kelahiran anak pertama kami. tangis yang bahkan tidak berani saya keluarkan di depan suami saya. bukan. bukan karena saya tidak percaya pada suami saya. tapi lebih karena saya enggak mau membuat suami saya makin stress. saya tau dia sudah cukup merasa tersiksa karena statusnya yang masih jobless sementara anak kami sebentar lagi lahir. dan itu artinya beragam kebutuhan si kecil sudah harus terpenuhi. saya memilih untuk tetap terlihat tegar di depan dia, untuk menunjukkan saya percaya rezeki enggak kemana. meski sejujurnya perihhhh banget rasanya.

denislah mc di nikahan kami. walopun hari itu saya harus merelakan diri buat dicela2 dia tanpa bisa melawan tapi saya enggak keberatan. denis juga yang menjadi sandaran saya setiap kali saya merasa jengkel sama bos saya. sama kerjaan atau malah sama suami saya (yang sampai saat ini masih jadi mr rius buat saya). kisah cinta saya yang bak sinetron memang sudah bukan rahasia lagi buat dia. makanya saat saya menikah, denis sempat menangis dan menitikkan air mata. bukan karena sedih tapi karena dia begitu bahagianya melihat saya akhirnya bisa menikah. menikahi lelaki yang baik (dan lugu) katanya hihihi. jadi, rasanya sungguh saya merasa jadi orang yang beruntung mendapatkan dia sebagai teman dan sahabat.

sungguh saya enggak peduli dengan keadaan dia. ya, denis memang tidak sama dengan laki2 kebanyakan. dia memiliki orientasi seksual yang berbeda. namun itu bukan masalah buat saya. itu bukan penyakit. itu juga bukan kesalahan dia. apa hak saya menghakimi dia untuk semua orientasinya? tuhan punya caranya sendiri buat menunjukkan kekuasaannya. dan denis buat saya salah satunya. dan jujur bersama dengan dia saya justru merasa sangat aman. paling tidak saya tau dia tidak akan punya nafsu syahwat apapun pada saya. iya kan? saya tidak merasa mengkhianati suami saya dengan berada bersamanya.

meskipu hidupnya berat dia enggak pernah mengeluh. malahan empati yang selalu dia berikan pada kawannya. denis dulu hidup dimanja kedua orang tuanya. malah terlalu manja jadilah dia dulu anak kecil yang menyebalkan dan sombong. namun kemudian tuhan membalikkan kehidupannya 180 derajat. dari anak orang kaya samapai kemudian enggak punya apa2 sejak orang tuanya meninggal dunia. bukannya dia enggak punya warisan. tapi warisan itu enggak pernah dia pakai. itu karena dia terlalu sayang pada orang tuanya. dan warisannya hanya akan mengingatkan dia pada kesedihannya ditinggal mereka.

kini denis malah sibuk membantu keluarga jauhnya yang sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri. merelakan uang gajinya dipotong buat membayar utang saudaranya. merelakan honor dubbingnya untuk biaya masuk rs ayah tiri sudaranya. dan kamu tahu? denis tidak pernah  mengeluh atau bahkan mengemis2 meminta bantuan bahkan pada kami teman2nya. meski dia sedang enggak punya uang sekalipun. dan sungguh, itu yang membuat saya semakin sayang pada sosok yang satu ini.

tuhan, kalau boleh saya minta. tolong kau lapangkan selalu rezeki buat kawan saya ini. karena sungguh, rezeki yang kau beri padanya tidak pernah sia2. karena dia tidak akan pernah menikmati rezekinya itu dengan serakah dan semena2 seperti para pejabat kotup negeri ini. jadi tuhan. tolong denis ya. dan oh ya tentunya bantu dia juga buat memutuskan mau jadi apa dia kalau memang jadi laki2 normal bukan pilihannya hehehehe.

Friday, May 4, 2012

ketika cinta tian menyapa (part 1)

sebel, kaget, bingung, sedih dan sekaligus senang.

semua saya rasakan saat tahu saya hamil. gimana tidak sebel. saya merasa bulan madu bersama suami aja belum kesampaian, sudah harus ada "pengganggu" dalam kehidupan kami. maklum saya dan suami tidak lama pacaran. setelah menikahpun kami tidak sempat mengambil bulan madu karena suami saya orang yang sangat "rajin" bekerja hingga ia hanya mengambil cuti nikah selama 4 hari saja. bingung karena saya merasa saya dan suami belum siap untuk punya anak. kami baru menikah selama 2 bulan.kami belum punya bekal yang cukup buat meniti jalan punya momongan. kami tidak punya tabungan yang pastinya dibutuhkan buat membiayai dari mulai periksa rutin bulanan hingga nanti melahirkan. wuaaaa kebayang berapa uang yang harus kami habiskan. kaget karena nggak nyangka bisa hamil secepat itu. sahabat2 dekat yang sudah menikah lebih dulu saja masih belum isi. saya hanya butuh 2x mens malah langsung hamil. sedih karena suami saya baru saja melepas kerjaannya di suatu radio swasta. dan saya baru saja menjalani tinggal di jakarta seorang diri. kok rasanya gimana ya hamil tapi enggak ditemani suami dan keluarga. tapi saya juga senang. rasanya saya sudah komplit jadi perempuan dan istri dengan mempersembahkan buah hati untuk suami. senang juga karena jujur saya suka dan mengidamkan sekali bisa punya menggendong anak saya sendiri yang terlahir dari rahim saya sendiri.

********
 28 September 2011

Ini hari ke-2 saya harus meliput kegiatan konferensi anak sedunia tentang lingkungan TUNZA, di Sabuga Bandung. Saya sih senang aja bisa liputan di Bandung. Sekalian bisa ketemu suami dan orang-orang rumah hihihi. Maklum selama tinggal di Jakarta saya cuma sendirian saja. Biarpun belum bisa pulang ke rumah tapi suami bisa nemenin di hotel hihihi. Bukan memanfaatkan keadaan tapi daripada mubazirkan? xixixixi. Anggap aja kami sedang bulan madu. Yup, kami memang tidak sempat bulan madu. 4 hari setelah kami menikah suami saya kembali lagi bertugas di kantornya (saat itu masih di Jakarta). Malam itu entah kenapa saya tia-tiba begitu saja ingin membicarakan soal anak pada suami.
"mas, kalau kita enggak bisa punya anak gak apa-apa ya?"
"lho emang kenapa? kan kasihan ochienya. ukannya pengen punya anak?"
"pengen sih tapi kalau memang enggak dikasih juga enggak apa2. kita masih punya anak2 yang lain yang bisa kita besarkan dan jadi tanggung jawab kita. mba esha (adik suami saya yang sudah menjanda karena suaminya meninggal-red) punya 2 anak. gibran masih 3 tahun dan abng juan yang masih 6 tahun. merawat mereka yang anak yatim kan pahalanya besar mas. yah anggap aja mereka anak kita sendiri. belum lagi teteh (kakak perempuan saya-red). teteh punya ade el yang belum setahun terus ada eping juga. iud (kakak ipar saya-red) kan belum kerja lagi. yah udah kewajiban membesarkan mereka jadi tanggung jawab kita. kalau kita punya anak sendiri nanti kita malah enggak bisa bantu mereka lagi. lagian siapa tahu anak yang kita punya justru bukannya jadi rahmat buat alam malah sebaliknya. a'udzu billahimindzalik sih. tapi kan kita enggak tahu kedepannya."
"ya kalau memang begitu sih enggak apa. tapi ochienya enggak apa2?"
"yakin kok. insya allah ridho."

obrolan malam initupun menutup hari kami.

1 oktober 2011
saatnya untuk berkemas dari hotel. liputan seminggu penuh di bandung selesai juga. semalam kami selesai malam sekali plus ditambah jalan2 enggak sehat dengan mobil panitia yang kayaknya enggak ngerti jalan. lha wong dari gedung merdeka ke hotel di cihampelas aja kok ya make diajak ke perbatasan kota cibeureum segala sih? xixixixi.
rombongan pers dari jakarta sudah siap2 untuk kembali ke jakarta. tapi enggak lengkap dong kalau ke bandung enggak make jalan2 belanja. jadilah pada belanja dulu. saya akhirnya berpisah jalan dengan rombongan. karena saya sudah kangen rumah.
senangnya bisa sampai rumah lagi dan ehmmm...bisa menghabiskan malam bareng suami. oke saatnya menjalankan kewajiban sebagai suami istri. hihihihi enggak boleh sirik ya yang baca.
dini hari saya terbangun dan ingat kok belum dapet ya? bukannya harusnya saya dapet haid? hemmm telat lagi? tapi biasanya kalau telat setelah menjalankan "kewajiban" sang tamu datang juga. tapi ini kok enggak ya? jangan2? hussss udah ah jangan ge er. maksudnya jangan2 saya bermasalah lagi? soalnya dulu saya sempat masalah dengan haid. tapi ya sudah kita tunggu saja.

2 oktober 2011
ini jadwal saya cehck up ke dokter. maklum saya memang lagi program pengurusan badan sekaligus ituloh mengobati susahnya saya buang air besar. huhuhu enggak elit banget ya? tapi saya juga bingung kok saya belum datang bulan? apa obatnya ngaruh ke datang bulan. tapi enggak ah. sudah hampir setahun saya ketemu dokter ini dan enggak masalah tuh dengan datang bulan. dan...entah kenapa saya punya perasaan lain. kok kayaknya saya merasa saya hamil ya? biarpun enggak mau ge er tapi saya merasa ada yang beda sama tubuh saya. terutama sih setelah "ibadah" semalam. kayaknya ada yang salah.

"mas, beli testpack yuk. di borma aja di depan"

dan suami saya yang baik hati itupun mengantar tanpa banyak tanya. hihihi suami saya memang laki2 ajaib buat saya. jarang ngomong. bedaaaaaaa banget sama istrinya yang bawelnya setengah hidup.

"coba sekarang aja y?"
"bukannya harus begitu bangun tidur?"
"ah kayaknya enggak deh. pernah baca enggak juga"
"ya udah gih coba"

sayapun segera ke kamar mandi. oh ya saya beli 2 test pack. yang satu harganya "cuma" 1500 rupiah dan yang lainnya 6000 rupiah. hihihi ngirit abis nih saya. maklum saya enggak mau kecewa. takutnya beli yang mereknya tenar itu dengan harga yang mahal taunya kecewa. kan nggak bisa dipake 2x (teteubbbbb medit dot com hihihi)

hasilnya? saya bingung.

garis yang menyala memang cuma 1. tapi garis kedua juga timbul tapi tidak sejelas garis yang pertama. saya tunjukkan dengan malu2 pada suami dan teteh. "ini apa artinya?"
"ya udah hamil itu"
"tapi yang satu samar2"
"coba aja yang satu lagi. kan kita tadi beli dua," ujar suami saya ngasih solusi.

saya mencoba lagi dan bismillah.....kok hasilnya sama. ada 2 garis yang muncul. tapi seperti yang pertama. garis kedua muncul sedikit lebih lama dan samar. tipis sekali.

"udah, ini artinya kamu hamil," teteh tertawa melihat ekspresi saya yang bego habis.

"gimana nih mas? enggak apa2?" (duenggggg saya mulai bego beneran)
"lho kok nanya begitu? ya enggak apa2 atuh. memang kenapa?"
"ini yang kapan? beneran? kok kayaknya enggak mungkin? emang kita ml kapan? kok bisa jadi?" huahahahahahaha seribu satu pertanyaan bodoh pun meluncur dari mulut saya.

kayaknya bener. dari awal saya pacaran dengan suami, pertanyaan saya selalu bego bin tolol. kayak pertama kali dia mencium saya. saya shock dong. soalnya enggak ada angin enggak ada hujan. kami hanya teman baik. saya malah lagi ngerencanain buat menjodohkan teman saya dengan suami saya. saya ingat kalimat pertama yang meluncur dari bibir saya adalah "lailanya gimana?". wkwkwkwkwkwk diapun cuma tersenyum.

"udah nanti ke dokter aja. sekarang enggak usah ke bu rosalin dulu. kan obatnya bisi bikin kenap2 sama kandungan," teteh membuyarkan lamunan saya dan kebegoan di otak saya.

"sabtu depan aja gimana?" ujar suami saya. "kan siang ini mau balik ke jakarta."
"iya, biar juga udah lebih gedean hamilnya. sekarangmah nyante aja. makan yang bener," teteh menambahkan.

oke, jadi saya hamil. walau masih enggak percaya. dan minggu depan kita rencanakan ketemu dokter.

hmmmm....tuhan. saya enggak tahu apa rencanamu. yang jelas ini anugerah terbesar. tepat di saat saya pasrah untuk enggak ngotot punya anak, kau beri jalan yang lain.
saya juga sedikit cemas. maklum suami saya baru memutuskan berhenti kerja. tapi sudahlah. saya tahu tuhan selalu sudah menyiapkan rezeki kita masing2.

oke tugas berikutnya adalah.......googling dokter yang bagus buat si utun (bener nih saya hamil? xixixixi masih enggak percaya aja)



Monday, April 23, 2012

9

Apa Bisa?

Jika aku jadi kamu aku akan dengarkan
Jika aku jadi kamu aku akan perhatikan

Yang ku keluhkan selalu
Pantasnya kamu dengarkan aku dulu

Kali ini apa masih bisa aku tahan denganmu
Sebenarnya apa masih bisa kamu sayangi aku, apa bisa
Jika aku jadi kamu tidak sulit mengalah
Karena aku ingin lama sama kamu berjalan
Yang ku keluhkan selalu
Pantasnya kamu dengarkan aku dulu
Kali ini apa masih bisa aku tahan denganmu
Sebenarnya apa masih bisa kamu sayangi aku
Apa bisa, apa bisa, apa bisa (kali ini apa masih bisa)
Kali ini apa masih bisa aku tahan denganmu (aku tahan denganmu)
Sebenarnya apa masih bisa kamu sayangi aku (apa bisa)
Kali ini apa masih bisa (apa bisa)
Sebenarnya apa masih bisa (apa bisa)
Kali ini apa masih bisa kita bersama-sama, apa bisa

Monday, April 9, 2012

pensieve

say goodbye to obliviate and say hello to pensieve. like dumbledore said 
"I use the Pensieve. One simply siphons the excess thoughts from one's mind, pours them into the basin, and examines them at one's leisure. It becomes easier to spot patterns and links, you understand, when they are in this form."
so with new name i hope i could have better outlook of my live and my journey in this earth. because i wont forget a thing. forgetting things would only make myself out of this world.

so goodbye obliviate and welcome pensieve.....

Friday, March 30, 2012

Ketika Hati Nurani Bertarung bersama Profesionalitas (dan Isi Dompet)

oke saya tahu, saya bukanlah seorang ekonom handal yang bisa menjabarkan dengan fasihnya soal hitung2an makro dan mikro ekonomi. itu sebabnya di masa sma dulu saya lebih memilih bergelung dengan rumus kimia dan fisika meski saya benci setengah mati dengan fisika. bukan apa2, saya sengaja menceburkan diri di limbah berasap bernama kelas ipa hanya karena saya tak pernah suka dan punya prestasi bagus di ekonomi dan akuntansi. seumur2 nilai saya nggak jauh dari 5 dan 4 buat ulangan harian akuntansi. itu sebabnya saya shock berat saat guru saya suatu saat tampaknya khilaf dan memberi saya nilai 8 buat ulangan akuntansi. itu soal akuntansi. setali tujuh uang deh sama ekonomi. kalau yang ini lebih karena guru ekonomi saya ajaib habis. kami selalu disuruhnya membeli lks yang dibuatnya sendiri dan nilai kami hanya berdasarkan lks itu saja. see, why should i love those thing, right?

saya juga bukan seorang politikus handal yang bisa membalik segala hal demi meraih apa yang saya mau atau demi kekuasaan yang saya inginkan. oke memang saya kuliah di fakultas politik tapi itu nggak berarti saya tahu banget segala hal macam apa dan bagaimana itu kekuasaan dan cara memperolehnya. sejujurnya saya juga enggak ngerti kok bisa ya saya lulus dengan nilai nyaris sempurna. sepertinya jawaban ini lebih mudah kalau saya bilang kerjasama yang bagus teman2 sekelas. maksudnya ituloh kalau lagi uts atau uas. kami punya kesempatan buat diskusi kira2 jawaban paling bagus itu apa saat ujian hihihi.

2 hal ini jelas rasanya jadi pegangan ketika mau menceburkan diri ke dalam limbah yang bernama kerja jurnalistik. at least ini berguna untuk tahu apa dan bagaimana sih kebijakan ekonomi pemerintah dibuat. di tengah berbagai pro dan kontranya kenaikan bbm, kok rasanya kita memang (baca: sebagai jurnalis) harus tahu setiap alasan yang mendampingi segala putusan. agaknya inilah yang engga nyampe di otak saya saat sekarang pemerintah lagi rajin2nya meyakinkan kalau kenaikan harga bbm adalah harga mati.

oke saya tahu pasti harga minyak mentah dunia saat ini sedang melambung tinggi. indonesia meskipun pernah bergabung dengan komunitas negara pengekspor dan penghasil minyak, tidak benar2 mengelola minyaknya sendiri dan hasilnya kita tetap saja impor. saya juga ngerti kalau bbm yang dijual sekarang (di indonesia) itu harganya paling murah. akhirnya banyak deh yang melakukan penimbunan terus buat dijual lagi ke luar negeri. saya juga tahu karena harga bbm yang murah bikin orang2 denga mudahnya membeli kendaraan pribadi dan meninggalkan angkutan umum. akibatnya? jalanan macet, kecelakaan lalu lintas makin banyak dan yang nggak kalah pentingnya adalah pencemaran udara. saya juga faham banget kok bbm yang dijual murah itu sebagainnya ditalangin sama pemerintah yang disebut subsidi. subsidi ini akhirnya sayangnya juga dinikmati sama mereka yang seharusnya enggak menikmati. lha wong mereka bisa kok beli mobil seharga 200 juta lebih sampe bermilyaran rupiah terus mereka ikutan make bbm subsidian. kok kayaknya enggak gimana gitu ya. saya faham banget dan ngerti banget soal semua itu. dan itulah segala argumen yang dipake oleh pemerintah terlepas dari rezim manapun untuk menghalalkan kebijakannya untuk menaikkan bbm.
meski tahu segala macam argumen ini dan secara tidak langsung mengiyakan kok ya saya masih belum setuju banget ya bbm ini mustinya naik atau engga. tapi lagi2 saya nggak bisa mengemukakan argumen yang jauh lebih baik daripada para ekonom atau politikus yang wara wiri di tipi ataupun di kantor saya.

saya tahu negara perlu memotong subsidi bbm untuk bisa mengalihkannya ke tempat lain. tentu dengan dalih menolong masyarakat miskin. tapi rasanya saya juga sepakat kok sama salah satu ekonom (yang sayangnya saya lupa namanya :) ) kalau iya bbm itu termasuk barang yang dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. artinya orang kaya juga boleh dong menikmati subsidi. toh mereka juga rakyat negara ini yang berhak juga mendapatkan treatment dari negara berupa subsidi. lalu saya juga agak sedikit keberatan kalau kemudian subsidian ini dialihkan ke bentuk pemberian uang tunai. satu, ini bisa diklaim sebagai kerja partai. woyyy 2014 sebentar lagi dong. dan ingat pengalaman pemilu kemarin? partainya pak beye kan menang mutllak gara2 itu. kedua, kok ya gimana ya rasanya bagi2 uang buat rakyat secara cuma2. makin malaslah orang2 negeri ini. ketika tidak ada uang yang dibagi2 saja angka peminta2 sudah sedmikian fantastisnya apalagi setelah ada uang tunai yang dibagikan? ini artinya negara lebih suka menyuapi rakyatnya mulut ke mulut dan bukannya mencoba memberikan kail untuk mereka usaha. fiuhhhh....enggak enah bangetkan? saya juga keberatan kalau bbm naik dengan banyak alasan lainnya. jelaslah sebagai negara pelatah, semua harga bakalan naik. mau ada hubungannya sama bbm mau enggak semua akan serta merta menaikkan harga. kalau sudah begini gaji saya yang nggak seberapa itu harus makin bertarung keras dengan kebutuhan hidup sehari2. itu soal latah. belum lagi kok rasanya daripada naikkan bbm, ada banyak jalan lain yang bisa ditempuh. misalnya efiseinsi anggaran. ituloh gedung dpr aja bikin toilet butuh dana 400 milyar. belum kursi kerjanya. belum ruangan badan anggaran. daripada begitu kan lebih baik buat subsidian bbm? atau bisa saja seperti lagi2 kata pengamat ekonomi. buat dong instalasi minyak yang lengkap di indonesia. msalahnya biarpun kita punya minyak mentah tapi kita enggak punya tempat pengolahannya. jadinya minyak mentah kita musti di keluar negeriin dulu biar bisa jadi minyak yang siap pakai. what is wrong with you guys? masa iya kita harus muter dulu buat nyampe ke roma?

oke dengan segala pro kontra yang saya pahami dengan keterbatasan saya itu. saya kebagian order membuat iklan layanan masyarakat yang datang dari kementrian yang juga menterinya jadi mentri paling ajaib sedunia (menteri negara lain aja enggak ada bo yang kayak satu orang ini hihihihi).isi iklannya sih adalah seruan agar masyarakat tahu dan mendukung kenaikan bbm. sumpah, saya bingung harus menulis skripnya seperti apa. saya engga tahu apa yang bisa saya katakan buat mmeyakinkan orang bahwa kebijakan ini bener sementara hati nurani dan otak saya bilang ini enggak bener. huaaaaa pertarunganpun terjadi. antara nurani dan kebutuhan.

jelas dong. hati saya menolak kebijakan ini. tapi saya tahu kantor saya yang saya dapat gaji tiap bulannya butuh uang dari kementrian ini buat membayar gaji karyawannya (termasuk saya juga tentunya). dudududud dilema banget. huks huks huks saya beneran enggak tahu musti gimana. sementara deadline iklan makin dekat. 5 sekaligus harus jadi semua.

nama saya dan kantor tentu jadi taruhannya. tapi kok ya hati saya juga ikutan jadi taruhannya. oke baiklah saya kali ini kalah dan ikut kebutuhan dompet saya untuk diisi ulang daripada mengikuti nurani saya. maafkan saya wahai dikau integritas. saya hanya mencoba profesional.....hukssss
==================================

*perasaan saya makin kacau setelah bbm enggak jadi naik setelah demo besar-besaran 30 maret ini. tapi DPR dan pemerintah sepakat buat menyetujui UU APBN-P. ada pasal 7 ayat 6b yang bilang kalau pemerintah bisa meniakkan harga subsidi bbm jika harga minyak mentah indonesia lebih dari 15% dari ketentuan yang dipatok di uu ini sebesar $105. masalahnya harga saat ketok palu aja sudah 13,5% lebih tinggi dari harga patokan. dan di luar itu kok rasanya makin melanggar uud 1945 y? halah....tapi yang terparah adalah saya juga harus membuat iklan soal pasal 7 ini yang tidak saya setujui banget. oh tuhan lindungi saya dan nurani ini.......

Tuesday, March 20, 2012

Arti Mimpi Bercinta

Pernahkah Anda bermimpi melakukan hubungan intim bukan bersama pasangan? Jika jawabannya ya, bukan berarti Anda ingin berselingkuh.

Mimpi biasanya menandakan apa yang terjadi jauh di dalam jiwa. "Jika memerhatikan, ada yang bisa kita pelajari dari mimpi," ungkap terapis pernikahan Sharon Gilchrest O'Neill, penulis "A Short Guide to a Happy Marriage".

Berikut beberapa mimpi seks yang paling umum dan arti dibaliknya, seperti dilansir ivillage:

Atasan atau Rekan Kerja Hanya karena bermimpi bercinta dengan atasan, tak berarti ingin melakukannya. Pakar mimpi Lauri Quinn Loewenberg, penulis "Cracking Dream Codes" mengatakan, "Mimpi ini menandakan Anda ingin menjadi seorang yang lebih tegas dan berwibawa dalam kehidupan pribadi."

Bercinta dengan rekan kerja adalah mimpi yang juga umum terjadi. "Banyak dari kita yang bermimpi berhubungan intim dengan seorang rekan kerja yang tidak pernah bekerja sama dengannya," ujar Loewenberg. Mimpi ini menandakan, ada sesuatu di diri rekan kerja yang Anda inginkan ada dalam diri, ia menambahkan.

Mantan Pasangan

Mimpi ini menjadi salah satu cara otak untuk menyelesaikan emosi yang dialami, terutama bila bukan Anda yang menginginkan perpisahan. Tapi bermimpi lebih sering, itu bisa menjadi isu dalam hubungan Anda saat ini.
"Anda akan menemukan mantan kekasih akan muncul dalam mimpi saat hubungan yang dijalani sekarang berubah jadi rutinitas," kata Loewenberg. "Mantan muncul untuk menyalakan kembali gairah."


Orang asing
Sebenarnya, orang asing dalam mimpi Anda adalah diri sendiri. Mimpi ini biasanya muncul saat Anda baru saja melakukan sesuatu yang luar biasa, memerlukan  keberanian atau keterbukaan.
Menurut Loewenberg, percintaan dengan orang asing membuktikan bahwa Anda bangga prestasi yang baru diraih. Bila mimpi bercinta dengan seorang selebritas, Anda adalah seorang yang narsistik.

Suami sahabat
Hubungan terlarang ini takkan pernah terjadi di dunia nyata. Alasan sebenarnya di balik mimpi ini adalah suami sahabat memiliki kualitas yang Anda inginkan pada diri pasangan.

"Mungkin orang dalam mimpi penuh perhatian, sementara suami Anda cuek," kata O'Neill. Bila begitu, mulailah mencari cara untuk memberi tahu suami apa yang Anda inginkan, sarannya.

Sesama jenis
Jangan panik, Anda mungkin tidak memiliki penyimpangan seksual, ujar Lowenberg. Bermimpi melakukan hubungan intim sesama jenis menunjukkan kebanggaan memiliki suatu atribut.
Hubungan seks dengan wanita lain sangat umum terjadi di masa kehamilan, saat tubuh berada pada puncak feminitas. Bila mengalaminya, pikirkan kembali apa yang Anda lakukan sehari sebelumnya. Adakah prestasi yang Anda raih yang berhubungan dengan sisi kewanitaan seperti merawat anak hingga kembali sehat?
Pasangan dalam mimpi adalah simbol prestasi ingin yang diraih. "Mimpi merupakan keinginan untuk memiliki kualitas tertentu dalam kehidupan pribadi," kata Loewenberg.(vivanews)

Thursday, February 23, 2012

7

i don't know what so special about this number but somehow i like it so much. i always mention it whenever people asking me about anything that need number on it. so my father.

but today, this morning, i like most then any other time. that's when i got text massages from my hubby. "happy 7th month of our marriage", he said. yeah, it tears me in burst. i don't care if it sounds so shallow.


i know we didn't have a perfect marriage like in the fairytale. the happily ever after thing. we argue a lot. live separately. communication just by text messages. i know it's not good and a healthy live. but this is what we have right now.

then, by noon i find this song. a song from jason mraz latest album. with this song he show me thing like you teach me. to believe in love (again). and i know definitely that this was us. so i dedicated this song just for you for us....

i won't give up
When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There’s so much they hold
And just like them old stars
I see that you’ve come so far
To be right where you are
How old is your soul?

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up

And when you’re needing your space
To do some navigating
I’ll be here patiently waiting
To see what you find

‘Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We’ve got a lot to learn
God knows we’re worth it
No, I won’t give up

I don’t wanna be someone who walks away so easily
I’m here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
And in the end, you’re still my friend at least we did intend
For us to work we didn’t break, we didn’t burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I’ve got, and what I’m not
And who I am

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
Still looking up.

I won’t give up on us (no I’m not giving up)
God knows I’m tough enough (I am tough, I am loved)
We’ve got a lot to learn (we’re alive, we are loved)
God knows we’re worth it (and we’re worth it)

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up

Monday, February 13, 2012

dream

quick question. have you ever have dream with the same cast in every sinle dream and also the same ending?
i do. and i don't think i like it. at all.

for me sleeping is the time to heal every wound. heal every bad times. time to found peace. time to meditation. time to relax. and also time to becoming someone else.

but now i lost it. i lost my time. i lost my happiness by having it. could somebody give me back what i miss most?

Wednesday, February 1, 2012

mimpi, dingin dan dosa

kali ini saya akan kembali berkisah tentang seorang teman. bukan sahabat namun juga bukan musuh. ia bukan tipe perempuan yang senang dan rela membagibagi kisah hidupnya pada siapa saja. termasuk pada saya. namun saya pikir itu hak semua orang. lagian rasanya tidak ada orang yang benarbenar mengenal orang lain. bahkan mungkin diri sendiripun tidak. dan sebagai orang yang suka menyebut dirinya "pengamat prilaku sosial", saya selalu senang menyisihkan telinga untuk mendengar kisah kehidupan siapa saja yang berkenan bercerita.

sepintas lalu hidupnya tampak sempurna. ia punya segalanya. bahkan kini ia tengah mengandung anak pertamanya. dua bulan setelah ia menikah tuhan memberi ia dan suami anugerah terbesarnya.

"aku gak tahu harus bagaimana. rasanya dosa banget tapi aku juga gak tau bagiaman caranya menghentikan ini semua". ia memulai kisahnya lengkap dengan linangan air mata. saya hanya bisa diam melihat mata itu penuh dengan linangan air mata.

"aku bukan orang yang haus akan sex. aku juga bukan pengidap hipersex. kalau aku begitu pasti sudah tak terhitung berapa banyak lakilaki yang sudah aku ajak tidur setiap kali aku ingin berhubungan sex". ah....masalah itu lagi. saya hanya bisa tersenyum dan mengingat kisah lain dari teman yang lain.

"tapi aku hanyalah seorang perempuan. yang butuh disayangi. butuh diperhatikan dan butuh merasa diinginkan. entahlah...apa hanya kerana aku sedang hamil maka rasanya semua begitu sakit seperti ini", ujarnya masih penuh dengan air mata. hey friend i don't blame you if you do feel like that. you just being human.

meluncurlah kemudian kisah dari bibirnya diselingi isaknya.

rupanya kawan saya ini merasa tidak diinginkan oleh suaminya. sang suami benarbenar menjadi orang yang "dingin" baginya. ia dan suami memang tinggal terpisah kota. jadwal bertemu seminggu sekali ternyata tak jua mampu membuat sang suami lebih "hangat" padanya. "boroboro bilang kangen. nyium atau meluk aja susah banget. kalau bukan karena akunya yang ngelakuinnya duluan", sanggahnya ketika saya bilang mungkin lebih baik kalau ia yang memulainya lebih dulu.

"diakan tahu aku lagi hamil. dia juga tau janin sebesar ini sudah harus diberi stimulus sama orang tuanya. diajak ngobrol atau diusapusap biar anaknya kenal. ini mana? ngusapin perut aja kalau gak diambil tangannya mana mau. dibilang suruh ajak ngobrol anaknya. ada aja alesannya. intinya sih engga mau. dinginnnn banget orangnya. malahan waktu dia pegang perut terus anaknya nendangnendang dia malah gak ngerasain. sekalinya ngerasain lempeng aja mukanya. gak ada bahagiabahagianya. sebetulnya dia mau gak sih punya anak?"

hmmm...keluar juga akhirnya kalimat itu. saya sudah menunggu sedari tadi akankah pertanyaan retorik itu keluar. dan ternyata iya.

karib saya terus menangis. ia bilang ia tahu banget kalau ia bukanlah tipe perempuan yang selama ini dipacari sang suami. oriental look, dengan wajah memelas nan lemah gemulai seakan membutuhkan dunia untuk memeluknya, juga tak ketinggalan tubuh mungil dengan kulit putih. ahh perempuan. selalu saja merasa terintimidasi oleh golongannya sendiri. tapi itu fakta dan juga kenyataan yang ada. baiklah....kita tinggalkan saja seputar intimidasi ini dan berlanjut pada kisah kawan saya.

kawan saya berkisah suaminya memang lakilaki yang baik. bersama dengan sang suami ia percaya hatinya tidak akan terluka lagi. sang suami bukanlah tipe don juan yang senang membagibagi cintanya pada perempuan mana saja. itu salah satu hal mengapa ia akhirnya memutuskan untuk menikahi sang suami. kalau soal lempeng jaya menurutnya memang sudah terlihat sejak pertengahan mereka jalan bareng. "dan itu juga yang bikin kami sering berantem. dia gak bisa banget menyampaikan apa maunya dan apa yang ia rasa. sementara aku orang yang sangat ekpresif".

diawal hubungan mereka saat sang suami (yang waktu itu statusnya masih pacaran) masih tinggal di ujung timur Indonesia. hubungan mereka tidak sedingin ini. dalam sehari sang suami bisa mengirimkan banyak katakata indah nan manis penanda suatu hubungan yang bergelora. sang suami masih menurut karib saya setiap bertemu juga selalu tak mau melepaskan pandangannya dan pelukannya dari kawan saya ini. "layaknya orang pacaranlah", tuturnya tersipu. namun semua berubah justru setelah ia kembali ke tanah jawa dan mereka bisa bertemu seminggu sekali. sang suami malah berubah menjadi orang yang dingin.

efek dingin sang suami ini ternyata sangat berat buat teman saya ini. dia tau persis saat hamil dia dilarang keras untuk stress. tapi ternyata sumber stress dia justru berasal dari hubungannya bersama suami.akhirnya samapailah ia pada inti cerita dari kesedihannya ini.

rupanya hampir setiap malam ia terbangun dan menangis. bukan saat ia menghadap sang khalik untuk memujanya. namun justru di saat lain. di kala kantuk tengah datang dan menderanya. tangisan yang hadir hampir setiap malam ini datang dari mimpimimpi yang terus menghantuinya. teman saya ini rupanya kerap kali bermimpi memadu kasih dengan lakilaki lain. dia tak bercerita panjang lebar mengenai mimpinya. hanya dari ceritanya saya bisa menyimpulkan ia kerap kali bermimpi berpelukan dan bahkan berciuman dengan lakilaki yang ironisnya bukanlah suami yang jauh dari pandangannya itu.

"sungguh aku takut sekali. aku takut berdosa. setiap malam saat mau tidur aku selalu takut kalaukalau malam ini akan bermimpi yang sama. itu sebabnya seringkali aku memaksakan diri terjaga agar nantinya aku bisa tidur lelap dan tak bermimpi. aku gak mau begini. aku aku mau yang hadir dalam mimpiku suamiku sendiri. ayah dari anakku. aku takut...."

tangisan itupun kembali pecah dan kali ini saya merasakan sekali kepedihan dalam isak tangisnya.

saya tak tahu harus berkata apa. sungguh. karena saya benarbenar tak mengerti bagaimana memecahkan masalahnya ini.  diam sayapun lebih karena saya tak tahu apa artinya dosa. siapa saya hingga berhak menghakimi seseorang berbuat dosa atau tidaknya? siapa saya yang berhak menentukan nasib seseorang berakhir di neraka maupun surga? 

saya cuman bisa memeluknya. rasanya itu yang paling dia butuhkan saat ini.
belaian lembut, pelukan hangat dan kembangan senyum serta sedikit katakata manis. hal sederhana yang bisa diberikan oleh satu manusia pada manusia lainnya. namun ternyata hal itu justru terlampau sulit diberikan. bahkan oleh pasangan kita sendiri. terlampau banyak orang yang tak mampu lagi mengerti pada arti cinta yang sebenarnya. terlampau banyak orang yang mematikan rasanya sendiri hingga kemudian menganggap orang lain pun seolah sama. tak membutuhkan kasih sayang. sebuah rasa yang diberi tuhan dengan sangat indahnya pada manusia namun ternyata seringkali diabaikan oleh manusia itu sendiri.

terkadang kita lupa mengatakan apa yang kita rasakan bahkan pada orang yang paling kita kasihi dan cintai sekalipun. terkadang kita lupa bahwa masih banyak jiwa yang membutuhkan kesegaran dari indahnya kalimat "aku sayang kamu", "i love you", bahkan kata "saya butuh kamu". kita terlalu enggan untuk terlihat lemah. padahal sungguh, menyampaikan dan mengatakan halhal manis seperti itu bukan kelemahan. tapi justru penanda dari kekuatan kita. kita adalah manusia yang kuat yang berani untuk menyatakan apa yang kita rasa tanpa menjadi sungkan ataupun malu karenanya.

ahhh...saya jadi teringat ucapan dumbledore. tokoh idola saya di cerita harry potter. seorang kepala sekolah tua nan bijaksana.di malam sirius black meninggal ia mengatakan satu hal yang sampai hari ini saya ingat jelas. dan bahkan saya sering mengatakannya pada mr rius jika ia sudah mulai memperlihatkan kemisteriusannya lagi.

Ketidakpedulian dan pengabaian sering lebih menyakitkan daripada ketidaksukaan sekaligus ...-Albus Dumbledore-

dan kini itu terbukti hadir di kehidupan teman saya.


Monday, January 30, 2012

tanpa judul

apa yang lebih buruk. bersama karena kasihan atau bersama karena kewajiban? 

sejujurnya? entahlah. saya tak tahu jawabannya. terlalu berat kepala ini memikirkannya. walaupun saya ingin menemukan jawabannya tapi separuh dari hati saya juga justru tak ingin menemukan jawabannya.

mungkin karena saya terlalu takut. mungkin juga karena saya tak siap dan tak akan pernah siap.

yang saya tahu kalau saya ingin bersama dengan seseorang itu pastilah karena sebuah alasan yang sangat kuat. bukan sekedar seadanya. bukan sekedar sedapatnya. bukan sekedar melewatkan masa. bukan pula sekedar menambal kekosongan.

tapi itu saya. bukan kamu. juga kamu. terlebih dia dan mereka.

Wednesday, January 18, 2012

it is really a hardwork

 “Marriage is Hard Work”. Is very true, right… marriage is very very hard work full of effort we put in marriage life. Full up and down, sad, disappointed, confuse, happy, mix together in one big bowl. It doesn’t come easy.


What does a marriage means? Some people say it is a status, some will say it is a process, some also say they will only get married when they are pregnant. Whatever the answer that is going to be, I am sure not all understand the true meaning of marriage.

The fact is marriage is a lifetime commitment. It takes two people to make the love perfect. Two lovestruck people get married because of their deep love and admiration, but when both are unable to deal with each other’s weaknesses, they will find their marriage very hard to maintain.

Tuesday, January 17, 2012

miracle

...dan aku begitu mencintamu
cinta yang begitu dalam tanpa bisa kuungkapkan dengan kata. hanya senyuman manis dan linangan air mata setiap ku menatapmu.


....dan aku begitu merindumu
rasa yang tak mampu kutahan hingga waktunya nanti kita bertemu.
bahkan dimalammalam saat ku sendiri aku begitu merindukanmu. merindukan setiap gerakanmu. merindukan setiap desahan nafasmu.

.....dan akupun begitu menginginkanmu
kaulah anugerah terbesar yang diberikannya padaku. sesuatu yang tak akan pernah ada habisnya. sesuatu yang tak akan pernah ada tandingannya. sesuatu yang hingga kapanpun menjadi sumber kebahagianku.


who loves you and missing you so much

ambu