Monday, April 25, 2011

the proposal

today would be a new brand new day for me. maybe not a new chapter but sure it is a new beginning for me, for him and for sure for us.

today would be the day that i always remember that you would be the one who i can trust my heart, my live and my love for good. today would be the day i open a new door and close all the door behind me.

you may not be the best person in the world but i'm sure you are the best man for me that god create and sent to full fill my live.

love has heard some lies softly spoken and i have had my heart badly broken. i've been burned and i've been hurt before. and now i'm willing to take a chance. that till lilfe is through i'll still be loving you.


like a whisper in a dream, you walk softly into my life with love and sweet emotion and as I gaze into your eyes. i see the beauty that god has created. and I love you, now and forever...




bandung 22 april 2011

Thursday, April 7, 2011

(not) forgiven not (nor) forgotten

semalam mimpi buruk itu datang lagi. mimpi yang sudah sejak lama ingin aku buang jauhjauh dari tidur malam. tapi rupanya ia lebih senang mampir dan menggangguku.

kembali semuanya hadir. saat dan masa perempuan itu hadir di antara semua bangunan yang pernah aku dan dia bangun. oke ini salahku juga. semalam aku memilih berbegai cerita seputar dia dan masa lalu hubungan kami pada tetangga kamar pondokan. maka cerita itu meluncurlah dari mulutku.

aku berkisah pada temanku bagimana semua berubah menjadi neraka bagiku saat aku menemukan dia-lakilaki yang sudah kuserahkan hidupku-selama 13 tahun tak mampu menahan syahwatnya, tak mampu menahan sekedar jarak bandung jakarta.dia menghadirkan perempuan itu dalam kehidupan kami.

berceritalah aku bagaimana "kegilaanku" terjadi. aku menemukan banyak hal tentang mereka melalui keahlian yang kudapat di tempat kerja yang lama. aku mencari tau semua hal tentang perempuan itu. banyak yang kutemukan karena aku berhasil masuk pada banyak social network yang dipunyanya. aku juga mendapatkan banyak hal tentang perempuan itu dan hubungannya dengan para lelaki di hidupnya. hanya gelenggeleng kepala dan sepakat bahwa semangat detektifku berlebihan, hanya itu yang bisa dilakukan temanku itu.

aku juga bercerita padanya tentang banyak hal yang kutemukan di inbox facebook, ym dan sms di gadget milik lelaki itu. masih terpetakan dengan jelas setiap kata dari apa yang mereka tuliskan. "deuh yang anjing penjaganya udah gak ada jadi bisa tenang lagi". bull shit kalau dia membela dan mengatakan perempuan jalang itu tak tahu kalau ada kami. katakata seperti itu tak mungkin ada. halooo bahkan orang bodoh sekalipun tau persis artinya dan mengerti situasinya dengan kata yang ditulis perempuan itu. itu sebabnya aku membenci banyak hal tentang perangkat komunikasi yang sama dengan yang dimiliki lelaki itu!!! sejujurnya setiap aku mendengar suara khas dari blacberry rasanya membangkitkan semua mimpi buruk itu. goshhhh i hate that thing!!!!!

dan pagi harinya aku terbangun dengan berkeringat dan perasaan kacau saat kusadari apa yang membangunkanku bukanlah suara adzan subuh ataupun suara weker, namun mimipi buruk itu lagi. sungguh aku ingin lupa semua hal tentang kamu dan terlebih tenteng perempuan jalang itu. perempuan yang tidak hanya merebut kamu tapi juga sudah berkalikali menghina dan menginjak harga diriku. aku benci kalian berdua!!! aku membenci semua hal tentang kalian!!! sakit sekali rasanya.

bukan bukannya aku tidak berusaha memaafkan dan melupakan apa yang terjadi. sudah kucoba itu saat aku kembali menjalani hari bersamanya dan mencoba menganggap apa yang sudah terjadi cukup berada di belakang. namun ternyata aku tak sanggup. aku tak bisa lagi menatap kamu dengan segala rasa cinta yang kupunya dan kupupuk buat kamu sejak usia kita belia dulu. aku juga tak mampu menyentuhmu tanpa teringat bahwa tangan yang dulu sangat kurindukan sentuhan dan pelukannya sudah menyentuh perempuan lain. aku juga tak bisa lagi menikmati tertidur di kasur yang sama bersamanya tanpa teringat alas tidur yang tercap nama perempuan itu yang kutemukan di suatu hari di pondokannya. motor, komputer, bb, bajubaju dan semua hal miliknya yang kubantu ia miliki sudah ia bagi bersama perempuan itu. dan itu terpetakan dengan jelas di kepala, hati dan semua yang ada padaku. how am i supposed to do? i can't forget that easily.

seandainya kamu tau apa yang kurasakan ini. sakit yang kurasa. sumpah aku tak pernah punya niatan untuk meninggalkan kamu bahkan saat aku memutuskan untuk bekerja di luar kota. yang kuingat sudah berkalikali kukatakan padamu kalau aku ingin mengumpulkan uang sampai kita punya bekal yang cukup untuk mewujudkan citacita kita membina rumah tangga. membangun rumah mungil dengan halamannya yang luas sebagai taman bermain buah hati kita. aku ingin mimpi yang bertahuntahun kita bangun dulu terwujud, membuatkanu teh manis hangat dan penganan di sore hari, menyambutmu dengan teh tawar panas setiap kamu pulang kerja dan memasakkanmu semua masakan rumah yang lama tak kamu rasakan karena tinggal jauh dari rumah. namun semua itu tak ada lagi. tak berwujud. hilang bersama dengan senyum dan tawa yang kamu pamerkan dengan gaya setengah telanjangmu bersama perempuan itu dalam balutan baju renangnya yang menampakkan payudaranya pada kamu. semua hilang tak berbekas. hanya luka dan sakit yang kini ada juga mimpi buruk itu.....

Wednesday, March 30, 2011

whats left

segala yang terjadi pasti punya efek samping buat segala yang berlaku di jagat ini. betul. saya sadar itu. begitu juga kejadian yang sempet bikin heboh kantor tepat 2 minggu yang lalu. paket bom buku yang sampai di kantor tidak begitu saja lenyap dari jagat keberadaannya.

sebutlah tangan Kompol Dodi yang hancur dan membuatnya tak lagi punya tangan. membuat sorang dodi tak mampu lagi memluk anak istrinya. membuatnya utuh dan sama seperti manusia kebanyakan.
bukan hanya itu. paket bom itu juga meski lambat laun terlupakan oleh hingar bingarnya nudin halid dan ke"kopehan"nya untuk jadi ketua umum PSSI, nyatanya masih membekas. ada banyak orang (mungkin) yang masih kena dampak paket bom itu. mas tukang baso yang rajin mampir ke kantor misalnya.
biasanya setiap sore dia jadi primadona yang dicari semua orang saat sore menjelang. perut-perut yang meminta diisi selalu sibuk mencari sosoknya dan gerobaknya buat sekedar mengganjal dan memuaskan hasrat cacingcacing di perut. bolehlah ia berhitung dengan pasti berapa pendapatannya sehari dengan pasti sejak ia berjualan di kantor saban sore. namun kini ia tak bisa melakukannya lagi. pihak keamanan melarangnya untuk berjualan di kompleks kantor. bukan hanya kami yang tak lagi bisa menikmati aroma khas baso malang dengan krupuk pangsitnya itu saja, tapi penghasilannya sebagai tukang baso tidak lagi bisa ia hitung dengan pasti. suatu sore ia mengeluhkannya pada saya. "kok adaada aja ya mba. masa setelah saya nikah rezekinya jadi seret. dulu saya udah tau bakal dapet untung berapa. sebelum maghrib jualannya udah habis. sekarang susah mba." hmmmm saya cuman bisa bilang pasti ada penggantinya kok. ini cuman jadi cobaan and the bla bla bla lainnya.

bukan cuman tukang baso itu saja. kedai di belakang kantor pun sekarang tak seramai dulu. oke saya gak suka sama harganya mereka yang selangit itu, tapi saya juga gak tega kan kalau harus melihat para pekerja disana yang menggantungkan penghidupan mereka di kedai harus menganggur? jahat amat sih?
itu baru 2 contoh. contoh ketiga adalah saya.

iya saya. semalam saya harus terjaga sampai lepas tengah malam gara-gara mesjid sebelah tempat saya tinggal mengadakan acara pengajian. acara pengajiannya sendiri sih fine by me, meski sejujurnya sangat mengganggu. berisik. tapi ya sudahlah. saya masih bisa terima sampai kemudian mereka mulai menyalakan petasan, kembang api dan yang lainnya. jangan tanya gimana jantung saya seolah berhenti. gambaran bom yang meledak di kantor lengkap dengan para korban yang digotong di depan mata seolah tergambar lagi. iya, saya masih trauma mendengarnya. saya cuman bisa menutup telinga dan menangis ketakutan. saya tau itu bukan bom tapi sumpah saya masih takut mendengar suara ledakannya.

fiuhhhh....saya sekarang cuman bisa mengutuk dalam hati buat mereka yang rajin banget bikin kekacauan dengan mengirim dan membuat bom. cobalah pikir lagi. banyak sekali orang yang kena dampaknya. benci yang kalian sampaikan buat seseorang atau sekelompok orang coba diselesaikan dengan baikbaik. jangan jadikan orang lain di luar itu sebagai korban dari ketidakbecusan kalian dalam berkomunikasi.

Thursday, March 17, 2011

This Is it....ala chef ochie

dapur, sumur, kasur. 3 hal yang katanya jadi teritorinya perempuan. tapi beneran saya gak tau bener ato engganya. secara buat saya hal begituan udah ga jamannya lagi kalee. banyak kok cowok yang kemudian turun nyasar ampe ke dapur. lha tyang bikin sumur juga biasanya cowok bukan? hehehe. nah untuk urusan kasur kayaknya butuh kerjasama tuh biar samasama puas dan menikmatinya (glekkkk).

anyway, saya lebih percaya segala sesuatu yang terjadi sama kita, good or bad, selalu dimulai dari perut.

cinta juga buat saya akan selalu dimulai dari perut. duhh saya mulai beromantisromantis ria nih xixixixi. tak apalah ya. iya, saya percaya cinta suami nanti akan sampai atau malah bermula dari perut. call me silly but that's fine with me.

itu sebabnya saya mulai belajar untuk menyukai kegiatan satu ini. iya sih awalnya rasa masakan saya gak karuan. di awalnya saya nyampe ke posisi bikin masakan dengan bumbu instant yang sekarang dengan gampangnya ditemuin di semua sudut penjuru dunia. ada rendang, opor, sampe ke tempe goreng you name it ada deh semua. tapi lama kelamaan dengan kesadaran tinggi pada kesehatan dan terutama rasa, beralihlah saya pada bumbubumbu alami.

sumpah, pertama kali nyoba masaj capenya itu loh. gak ketulingan. buat satu masakan aja saya bisa habisin waktu sampe 1 jam. berdiri buat nyiangin bumbu, buat masak dan nunggu matang makanan plus ngulekngulek bumbu. repot banget deh pokoknya.

tapi itu cerita dulu. sekarang masak jadi kegiatan yang saya rindukan. eh beneran loh sekarang saya udah jago (biarin muji diri sendiri juga :D ). saya sudah bisa bikin nasi goreng so lezato. saya juga sudah bisa nyediain makanan buat lebaran sendiri. itutuh gulai ayam, sambel goreng hati plus acarnya. eh lontong dan ketupatnya sih belum bisa sih hehehe. dan yang asyik saya juga sudah bisa dengan bangganya bakalan bilang kalau saya bisa bikin rawon. meskipun mr rius kerap bilang daripada cape masak lebih baik beli, saya masih hobi buat mencoba menu baru.

gimana soal rasa? setidaknya sih saya sudah denger papah minta buat dimasakin beberapa masakan andalan saya itu. atau denger tukang warung di rumah bilang "kata pak yoyo mah kalau mau makan enak musti nunggu si eneng pulang". hihihi geer deh saya.

tapi sayangnya kemampuan saya buat masak ini justru belum bisa dinikmati sama pasangan saya. saya ingat saya pernah sakit hati saat bekas pacar saya dulu mengkritik masakan buatan saya. dia bilang kalau makanan gak enak buat dimakan itu sayang. cuman bisa dibuang. ahhh disanalah saya belajar buat masak benerbener. saya juga belajar bahwa masak itu juga butuh kesungguhan dan cinta. saya rasain itu. setiap saya masak dengan mood yang jelek maka masakan bauatan sayapun selelu dengan mudahnya dapat kritikan. entah karena keasinan ato malah kurang asin. tapi kalau saya masak dalam keadaan baik dan kesadaran tinggi plus penuh cinta, maka masakan saya itu hmmm asyik punya deh.

namun sayang kemampuan masak saya ini tidak bisa saya persembahkan buat orang lain selain mereka yang menempati rumah margawangi. dia sudah gak sama saya lagi. padahal jujur dialah dulu alasan saya belajar keras untuk bisa masak. hobi kami buat makan enak, kerinduan dia buat menikmati masakan rumah dan panas telinga saya karena dia selalu membanggakan masakan ibunya jadi sekian banyak alasan buat saya belajar masak. tapi sekarang tidak bisa lagi. mr rius? ah beda lagi. yang satu itu justru kerap membuat nyali saya sebagai seorang chef malah hangus. komen dia bahwa lebih baik membeli makanan ketimbang masak membuat saya berhenti melihat dan mencoba masakan baru. hmmm....yang saya tahu saya senang masak. dan yang saya tahu saya pengen bisa menjaga cinta pasangan saya lewat makanan yang saya hasilkan dari tangan saya sendiri.


fusili ngarang ala chef ochie
rawon hasil coba-coba

Wednesday, March 16, 2011

Meletus

kadang kita gak pernah tau apa yang akan terjadi dalam hidup kita. eh bukan kadang deng, seringnya. bener deh. Tuhan punya seribu satu misteri untuk entah dipecahkan atau dijalani, whateverlah. tapi dodolnya kita ( eh terlalu berlebihan nih nyebutnya, saya) gak bisa mengambil apa yang dituliskannya untuk kita. kemarin contohnya.

sebuah pesan hadir di komputer kerja saya. ditulis oleh mantan atasan saya. dia bilang menurut pak tedjabayu (salah satu pendiri kantor kami) ada sebuah bungkusan yang diduga bom ada di kedai. gegana sudah dipanggil. polisi juga sudah datang.

somehow saya gak terlalu menanggapi apa yang ditulisnya itu. saya yang saat itu tengah berkirim pesan pendek via komputer dengan mr rius hanya menuliskannya dengan nada riang.

saya: ada bom di kantor
mr rius: bener?
saya: beneran. tadi ada vyprestnya mba nita.
saya: ih klo beneran meladak musti cepet-cepet bikin surat wasiat nih
mr rius: huss
saya: ehh..wasiatnya yang pertama tolong ambil jam yang kemarin direparasi ya. yang ngebenerinnya udah telepon soalnya.

saya masih melanjutkan obrolan gak mutu itu dengan mr rius. saya dan beberapa orang teman bahkan sempat menjadikannya bahan tertawaan ketika kami menemukan bahwa ternyata benar benda yang kami curigai bom itu tampil di web kantor. bukan cuman itu saja. bom itu juga numpang beken di situsnya kompas.

saya dan beberapa orang rekan masih sempat buat mengupload info itu di social network kami. but somehow tak ada satupun dari kami beranjak dari kursi untuk segera menjauh dari kemungkinan meledaknya bom itu. kami masih asyik berkutat dengan entah apapun itu pekarjaan kami. saya ingat mr rius meminta saya untuk segera keluar dan pulang. tapi saya bilang engga atuh. belum ada perintah evakuasi.

dan itulah yang terjadi. sekitar jam 4 kurang saya turun untuk bertemu penyelia saya melaporkan kalau besok saya akan membawa temanteman reporter teen voice buat datang ke acranya aqua. saya turun ke kedai. kedai yang hanya berjarak 50m dari bom itu. saya lihat garis polisi sudah terpasang. sempat terpikir untuk melongok. tapi akal saya bilang jangan. ah sejak kapan saya ikutin akal ya? hehehe. jadilah saya sedikit melipir ke arah bom itu dan tiba-tiba.....duarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

kalau saya sering merasa nayawa saya turun sampai di dada setiap kali balon meletus (dan itu yang bikin saya parno sama balon) maka saat itu nyawa saya rasanya sudah sampai pusat. belum selesai rasa terkejut saya, saya melihat darah itu mengucur membasahi tanah tempat saya dan beberap teman kerap bercandaria menjelekjelekan bos kami masingmasing atau sekedar bergunjing bertukar info tentang anakanak baru yang masuk kantor yang nampaknya butuh test kejiwaan. saya melihat lengan itu hancur. saya melihat dan mendengar mereka menangis dan meringis. nyawa sayapun turun sampai di lutut.

selebihnya saya tak ingat lagi.

yang saya ingat hanyalah beberapa orang rekan sibuk menggotong badanbadan yang tadi saya lihat terkapar, meringis dan menangis itu berlalu dihadapan saya dengan wajah yang jelas menggambarkan kesakitan teramat sangat. satu persatu mereka berlalu dihadapan saya yang hanya bisa bengong dan tak tahu harus melakukan apa. saya baru tersadar saat melihat seorang rekan perempuan menangis. tidak, ia tidak terluka. ia hanya shock. sama seperti saya. nyawa saya kembali lagi terisi. otak saya kembali terisi. saya memeluknya mengatakan padanya semua akan baikbaik saja. jujur saya tak tahu apakah benar semua akan baikbaik saja. tapi saya tahu saya tak boleh lemah disaat seperti ini. rasa takut, bingung dan semuanya berubah menjadi rasa marah. saya terlalu marah pada pengecut yang berani mengirimkan kami paket mereka.

rasa marah itu juga yang kemudian membuat saya segera menelepon rumah memberitakan saya tak apaapa. saya hanya takut mereka akan tahu dari berita di tipi yang seringkali berlebihan. saya telepon mr rius dan mengatakn padanya obrolan kami di dunia maya itu ternyata kejadian. langkah selanjutnya adalah memberitakan pada keluarga yang lain.


saya tak tahu apa yang diinginkan mereka yang membuat keonaran di tempat kami. ini tempat kami bekerja. kami bekerja secara jujur disini. mencoba bertahan hidup. banyak mulut yang bergantung pada apa yang kami kerjakan disini. kami tak pernah mengambil hak orang lain disini. mungkin benar apa yang dikatakan mantan bos saya di sosial network miliknya "yang membuat saya sedih atas kejadian bom utan kayu adalah kami, komunitas yang menerima segala perbedaan sebagai sesuatu yang indah, terluka oleh mereka yang tak cinta perdamaian, pluralisme dan demokrasi. terima kasih untuk simpati temanteman, perjuangan kami tak akan berhenti hanya karena teror."

ya benar. saya marah dan sedih pada apa yang telah mereka torehkan pada kami. saya, kami dan semua tak akan pernah takut pada apa yang kalian lakukan. teror kalian hanya semakin membuktikan betapa kalian cuman pengecut kecil ditengah belantara raya.

pagi ini saat kami akan mulai beraktivitas kami berkumpul. kami tahu trauma itu masih ada disana. bagaimanapun juga bom yang kemarin meledak menyisakan banyak, pada pak dodi (polisi yang mencoba menjinakkan bomnya. makasih ya pak), pada saya dan juga banyak teman yang secara langsung maupun tidak melihat meledaknya bom itu. namun kami sepakat bahwa kami tak akan petnah mundur dan takut. satu hal lagi yang menjadi pelajaran bagi saya. 

tragedi ini memberi kami banyak pelajaran. salah satunya adalah kami kini tahu bahwa tidak semua orang punya niatan baik. inilah celah dari bencana ini. tempat kami bermain ini (begitu istilah kami buat kantor ini) dengan mudahnya diakses oleh siapa saja. bukannya tidak ada satpam atau penjagaan, tapi kami cenderung terlalu percaya bahwa ini area bebas. siapapun punya hak untuk melakukan hajatnya disini. sudahlah, it was a lesson, bad but good one for us and me offcourse. 


Teror ditebar memang untuk menyebarkan ketakutan. Tapi kalau ini tujuan pengirim bom, sungguh ini kekeliruan besar. Kalau menyerah pada teror, maka Komunitas Utan Kayu dengan segenap isinya tak akan berumur panjang seperti sekarang. Ini tak sekadar teror untuk Ulil, atau untuk JIL. Ini adalah teror terhadap kebebasan berekspresi serta Indonesia yang berwarna. Juga teror terhadap kemanusiaan. Teror semacam ini tidak boleh membuat kita takut, gentar, runtuh, atau mundur. Komunitas Utan Kayu berdiri dengan tekad membangun kemerdekaan berpikir dan bersuara, seperti kata salah satu pendirinya, Goenawan Mohamad. Dan dengan itu pula, dengan dukungan Anda, kita bersama-sama melawan teror.


******
ini pesan dari salah satu petinggi front pembela islam:
Jubir Front Pembela Islam (FPI) Munarman justru menduga bom di Utan Kayu, rekayasa. Sengaja dibentuk sedemikian rupa. Saat ini JIL dan KBR 68 H sedang kekurangan dana, dan dibuatlah peledakan agar bantuan-bantuan asing masuk ke kantong mereka.

Sunday, March 13, 2011

damn

damn!!! cuman bisa mengutuk saya pada diri saya sendiri. saya terlalu merasa merindunya. saya terlalu menginginkan dia. saya terlalu merasakan sakit di saat yang tidak tepat. saya ingin teriak. sungguh saya ingin teriak.

hey kamu...!!! saya tak tahu apakah ini cinta sejati, jodoh atau apapun namanya. saya tak bisa menghapus semua hal tentang kamu. saya tak bisa menyingkirkan sedikitpun hal tentangmu di otak saya. meski kerap kali saya menagis karena kamu tapi sungguh tak mampu saya membenci kamu. saya terlalu merindukan kamu. tolong jangan siksa saya lagi. saya hanya ingin bahagia. sungguh saya hanya ingin bahagia....

Sunday, February 27, 2011

true to you

When you find a true one, it will be your greatest moment...if you find a right one, that will be your finest day.
The one who give you everything, somebody who loving you for a good reason.
A true one isnt complicated at all, just a simple man who share every single minute with you...stay close and take a good care with you.
His/her words is an oase at the desert than protecting from harm and keep you in nice warm heart.
You dont need anythings else...you dont want someone else...the world is enought...the greatest day has come, the finest time is your...the true love will stay with you forever.
A journey is over and ended for the one.

merindumu dengan sangat

malam ini entah untuk kesekian kalinya ku lewati sendiri tanpa kamu. namun entah bagaimana malam ini terasa sangat berbeda. rasa yang bahkan akupun tak tahu bagaimana menafsirkannya. terlalu. rindu yang kurasa ini terlalu besar. pada wajahmu. pada sosokmu. pada harihari yang pernah ku lewatkan bersamamu. begitupun saat ku bagi cerita tentangmu pada seorang kawan. aku hanya mampu menahan rasa itu. rasa yang ku benci untuk mengakuinya.

ku tahu rasa itu tak mungkin pernah ada lagi kau rasa. apa yang pernah terkatakan, terlaku hanyalah sesuatu yang ada di belakang dan mungkin tak akan pernah ada di manapun kecuali di tempatnya sekarang.

benci untuk kuakui namun harus kuakui. aku terlalu merindumu. aku juag terlalu marah padamu. namun tak bisa kupungkiri rasa sayangku tak akan pernah hilang darimu sampi kapanpun.

sayang....aku merindumu dengan sangat.......

kisah terindah

Kusesali dirimu
Mengapa tak disisiku
Saat ini aku rindu
Kusesali mengapa dia
Yang berhak atas kucinta
Sesungguhnya ku tak rela

andai engkau ada disini
Kukan selalu menjaga dan mencintamu
Andai kau tercipta untukku
Kan kurangkai kisah terindah hanya untukmu


Kusesali diriku
Mengapa tak disisimu
Saat ini aku rindu

andai engkau ada disini
Kukan selalu menjaga dan mencintamu
Andai kau tercipta untukku
Kan kurangkai kisah terindah hanya untukmu

Oh haruskah ku menunggu
Sampai waktu kan berpihak kepadaku
Demi cintaku ooo…

Andai kau tercipta untukku
Kan kurangkai kisah terindah hanya untukmu

Ku kan selalu menjaga dan mencintamu
Andai kau tercipta untukku
Kan kurangkai kisah terindah hanya untukmu

Tuesday, February 22, 2011

break even

I'm still alive but I'm barely breathing,
Just prayed to a god that I don't believe in,
'Coz I got time while she got freedom,
'Coz when a heart breaks
no it don't break even.

Her best days will be some of my worst,
She finally met a man that's gonna put her first,
While I'm wide awake, she's no trouble sleeping,
'Coz when a heart breaks
no it don't break even, even no.

What am I supposed to do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok
I'm falling to pieces
I'm falling to pieces

They say bad things happen for a reason
But no wise words gonna stop the bleeding
'Coz she's moved on while I'm still grieving
And when a heart breaks
no it don't break even, even no.

What am I gonna do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
(One still in love
while the other one's leaving)
I'm falling to pieces,
(Cuz when a heart breaks
no it don't break even)

You got his heart and my heart and none of the pain,
You took your suitcase, I took the blame.
Now I'm tryna make sense of what little remains, oh.
'Coz you left me with no love, with no love to my name.

I'm still alive but I'm barely breathing,
Just prayed to a god that I don't believe in,
'Coz I got time while she got freedom,
'Coz when a heart breaks
no it don't break, no it don't
break, no it don't break even no.

What am I gonna do when the best part of me was always you
What am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces,
(One still in love
while the other one's leaving)
I'm falling to pieces,
(Cuz when a heart breaks
no it don't break even)

Oh, it don't break even, no
Oh, it don't break even, no
Oh, It don't break even, no

sakit itu gak enak jendral!!!

sumpah gak enak banget kalau badan mulai terasa pegal-pegal gak jelas. kepala mulai berat sementara tenggorokan mulai terasa bagai di gurun sahara. arggghhhh i hate being sick.

bukan cuman karena aktivitas saya jadi terhalang tapi juga karena sensasi rasanya yang gak menentu itu sih. benciiiii.....banget

saya memang termasuk yang jarang sakit. biasanya kalau mau flu cukup dihajar vitamin c dan lari keliling kompleks udah bikin saya cenghar lagi. makanya bisa diitung jarilah kalau saya sakit.

oke saya pernah masuk rumah sakit garagara si nyamuk nakal yang bikin saya tepar seminggu di rumah sakit. jangan tanya gimana rasanya. duhh udah bikin badan gak enak pengalaman tinggal di rumah sakit sendirian itu juga bikin gak nyaman.

iya sendirian. saya lebih banyak diam di rumah sakit sendirian. hanya kalau malam saja papah dan mamah (yang waktu itu belum saya sadari udah mulai sakit) menemani saya. siang sampe maghrib sih ya suwis sendirian aja. makanya sempet tuh ngerasa jealous sma orang di ruangan sebelah yang rajin ditemani orangorang tercintanya.

oke enough about my past.

kalau sekarang saya berasa nelangsa banget saat sakit lebih karena saya merasa menderita banget. badan yang gak karuan rasanya itu harus juga ditambah perasaan sedih karena saya sendirian. dulu sebelum mamah sakit seperti sekarang, saya masih bisa mengandalkan beliau buat mengompres atau sekedar mijitin kalau saya sakit seperti sekarang. atau paling gak minta dibalurin. tapi sejak beliau sakit (dan itu sudah lama ternyata) saya benarbenar sendirian dan itu yang bikin benerbener nelangsa.

eh sakit kali ini juga yang bikin gak menyenangkan adalah karena saya gak punya uang lagi. huhuhu beneran. entah bagaimana caranya uang tabungan saya kok tibatiba aja habis gak bersisa sementara buat nunggu gajian masih lama. makanya saya belabelain buat gak nengokin dokter di apotik 24 jam itu meski badan ini udah ngajakngajak kesana. itu makanya saya tetap memaksakan diri datang ke kantor dan gak beristirahat di kamar juga karena saya tahu saya pasti butuh makan sementara uang saya sudah menipis nih hehehehe. yah sedih deh jadi anak rantauan.

bolehkan kalau sekali ini saya pengen jadi alay dan lebay?

sakit itu gak enak jendral!! dan yang lebih bikin gak enaknya karena saya sendirian huhuhuhu

Monday, February 21, 2011

Take and Give?

Kemarin saya baca salah satu tulisannya okke sepatu merah dan saya tiba-tiba ngakak sendiri. Bukan, bukan karena saya merasa tersentil sama tulisannya. lebih karena saya ingat cerita saya sendiri dan beberapa orang teman. oke sebelum makin bingung saya mulai aja ya.

tulisannya sih sederhana soal apakah kalau kita masih dalam status pacar berhak atau engga, suka atau engga, yah yang semacamnyalah buat minta apaapa (baca: matrei) sama pasangan kita. oke sih cerita kalau dia termasuk yang ngerasa harom hukumnya. meski demikian dia bilang sih banyak juga cewe yang ngelakuinnya. As for me?

wait...saya harus merefresh dulu pikiran saya soal minta meminta ini. hmmmm.....kayaknya saya setuju deh sama si empunya tulisan. harom banget deh minta apaapa sama pasangan kita. tapi kalau saya ebih karena saya emang orang yang sangat gengsian hihihi.

saya ingat sama bekas (busyett saya mulai ketularan orang kantor nih yang gak boleh pake kata mantan hehehe) saya, sayagak pernah minta apaapa dari dia selama 13 tahun lebih kami samasama. iya beneran. hadiah ulatahpun saya gak pernah dapat. apalagi hadiah valentine (maklum bo kan orang lagi jatuh cinta). hadiah anniversary juga idem. singkatnya saya gak pernah minta apaapa dari mr jerk. gak barang gak apapun.

mungkin waktu itu saya sadar sepenuhnya kalau mr jerk bukanlah orang dengan ekonomi yang mumpuni buat ngasih apaapa sama saya yang jadi pasangan dia (saat itu). begitu juga saat dia sudah mulai bekerja. saya tetap mempertahankan ego saya buat gak minta apapun sama dia. yah waktu itu sih yang kepikiran mending dia simpen buat bantu ortu atao adiknya. walo kadang hasilnya uang itu dipakai buat ngutak ngatik motor atau keinginan dia buat ngutakngatik kompienya (itupun masih saya bantu juga nambalin kekurangannya).

bukan saya gak mau, tapi saya merasa saya masih bisa buat memnuhi kebutuhan saya (yang untungnya) gak banyak. saya bukan perempuan yang senang window shoping beli barangbarang yang nantinya bakal saya sesali sendiri. saya juga bukan perempuan yang hobi gontaganti gadget. kalau ada guilty pleasure saya hanyalah beli baju dan sepatu senam. cuman itu. tapi saya masih tau diri kok dengan berusaha ngumpulin dulu biar apa yang saya pengen bisa saya beli.

saya ingat mr jerk pernah membelikan saya kalung. ceritanya sih hadiah ultah saya. tapi ya gitu deh, kalung yang kami (saya juga ikut pas beli jadi no suprises) beli di toko asesoris di salah satu pusat perbelanjaan di bandung itu ternyata gak berumur lama ada di leher saya. saya yang selama ini merasa sebagai perempuan berkulit badak (saking tebel dan gak maslahnya) ternyata gak bisa memakainya. leher jadi gatelgatel dan berwarna merah. yah dengan terpaksa setelah dipaksakan buat terus dipakai, saya lepas juga kalung itu. eh tapi ini dia yang beliin loh bukan saya yang minta. banyak sih janji dia pada saya. misalnya nih dia janji buat ngasih saya motor matik buat saya jalanin kegiatan saya (mirisnya dibilang sama dia 2 minggu sebelum saya nemuin fotofoto mesra setengah telanjangnya dengan perempuan itu). ada lagi yang lainnya tapi sudahlah tutup buku.

intinya, saya gak pernah minta banyak sama dia. saya ingat yang selalu saya minta sama dia setiap saat selalu sama. saya mau dia dan saya makin sayang. saya mau kami baikbaik till death do us part. ahhh...manisnya. ternyata satusatunya permintaan saya sama dia malah gak pernah bisa dia kasih ke saya. hmmm....sakit? banget.

banyak temen yang bilang kalau saya setengah bego setengah dodol (woy bedanya apa ya?). bukannya kalau kita berpacaran harusnya ada saling memberi dan menerima? lalu kenapa tampaknya lebih banyak saya yang harus memberi? eh sumpah saya gak terima dibilang bodoh. saya berargumentasi bukannya kalau kita meminta berarti kita gak tulus? yang saya tahu cinta saya tulus buat dia dan keluarganya (gila nih bahasanya xixixi). itu makanya saya bersedia buat berada diurutan sekian kalau sudah menyangkut kasih mengasih dari dia.

"tapi ada hasilnya ga?"

sialan. iya sih. saya tetap aja diselingkuhin sama mr jerk.

habis mau gimana lagi? saya masih tetep perempuan yang egonya tinggi. gengsian.saya masih merasa kalau saya dikasih sesuatu berarti saya hutang sama yang ngasih itu. saya paling anti berhutang apalagi kalau hutang budi. udah banyak conto kejatuhan seseorang hanya karena hutang. baik yang gak mau membayar hutangnya atau yang ditagih hutangnya. jadi, bolehlah saya bilang saya gak berhutang pada mr jerk.

jadi kata kawan saya, pemberian itu --- kalau kau sedang sial--- bisa jadi senjata untuk meribetkan hubunganmu. Kalau kamu semacam orang yang malas ribet, ya jangan minta-minta.
tapi ada juga pendapat lain, ada beberapa yang mengatakan bahwa meminta sesuatu pada pacar tidak masalah, sekaligus untuk menguji sejauh apa pacar mau melakukan sesuatu untuk dirinya.

well, okay. bisa juga. Tapi, kalau saya sih, minta-minta sama pacar, tetap harom hukumnya. (beruntunglah kamu, wahai, pacar saya. *waves*)

Nah sekarang, gimana dengan anda, para Lajang?

One of the things about equality is not just that you be treated equally to a man, but that you treat yourself equally to the way you treat a man.
~Marlo Thoma

Why Does It Hurt So Bad?

Bagaimana mungkin bulan bisa merindukan matahari ketiak ia tak pernah punya kesempatan menyapanya penuh cinta?Bagimana mungkin ombak bisa merindukan Himalaya ketiak ia tak pernah punya kesempatan menuturkan harapan yang ia punya bagi mereka?Bagimana mungkin saya masih merasa begitu merindunya ketika hanya sakit yang bisa ia berikan pada saya?

Tak ingin lagi mengingat. Tak ingin lagi merasa. Tapi justru itu yang selalu ada.

Tolong, Tolong saya. Tinggalkan saya. Tolong. Tolong saya. jangan pernah datang lagi.Bahkan sekedar keinginan menatap dari kejauhan. Tak cukupkah perih yang kau tanam?. Tak cukupkah derita yang kau beri?

Saya berhak untuk bahagia dengan atau tanpa kamu.....

Tuesday, February 8, 2011

Anger Management

sepanjang ingatan saya, baru 1x saya meledakkan amarah dengan demikian dahsyatnya. jadi sejauh usia saya di kepala 3 ini bolehlah dibilang saya masih mampu mengelola amarah saya dengan baik. Biasanya kalau saya marah cukup dengan diam atau kalaupun tidak saya hanya akan menangis saja.

menangis sebetulnya jadi pilihan kalau marahnya saya bener-bener bikin saya sakit hati atau marahnya saya tidak cukup diatasi dengan diam. lainnya? saya lebih memilih buat diam kalau marah.

bukan apaapa. sya hanya takut kalau saya marah lalu saya mengatakan sesuatu yang tidak pada tempatnya. saya takut garagara terbawa emosi di jiwa saya bakalan mengucapkan sesuatu yang malah bakalan memperparah keadaan. sebut saja orang yang jadi sumber marah saya itu sakit hati lalu dia berbuat sesuatu yang lebih bodoh lagi. waaa alamat bakalan lebih kacau keadaan.

nah, soal marah besar yang sekali-kalinya saya ucapkan adalah saat saya marah besar sama mantan spv saya. seorang lakilaki banci yang gak pantes punya penis di tubuhnya. wajah, suara, seluruh badan saya marah pada kelakuannya. dan baru sekali itu saya sendiri sungguh takut pada diri saya sendiri. busyett ngeri banget ya yang namanya amarah itu? saya hampir tak ingat banyak detil kejadian. yang saya tau (ini juga cerita seorang teman yang kebetulan melihat saatsaat itu) wajah saya gak karuan. hilanglah sudah trade mark saya yang selalu tersenyum.

diam juga jadi pilihan bagi saya saat mr jerk dan pasangannya sekarang berbuat tidak senonoh pada saya. ah sudahlah saya tak mau mengingat dua orang berengsek macam mereka.

saya ingat dulu sekali saat saya masih pakai baju merah putih saya pernah 2 kali di panggil kepala sekolah garagara saya berantem. berantemnya saya ini juga karena saya marah. tapi berbeda dengan perempuan yang biasanya marah dan kemudian pabanyakbanyak ngomong, saya malah memilih sebaliknya. gak banyak ngomong tapi langsung: HAJAR!! huahahaha.

nah kemarin berhubung saya marah pada Tuhan dan pada ibu saya yang setengah waras, gak mungkin saya hajar. jadilah kemarahan saya yang sudah di ubunubun ini saya lampiaskan pada barang sekitar. salahnya yang saya pilih justru lemari jati tua. duarrrr tepok jidat deh hehehe. lesson learn nya sih bukan cuman sekedar jangan melampiskan amarah pada lemari nan kokok yang hanya akan membuat tangan sakit, tapi lebih pada bagimana caranya memange amarah. yup, anger management.

mungkin saya harus belajar lagi untuk yang satu ini.

tapi hari ini saya bingung melihat bagimana orang-orang dengan mudahnya menebar amarah mereka. tragedi cikeusik dengan matinya 4 orang warga ahmadiyah dan tragedi temanggung dengan pembakaran 2 gereja dan pengrusakan fasilitas publik. kalau saya saja yang pernah merasakan letupan kemarahan merasa begitu lelahnya, padahal saya cuman diam aja, gimana mereka ya?

benerbener ya amarah itu harus bisa dikendalikan. tak ada yang salah dengan perasaan marah. hey, itulah yang membuat manusia sebagai makhluk terkomplit yang diciptakan oleh Tuhan. tapi lain ceritanya kalau kemudian salah satu sifat fitrah yang diciptakan uhan itu malah sama sekali tidak bisa kita kendalikan. bukankah yang membedakan manusia dan hewan adalah kemampuan untuk berpikir dan mengontrol emosi? rasanya saya masih gak rela tuh kalau dibilang ada koneksian antara kita dan kera. biarpun ada berjuta-juta analisa secara ilmiah. ihh sorry ya, saya manusia yang punya akal dan bukan cuman punya rasa aja.

Monday, February 7, 2011

Hidup itu Ijon

Judul ini saya co-paste dari tulisan mantan bos. Agak geli membaca tulisannya tapi beneran saya juga (dan mungkin banyak orang lainnya) "ngerasanin" banget apa yang di tulis mantan bos saya itu.

Ceritanya sih apalagi sih selain keluh kesah seperti biasanya manusia dengan tingkat kebutuhan bermacam-macam? Yup, saya dan juga mantan bos (juga teman-teman sekantor lainnya-mungkin) termasuk orang yang merasakan kelonggaran pada pernafasan setiap kali kalender sudah menunjukkan angka 26. Bagaimana tidak? Itu berarti tengah malam nanti pundi rekening kami kembali terisi setelah berhari-hari diabiarkan kering tanpa ada sisa sedikitpun oleh si empunya. Tanggal segitu artinya hari bebas dari kantong kering, makan seadanya dan banyak lagi hehehe.

Selain rasa senang, ada juga rasa lain yang ikut. Apalagi sih selain rasa miris mengingat betapa dengan mudahnya rekening tabungan langsung kosong. Yup, secepat kilat angka-angka yang tadinya tertulis dengan sangat mengagumkannya itu berubah menjadi angka nol besar gara-gara beralih pada rekening oarang lain....bayar utang.

Beneran kan hidup adalah ijon?

Saya dan mantan bos ini memang punya kesamaan (selain tentunya perbedaan yang sering bikin kami ribut di kantor dulu). Sama-sama memiliki gaji diatas 10 koma yang artinya selepas tanggal 10 garis kehidupan kami berubah menjadi koma :(

Selepas minggu kedua (yang entah bagaimana kok nyampenya cepet banget), mulailah ketar ketir bagimana seharusnya meneruskan kehidupan.

Mungkin banyak orang yang menilai hidup saya jauuuuhh lebih menyenangkan. Bagaimana tidak, saya masih single dan belum punya tanggungan, ayah yang pensiunan Telkom dan beberapa kebutuhan semisal komunikasi maupun kesehatan sudah ditanggung kantor. Sayangnya sih apa yang dilihat orang belum tentu seperti kejadian sesungguhnya :(

Oke, saya memang belum berkeluarga tapi saya juga punya kewajiban untuk membantu keluarga. Dari mulai membayar si bibik di bandung, uang belanja di rumah sampai membeli beberapa kebutuhan si kecil Eping dan adiknya.Belum lagi kewajiban saya buat bayar kosan dan gak lupa dong jatah makan saya dan mr rius.

Ini sungguh bukanlah suatu penyesalan. Sungguh. Saya bersyukur pada apa yang Tuhan sudah beri pada saya selama ini. Saya selalu percaya semakin banyak yang kita keluarkan terutama buat keluarga dan yang membutuhkan, maka semakin besar pula Ia berikan pada kita. Bolehlah dibilang kalau mau lancar rejeki maka lancarkan juga memberinya. itu sebabnya saya tidak pernah menyesal mengeluarkan banyak sekali dari penghasilan saya buat kebutuhan keluarga. Walau seperti yang dibilang mantan bos saya dan mr rius, bahwa saya harus berpikir logis alias menghitung-hitung antara apa yang saya dapat dengan yang saya keluarkan. Entahlah, saya masih begitu keras kepalanya menganggap bahwa urusan rejeki ga ada kata logis huahahaha....

saya ingat saya dulu punya teori bahwa Tuhan entah bagaimana kalau sudah menetapkan kebutuhan seseorang sejumlah A maka sejumlah itu pulalah rejeki yang diberinya. Terlepas apakah itu berupa uang atau barang. terlepas juga apakah itu berasal dari penghasilan sendiri atau pemberian bahkan pinjaman dari orang. Apa yang kita dapat ya itulah rekeji kita.

Dulu seringkali saya heran-heran sendiri bagimana bisa saya bisa membiayai kehidupan saya sendiri (dan orang-orang di sekitar saya). Saya ingat bagaimana saya masih bisa menikmati beberapa makanan yang enak-enak di beberapa tempat makan di kota Bandung disaat saya sedang jobless. Di saat itu saya juga masih bisa memenuhi kebutuhan mr jerk. Dimulai dari kebutuhan makan sehari-harinya dulu sampai kebutuhan sandang dan tersier dia. Saya ingat dulu ketika masa kuliah, orang tua mr jerk hanya bisa memberikan ia uang bayaran sekolah, maka kebutuhan ia untuk makan dan transportasi somehow bisa saya penuhi. begitu pula saat adik-adiknya ga punya cukup bekal, saya masih bisa memberi mr jerk cukup uang buat bekal adik-adiknya.

Itu baru kebutuhan pokok. Belum lagi kebutuhan lainnya. Misalnya saat ia butuh sekali hp, saya masih bisa memberinya seperti apa yang iamaui. dan ini masih terus berlanjut bahkan saat ia sudah memiliki pekerjaan. Namun saat itu dengan penghasilannya yang tak seberapa itu, yang seringkali ia berikan semuanya pada saya untuk dikelola, saya harus putar otak untuk bisa mencukupi kebutuhannya. Bayar kosan, uang makan, jajan, rokok, transport, ngasih adik-adiknya, ngasih ke ortunya dan jangan lupa perjalanan sebulan sekali ke lembur. Belum lagi kalau salah satu dari mereka jatuh sakit. Sutralah, pengeluaran tiba-tiba banyak sekali. Seakan belum cukup, saat vepy ada beratus-ratus bahkan mungkin berjuta-juta uang harus saya keluarkan dari kocek untuk mendandani vepy biar nyaman untuk digunakan mr jerk. Fiuhhh....

Lihat, banyak sekalikan? Tapi entah bagimana Tuhan selalu bisa memberi saya lebih. Sampai hari inipun saya masih terpukau dengan banyaknya rejeki yang saya dapat yang entah darimana datangnya. Jujur, saya ridho juga memberi semua itu. Anggap sajalah sebagai sedekah.

itu juga yang membuat saya sekarang seringkali merasa "jengah" pada apa yang dilakukan mr rius dengan segala tindakan penghematannya. Hihihi somehow saya merasa bedanya tipis ya antara hemat dan pelit. Tapi saya gak bisa pungkiri saya belajar juga dari mr rius untuk mulai bisa menyisihkan uang (meski agak sulit).

Untungnya sih sampai saat ini saya masih merasa berkecukupan. Dalam artian saya gak perlu berlaku seperti mantan bos atau beberapa orang teman yang setiap tanggal 10 berlalu sudah sibuk kasak kusuk mencari pinjaman untuk menutupi kebutuhan, setidaknya sampai tanggal 26 tiba. Saya gak perlu mengandalkan para pengijon buat meneruskan kehidupan saya, meski kadang bingung juga kok ya pendapatan saya gak seimbang banget sih dengan pengeluaran, kalau diitung-itung di atas kertas.

kalau sudah begini inget juga sama nasihatnya Safir Senduk, "kalau tidak pernah cukup, jangan-jangan bukan karena anda boros, tapi gaji anda yang terlalu kecil"

Yihaaa pak....masa iya saya musti nuntut gaji yang lebih besar? HUHUHU sama impossiblenya dengan saya ngarepin SBY bakal dengan logowo mundur dari jabatannya sekarang kaleeeee. Saya hanya bisa berharap dan percaya kalau Allah tau apa yang saya butuhkan. Allah juga bakal ngasih saya rezeki yang lebih berlimpah dan berkah. saya juga hanya bisa berharap saya diberi Allah rasa cukup, karena hanya dengan rasa cukup itu saya gak bakalan nekat berbuat yang macam-macam demi memenuhi tuntutan kehidupan.

Nah kalau sudah begini, saya mamsih berani gak ya buat memimpikan berumah tangga dan mengadakan acara pernikahan? hueeee zaman sekarang gitu loh, semua-semua dihargai sangat tinggi dududududu

Wednesday, February 2, 2011

Ini Saya, mas!!!

Argggghhhhhhh.....benci rasanya kalau harus selalu disambungkan, dikaitkan dan apapun bahasanya pada sesuatu atau seseorang yang lain. Hey...saya ya saya. Don't mix it with everybody else!!

Kesal rasanya kalau segala yang terjadi di kehidupan saya (secara pribadi) dan mr rius harus selalu dikaitkan dengan orang lain. Iya saya tau katanya setiap orang itu katanya selalu punya bentuk 7 rupa yang sama di dunia ini. tapi ya udah cuman itu doang. Yang bagian lainnya engga!!

Saya ingat banget beberapa waktu lalu saya bertengkar hebat (walo lewat sms) dengan mr rius. Lebih karena saya yang kena PMS dan sifat andalan dia, DIAM. Saya gak ketemu dia selama kurang lebih 1 minggu. Wajar dong kalau kemudian saya geer dan berharap ketika tiba waktunya buat ketemu dia nyamperin saya?

Ternyata, di dago-dago Ledeng eh orangnya anteng aja  sms saya buat halhal gak penting model ngomongin cuaca dan gak sama sekali nyentil soal ketemu saya. Bilang kangen aja engga!!!

Oke, saya coba sabar. But hey, don't mess up with a lion!!

Singkat cerita kami bertengkar. Dan lucunya pertengkaran kami itu jadi gak nyambung karena kemudian yang dibahasnya adalah ketidakmampuan ia dalam menjaga keluarganya (ini sih versi dia). Bukan tentang kami. So i would say, it was out of topic!!!

Yang sedang saya permasalahkan adalah "dingin"nya dia. Bukan apa yang terjadi pada adiknya. Oke saya mengerti keadaannya yang sedang berduka. Tapi tolong dong jangan campur adukan masalahnya.

Dan hari ini kejadian lagi. Waktu saya cerita tentang nenek tercinta yang lagi sakit. Tentang permintaannya pada saya. Lagi-lagi kehidupan saya harus dilekatkan pada adiknya. Duhhh....

Saya dulu sempat berpikir kalau mr rius memilih bersama saya lebih karena ia kehilangan adik kesayangannya yang (akhirnya) memutuskan buat punya lakilaki lain buat bergantung. Tidak lagi pada dia yang lebih dari seperempat abad dijadikan tempat bergantung sang adik. Sekarang pikiran itu ada lagi. Fiuhhh.....

Kalau dia tak pernah mau disamasamain dengan orang lain, begitu juga saya. Saya sayang sama adik dan keluarganya. Tapi jujur saya juga gak bisa harus terus hidup di bawah bayang-bayang adiknya. Karena seperti yang saya bilang: "Ini saya, Mas. Dan bukan adikmu!

How to Destroy Your Relationships

I’m a fairly young boy, but even so, I’ve come to realize that relationships are great teachers when both parties are aware and open-minded. We all need quality relationships in our life. We need people that know and understand us.

I am not just talking about romantic relationships, but any relationship. The expectations, beliefs and values of all parties involved makes it volatile and interesting. Relationships can blossom one day and go down in flames the next.

You can see this happening all around you. Some couples seem happy while others are not. What is it that separates working relationships from the ones that don’t work at all? No one really knows for sure and it will be different from case to case, but there will always be theories, and oh how we love theories!

Here are six different ways you can destroy your relationships (if you choose to):
  1. Attachment
    Even though relationships in and of themselves are about attachment, it is better to release it as much as possible. Being overly attached is being fearful. It signifies that you believe in scarcity. It’s easy to cling to someone when you think that you’ll never find another partner or friend as good as them. This is something that everyone goes through, but ultimately we all realize that it isn’t true. Every relationship will sooner or later pass and new ones will develop. That is the river of life. A big misconception is that love equals permanent attachment. You can love without being needy or attached.
  2. Control
    Attachment leads to control. Control is one of the biggest relationship breakers for me and I’ve become aware of the slightest amount of control exerted on me. It’s a deal breaker. Control comes in many forms, ranging from minor manipulation to exaggerated violence. Just look at how most romantic relationships start, they begin good because both parties are having fun, but as the relationship progresses and the initial infatuations vanish, fear enters the picture and bad stuff happens.
  3. Expectations
    Being disappointed is impossible without expectations. Take a hard, deep look at what you’re expecting to get out of each relationship you have. Sometimes adjusting your expectations can significantly change your relationship for the better. Clinging to old expectations that do not fit reality will completely destroy a relationship.
  4. Selfishness
    It’s easy to fall into selfishness and laziness in both relationships and personal development. It takes discipline to keep going and being aware of what the other person really wants. Sometimes you have to do things you don’t really want to do, but you can inject joy into a task like this simply by focusing on how good someone else will feel. Serving others naturally feels good. We’re meant to help and love, as cliché as that sounds. Volunteer and I’ll guarantee you that you’ll feel better afterward. Life is more about giving than getting. Apply giving into you relationships and you’ll see that when you give, the other person is more likely to give as well.
  5. Non-Growth
    A relationship where one part is on the path of growth and the other is on the path of sloth is a recipe for disaster. Sooner or later one person will start to outgrow the other, at which point the one lagging behind will start to feel uncomfortable because something is going on signaling that they aren’t enough anymore. This is why so many people that start growing face so much resistance. If you grow, then that means something is wrong with the people that practice non-growth.
  6. Different Values
    Relationships can thrive without having the same values. I’m not saying that it can’t. What I’ve seen in my own life is that people that do not have the same big values or goals as I do tend to fall away. It all depends on what values are different. Companionship is a lot easier when both people have the same values.
Remember, it’s okay to move on. Sometimes relationships don’t work out. There’s no need to keep going when it doesn’t feel right. We’ve been raised to believe that we have to stay married or together to one person as long as possible, because that’s the way things are meant to be, right?

There are no rules that bind you down, only the ones you make for yourself. Attracting the right people into your life is a key ingredient in making your relationships work. It’s not just about finding random people and making friends, it’s about finding the right people.


http://www.dumblittleman.com/2010/01/how-to-destroy-your-relationships.html 

The One

"Wait for the person who pursues you, the one who will make an ordinary moment seem magical, the kind of person who brings out the best in you and makes you want to be a better person. Wait for the person who will be your best friend, the only person who will drop everything to be with you at any time no matter what the circumstances, for the person who makes you smile like no one else and when they smile you know they need you. Wait for the person who wants to show you off to the world when you are in sweats and a t-shirt, but appreciates it when you get dressed up for them. And most of all wait for the person who will put you at the center of their universe, because that’s where you belong. -Henzel”

Tuesday, February 1, 2011

Freak Out

Hari ini ketakutan saya tiba-tiba muncul lagi. Ketakutan soal masa depan hubungan saya dan mr rius. Iya, saya memang kerap kali memanggilnya mr rius. Lebih buat menunjukkan bagaimana dia dulu saat kami belum jalan bersama. But that would be another story.

cerita kali ini lebih pada ketakutan saya dan mungkin banyak orang bakalan menertawakan ketakutan saya ini. Tapi sungguh saya benar-benar merasa ketakutan itu tepat dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Ceritanya berawal dari Vypress yang disebarkan bos saya soal seorang perempuan (tampaknya dia penulis buku) yang mengumumkan perceraiannya dengan sang suami di Twitter. Bukan cuman pengumuman perceraiannya itu saja yang ia tulis, tapi ia juga menuliskan alamat blognya.

Intinya sih di blognya dia bilang pernikahan itu dengan sangat terpaksa harus diakhiri. Meski tak mengatakan siapa yang salah, dia hanya bilang semua hal yang mungkin jadi alasan sebuah perceraian berlaku pada pernikahannya. She said sh**t do happens in her marriage life. Di blognya juga ia bilang kalau ia gak akan menutup blognya lain. Sebuah blog yang ia buat (kalau bahasanya sih) mengingatkan saat-saat mereka saling mencinta satu sama lain dengan sangat.

Wow, saya suprise banget baca isi blog satunya. Them, they really are perfect couple. DAMN!!!

Blog itu cerita perjalanan pernikahan mereka. Mereka menikah Desember 2008. Dengan banyak kenangan yang ada. Membacanya membuat saya merasa bahagia dan sesaat kemudian tersadar semua itu berakhir. And...that really makes me freak out.(http://www.salsabeela.com/2011/02/01/its-over/ )

How come with love so perfect like them turns to be a sad ending? What went wrong? What about mine? What about my relationship with Mr Rius?

Di blognya  (http://unwinged.salsabeela.com ) mba itu cerita tentang pernikahan mereka. Ya, memang dia dan suaminya bagaikan langit dan bumi dengan perbedaan yang mereka miliki. Tapi itu hanyalah bumbu dari pernikahan mereka. Di salah satu postingannya ia bercerita bagimana sang suami memperlakukannya saat ia pulang kantor dalam keadaan kehujanan dan kedinginan. Atau bagaimana ia dan sauami selalu berbeda pendapat soal ac di kamar. You wouldn't imagine bad things will happens.

pertanyaan itu membawa saya pada ketakutan akan masa depan hubungan saya dan Mr Rius. Kami bukanlah pasangan yang sempurna. Mengutip kalimatnya, hampir tiap minggu saya menginginkan kami berpisah. Either karena saya terbawa suasana saat PMS atau saat saya waras. Bukan. Bukan karena saya tak mencintanya. Sungguh, saya mencintai Mr Rius lebih dari sekedar kata so much. Tapi saya juga (dengan berat hati) harus mengakui kami seringkali berbeda jalan.

Mr Rius seringkali mengatakan bahwa mungkin ia tak seperti harapan saya atau keinginan saya, jujur saya bisa bilang kalau saat saya menerima ia sebagai pasangan saya, tak ada keinginan apapun untuk mengubah ia. Saya sudah jatuh hati pada kegigihannya, saya sudah jatuh hati pada sikap dan sifatnya, saya juga sudah mencinta ia apapun jadinya ia. Iya saya rasakan pasti kalau ia sudah berubah banyak dari saat kami memulai ini bersama. Perubahan yang saya tak bisa menentukan apakah baik atau tidak. Yang jelas saya bisa bilang hingga hari ini saya masih sangat jatuh hati dan mencintanya sama sperti saat pertama kali ia mencium saya saat itu di ruang tamu rumah orang tua saya.

Bukan pula saya tak ingin mengerti mengapa hingga saat ini ia tak kunjung datang meminta saya pada orang tua saya. Saya paham banget dengan keadaannya. Dengan apa yang menderanya setelah ia kehilangan adik tercintanya. Mungkin jika itu saya, sayapun akan merasakan hal yang sama. Namun yang saya tak pahami adalah ia tak pernah dengan jelas mengatakan apa yang ada di pikirannya. Bagi saya ia masih semisterius dulu saat kami belum bersama.

Bukannya tanpa usaha saya mencoba mengeluarkan ia dari dunianya, tapi tampaknya setiap satu tembok runtuh maka ada tembok lain yang dibangunnya. begitu seterusnya. Hingga kemudian saya merasa terlalu lelah. Sungguh, saya begitu merasa takutnya menatap masa depan hubungan kami. Would there will be still us or just him and me?

Cinta yang begitu sempurna empunya blog itu saja bisa hilang bagaimana dengan kami?

saya begitu takut karena saya tak mau lagi merasakan hari-hari panjang sendirian. Saya juga sudah sangat bergantung padanya. Dia adalah teman berbincang terbaik bagi saya saat ini. Saya sangat menikmati setiap saat menunggu ia pulang dari kantor, menyiapkan pakaiannya, sarapannya dan segala macamnya (bukan karena ia manja tapi lebih saya yang ingin menikmati menjadi pasangannya). Saya juga menikmati setiap saat untuk memasak buatnya (meski mr rius sering bilang repot amat masak). Intinya, saya menikmati saat bersamanya. Itu sebabnya saya takut jika ternyata apa yang saya impikan (sejak saya mulai menyadari saya jatuh cinta padanya) tidak tercapai. Saya hanya ingin hidup bahagia bersama mr rius. Membentuk keluarga kami sendiri. Bisa menjadi orang pertama dan terakhir yang ia lihat di setiap harinya.

Tapi sungguh saya juga takut. Takut sekali.Can somebody help me?

Monday, January 31, 2011

Song to Listen and See (1)

Musik buat saya satu hal yang tidak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan. Dosa besar tuh kalau ada yang berani mencoba membuat musik hilang dari dunia hihihi lebay. Biarin ah. Tapi benar saya benar-benar belajar banyak dari musik dan segala hal tentangnya. memang sih saya sering telat tau kalau lagu itu bagus. Biasanya sih kalau udah ada pengamen yang bawain. Nah itu biasanya berlaku buat lagu-lagunya GIGI (Hihihi punten nya kang Armand). Sering saya baru ngeh kalau lagunya oke setelah mendengarkan versi pengamen. Mungkin karena bener-bener fokus buat dengerin. Beda kalau saya mendengarkannya sambil siaran. Tapi beda banget dengan lagu-lagunya Katy Perry. Penyanyi yang makin seneng buka-bukaan tapi gak setuju ML sebelum merit ini, lagu-lagunya justru saya nikmatin setelah dibawakan dengan cara yang berbeda oleh penyanyi lain.

Misalnya saja Teenage Dream nya. Saya baru "Ngeh" dengan liriknya yang kuat banget setelah denger versinya Boyce Avenue. Dalam banget liriknya. Begitu juga dengan lagu Firework nya. Oke lah selain denger versi Boyce mulailah saya cari klip nya. Dan.... ternyata emang oke banget lagunya. KEREN. Dalam banget.

Do you ever feel like a plastic bag
Drifting through the wind, wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards, one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep?
Six feet under screams but no one seems to hear a thing
Do you know that there's still a chance for you
'Cause there's a spark in you?

You just gotta ignite the light and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby, you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go, oh
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go, oh
You're gonna leave 'em falling down

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe you're reason why all the doors are closed
 So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will blow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite the light and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go, oh
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go, oh
You're gonna leave 'em falling down

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go, oh
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go, oh
You're gonna leave 'em falling down

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon

Coba deh, siapa kira lagu ini bener-benar asyik buat dinikmatin syair dan musiknya? Two tumbs Up.


Tapi coba nikmati juga versinya Boyce dengan liriknya yang agak sedikit beda. Lagu yang bener-bener dalem.

Bener-bener lagu yang asyik buat menyemangati di saat kegalauan melanda.

If you only knew what the future holds. After a hurricane comes a rainbow Maybe your reason why all the doors are closed. So you could open one that leads you to the perfect road.
Don’t let them to take your life for granted. you’re the only one who needs to rule your world. When life leaves you feel empty-handed. Lie low and show ‘em what you’re worth.