Monday, January 31, 2011

Song to Listen and See (1)

Musik buat saya satu hal yang tidak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan. Dosa besar tuh kalau ada yang berani mencoba membuat musik hilang dari dunia hihihi lebay. Biarin ah. Tapi benar saya benar-benar belajar banyak dari musik dan segala hal tentangnya. memang sih saya sering telat tau kalau lagu itu bagus. Biasanya sih kalau udah ada pengamen yang bawain. Nah itu biasanya berlaku buat lagu-lagunya GIGI (Hihihi punten nya kang Armand). Sering saya baru ngeh kalau lagunya oke setelah mendengarkan versi pengamen. Mungkin karena bener-bener fokus buat dengerin. Beda kalau saya mendengarkannya sambil siaran. Tapi beda banget dengan lagu-lagunya Katy Perry. Penyanyi yang makin seneng buka-bukaan tapi gak setuju ML sebelum merit ini, lagu-lagunya justru saya nikmatin setelah dibawakan dengan cara yang berbeda oleh penyanyi lain.

Misalnya saja Teenage Dream nya. Saya baru "Ngeh" dengan liriknya yang kuat banget setelah denger versinya Boyce Avenue. Dalam banget liriknya. Begitu juga dengan lagu Firework nya. Oke lah selain denger versi Boyce mulailah saya cari klip nya. Dan.... ternyata emang oke banget lagunya. KEREN. Dalam banget.

Do you ever feel like a plastic bag
Drifting through the wind, wanting to start again?
Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards, one blow from caving in?

Do you ever feel already buried deep?
Six feet under screams but no one seems to hear a thing
Do you know that there's still a chance for you
'Cause there's a spark in you?

You just gotta ignite the light and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby, you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go, oh
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go, oh
You're gonna leave 'em falling down

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe you're reason why all the doors are closed
 So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will blow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite the light and let it shine
Just own the night like the 4th of July

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go, oh
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go, oh
You're gonna leave 'em falling down

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through

'Cause baby you're a firework
Come on, show 'em what you're worth
Make 'em go, oh
As you shoot across the sky

Baby, you're a firework
Come on, let your colors burst
Make 'em go, oh
You're gonna leave 'em falling down

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon

Coba deh, siapa kira lagu ini bener-benar asyik buat dinikmatin syair dan musiknya? Two tumbs Up.


Tapi coba nikmati juga versinya Boyce dengan liriknya yang agak sedikit beda. Lagu yang bener-bener dalem.

Bener-bener lagu yang asyik buat menyemangati di saat kegalauan melanda.

If you only knew what the future holds. After a hurricane comes a rainbow Maybe your reason why all the doors are closed. So you could open one that leads you to the perfect road.
Don’t let them to take your life for granted. you’re the only one who needs to rule your world. When life leaves you feel empty-handed. Lie low and show ‘em what you’re worth.

Thursday, January 27, 2011

Jodoh

Siang ini kami se-kantor disuguhi tontonan yang asyik dari tv yang dipasang di ruang redaksi. Sebetulnya gak spesial sih tayangannya. Yang bikin spesial adalah yang jadi tokoh di program itu. Bikin menarik lagi karena temanya itu. Apalagi kalau bukan masalah jodoh. :D

Ceritanya sih kami dapat multi recipient vypress chat dari mantan bos saya di Green. Dia bilang "eh ada gw di Trans7". Tau dong kami suka iseng dan ikut seneng kalau salah satu temen ada yang tenar dan lalu masuk tipi? Nontonlah kami di 2 buah tipi yang ada di ruang redaksi. Berhubung tipi tepat di belakang kubikel saya, saya dapat posisi yang paling nyaman buat nonton si bu boss beraksi di tipi.

Tiba deh waktunya buat tampil selepas iklan. Oalahhh ternyata yang lagi dibahas adalah masalah penipuan dengan modus operandi biro jodoh toh.

Dikisahkan si bu boss ini sudah sampai red alert usia buat perempuan alias belum juga merit. Nah dari hobinya yang chat di dunia maya, ibu bos pun ikut lah sebuah biro jodoh di internent. Katanya sih nyantol tuh sama orang di London sono. Merekapun sering bertelepon ria dan pada ujungnya janjian buat ketemu. Si cowokpun resmi melamar dia. Namun entah bagaimana si cowok ini saat tiba waktunya buat ketemuan di bandara malah ada di bandara Ngurah Rai dan bukan bandara Soetta. Wuihhhh salah bandara tuh. Saat itulah bu boss curiga ada yang salah dengan orang ini. Orang itu sempet bilang kalau dia lagi bermasalah dengan bagian imigrasi di Ngurah Rai. Entahlah beritanya g tuntas juga ngasih tau kenapa si ibu menafsirkan kalau dia hampir jadi bagian penipuan berkedok biro jodoh ini.

Yang bikin rame justru bukan berita itunya atau kemunculan si ibu tapi lebih karena komen jahil temen-temen. Dari mulai komen soal tampilannya si ibu sampe insiden bandara. Nah ini dia ujungnya soal betapa si ibu tampak desperado sampe harus masuk biro jodoh segala. Ini sebetulnya dipicu sama komen terakhir di tipi itu yang bilang "gagal lah lagi impian Nita buat menikah"... gubraksssss!!!!!!!!!!!!!!
Dengan teman-teman jurnalis yang jahiliyah tau lah kata-kata begitu berakhir dimana? Munculah vypress buat ngajak semua anggota komunitas buat promosiin si ibu di semua jejaring sosial kita. Huahahaha segitunya ya?

Namun ada yang mengusik dan seperti membangunkan makhluk di dalam dada saya saat seorang teman bilang; "tuh chie, lu juga ikutan aja". Busyettttt dah!!!

Tapi sungguh apa yang dibilang sama teman saya itu benar-benar kena. Saya dan bu boss tidak terpaut jauh usia kami. Jadi kalau dia sudah red alert berarti saya juga sudah masuk ke area itu. Namun bisa dibilang hingga saat ini tanda-tanda ke arah itu tampaknya masih jauh panggang dari api.

Saya ingat banyak sekali pertanyaan seputar itu setiap kali saya datang ke acara keluarga. Itu sebabnya saya berusaha mati-matian untuk tidak menampakkan batang hidung ke setiap acara keluarga (yang saya tahu pasti bakal ada pertanyaan begitu). Saya juga mulai menjarangkan bersosialita dengan sodara maupun teman di acara nikahan. Bukan. Bukan berarti saya gak mau menikah, berkeluarga dan memiliki anak. Tapi saya juga tidak bisa memaksakan kehendak pada yang mengatur hidup, jika Ia dengan kausaNya masih belum memberi saya teman buat membahagiakan saya lahir batin.

Bukannya saya tidak punya pasangan saat ini, namun tampaknya either one of us is still afraid for being go further alias kami masih terlalu berat pada banyak hal. Ia dan kesedihannya karena kehilangan adik yang dicintainya. Saya dan trauma masa lalu hubungan saya. Jujur, saya masih trauma pada apa yang pernah saya hadapi. Ketika semua cinta, kasih sayang, perhatian, telah seluruhnya diberikan tapi berakhir dengan luka dan airmata, kecewa dan pengkhianatan. Mungkin kami hanya 2 orang yang terlalu takut melangkah. Terlalu takut mencoba. terlalu takut pada berencana dan membangun impian.Atau mungkin malah Tuhan punya rencana lain bagi kami. Rencana yang saya tidak tahu akan kemana berakhirnya.

Satu hal yang jelas saya tidak akan pernah menikah hanya karena sebuah "keharusan". Keharusan karena apa yang sudah terjadi antara kami berdua. Saya juga tidak ingin menikah hanya karena "panas telinga", mendengar rekan-rekan saya akan melepas masa lajangnya tahun ini. Saya tahu Tuhan menyayangi saya. Itu sebabnya Ia menjauhkan saya dari laki-laki busuk (maaf mengumpat :)) itu sebelum kami melangkah lebih jauh. Makanya saya yakin Tuhan pasti punya rencanaNya sendiri mengapa sampai saat ini tak kunjung Ia dekatkan saya pada jodoh saya. Kalaupun semua tak seperti yang saya inginkan, itu berarti bagiNya yang terbaik adalah saya tetap sendiri. So be It.

Monday, January 24, 2011

One Day You Will

You feel like you're falling backwards
Like you're slippin' through the cracks
Like no one would even notice
If you left this town and never came back
You walk outside and all you see is rain
You look inside and all you feel is pain
And you can't see it now

But down the road the sun is shining
In every cloud there's a silver lining
Just keep holding on (just keep holding on)
And every heartache makes you stronger
But it won't be much longer
You'll find love, you'll find peace
And the you you're meant to be
I know right now that's not the way you feel
But one day you will

You wake up every morning and ask yourself
What am I doing here anyway
With the weight of all those disappointments
Whispering in your ear
You're just barely hanging by a thread
You wanna scream but you're down to your last breath
And you don't know it yet

But down the road the sun is shining
In every cloud there's a silver lining
Just keep holding on (just keep holding on)
And every heartache makes you stronger
But it won't be much longer
You'll find love, you'll find peace
And the you you're meant to be
I know right now that's not the way you feel
But one day you will
 
Find the strength to rise above
You will
Find just what you're made of, you're made of

I know right now that's not the way you feel
But one day you will

Aku memanggilnya Mr. Jerk

And every heartache makes you stronger

Yes it is true. Saya buktinya. Setelah kedodolan berturut-turut, menangis tiada henti dan yang jelas setelah pengkhianatan dan kata-kata yang menyakitkan hati saya merasa saya makin kuat.

Selama ini saya rupanya sudah salah menilai orang. Orang yang saya anggap baik selama ini ternyata tak lebih dari seorang pecundang besar. Heran, saya dulu tak bisa melihat itu. Namun sekarang setelah apa yang dia lakukan, saya tahu saya sudah salah menilai orang. Di tweetnya MT bilang : "  Berhati-hatilah,karena hampir semua kesalahan besar dalam hidup ini adalah kesalahan mempercayai orang".

Damn, it's true. Cinta yang saya rasa pada seseorang di masa lalu sudah membutakan saya pada setiap tingkahnya selama ini. Setelah apa yang saya berikan dan korbankan bagi dia, balasan yang bisa dia berikan pada saya hanyalah sebuah kebencian. Tuhan memang punya caranya sendiri buat menunjukkan pada saya orang macam apa dia. Rupanya tak cukup pengkhianatan yang dia lakukan, sekali lagi dia harus membuat saya sakit dengan segala tindak tanduk, kata-kata dan banyak lagi. Buat saya sekarang dia tidak lebih seorang Pecundang dan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di balik kemaskulinan yang dimilikinya. So I call him, Mr. Jerk.

Tenang, saya masih waras kok untuk tidak membalas semua yang sudah dilakukannya. Tapi percayalah, karma itu ada. Bukan saya yang harus membalas semua yang sudah kalian lakukan. Cukup Tuhan yang akan melakukannya. Saya yakin itu. Tuhan Maha Adil. Tuhan maha Tahu. Dia juga Maha melihat.

Dan kali ini, semua rasa yang saya punyai buat Mr. Jerk dan semua masa lalu musnah seiring dengan kebencian yang saya punya buat mr jerk. Air susu di balas air tuba. Itu yang sudah mr jerk lakukan. Kalau ada pepatah yang mengatakan kejatuhan laki-laki disebabkan harta, tahta dan wanita; maka mr jerk sudah membuktikan postulat itu. Kesemua postulat itu benar adanya dengan mr jerk. Harta, tahta dan wanita sudah membuat mata mr jerk buta. membuat telingamu tuli. Membuat kepalamu bebal. Membuat mr jerk tak lebih baik dari para politikus negeri ini yang bangga dengan harta dan kedudukan yang mereka miliki yang mereka kira abadi.

Kalau ada postulat lain yang mengatakan every cloud there's always silver lining itu benar adanya. Setidaknya saya mengerti sekarang mengapa Tuhan memberi saya pekerjaan yang menjauhkan saya dari kamu. Dia berikan saya itu agar saya bertemu banyak orang-orang hebat yang akan selalu ada buat saya. Dia berikan itu agar saya menemukan cinta baru. Cinta yang lebih baik dari cinta yang pernah ada. Dan ya, saya menemukannya. Bukan cinta semu yang didasarkan pada asas manfaat seperti yang dulu.

Hey kalian, percayalah Karma itu ada dan saat itu datang kalian akan menyesali apa yang sudah kalian buat!!!*


*gak bermaksud nyumpahin

Thursday, January 20, 2011

Need You Now

Picture perfect memories
Scattered all around the floor
Reaching for the phone 'cause
I can't fight it anymore

And I wonder if I
Ever cross your mind
For me it happens all the time

It's a quarter after one
I'm all alone
And I need you now
Said I wouldn't call
But I've lost all control
And I need you now

And I don't know how
I can do without
I just need you now

Another shot of whiskey
Can't stop looking at the door
Wishing you'd come sweeping
In the way you did before

And I wonder if I
Ever cross your mind
For me it happens all the time

It's a quarter after one
I'm a little drunk
And I need you now
Said I wouldn't call
But I've lost all control
And I need you now

And I don't know how
I can do without
I just need you now

Whoa, whoa
Guess I'd rather hurt
Than feel nothing at all

It's a quarter after one
I'm all alone
And I need you now
And I said I wouldn't call
But I'm a little drunk
And I need you now

And I don't know how
I can do without
I just need you now
I just need you now

Oh baby, I need you now

Friday, January 7, 2011

Tak Akan Ada Lagi Patah Hati (No More Crying in The Night)

patah hati bukan berarti akhir dunia
jangan biarkan cinta menaklukkan dirimu
selalu ada harapan bagimu tuk temukan cinta baru

don't let your heart break again, i'll fix it for you
percayalah cinta tak akan pernah hilang selamanya

ceritakan beban hatimu, ada aku dengarkan kamu
percayalah kan ku sembuhkan luka hatimu

don't let your heart break again, i'll fix it for you
percayalah cinta tak akan pernah hilang selamanya

walau kadang patah hati membuatmu ingin mati
namun percayalah kan ku hidupkan api cintamu

Friday, December 31, 2010

Last Day of 2010

Pagi ini saya terbangun karena lampu kamar mati. Rupanya PLN kembali tak bisa menepati janjinya untuk tidak mengadakan pemadaman lagi. Saya terbangun dan bersyukur, untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini saya tak perlu lagi terbangun dari tidur dengan mimpi buruk yang sama yang bagaikan film terus diputar di kepala saya.

Ya saya bersyukur semalam saya bisa tertidur dengan pulas. Ini mungkin semalam saya bertemu seorang sahabat yang lama tak saya jumpai. Entah karena kesibukan tak berujung yang saya punya atau karena keadaan kami yang tak lagi sama dengan sebelumnya. Tapi sure it was fun thing to finally meet her.

Saya memang tak sempat berlama-lama duduk termangu mengumpulkan nyawa untuk kemudian memutar kaleidoskop 2010 di kepala saya. Saya hanya mampu mengingat beberapa hal. And once again i said thanks to God for all the things He gave to me.

Menangis rupanya masih jadi kegiatan rutin saya di tahun ini. Pengkhianatan, luka, kecewa dan sakit. Semua itu silih berganti hadir dan mewarnai hari-hari saya di tahun ini. Tentu tidak semua hari saya berwarna kelabu. Ada warna-warna kuning, hijau, jingga dan tentunya merah muda juga turut ambil bagian mendewasakan saya.

Di tahun ini saya kembali harus belajar tentang ikhlas. Di tahun ini kembali saya merasa saya gagal di ujian tentang hal itu. Saya kehilangan banyak kesabaran, saya merasa terlalu banyak amarah yang mengisi hati saya. Saya juga tahu saya gagal dalam ujian tentang kesetiaan. Bukan pada pasangan tapi kesetiaan saya pada janji yang saya buat diri saya sendiri. Salah satunya adalah saya belum bisa juga melepaskan diri saya dari perangkap keledai yang saya masih buat saja.

Ah sudahlah. Saya mau lupa. Lupa dengan segala kebodohan saya tapi tentu saja saya tak ingin kembali jadi keledai.

Tahun ini juga saya menikmati indahnya perjalanan menuju timur. Hal yang dulu hanya jadi angan-angan semata sekarang menjadi nyata. Tahun ini saya juga dipertemukan dengan teman-teman baru, sahabat-sahabat baru. Perubahan jelas terjadi sejak saya memutuskan untuk melepaskan pekerjaan lama. Tuhan jelas punya skenario yang tak terduga. Saya kehilangan banyak hal tapi saya juga sekaligus diberi banyak hal. Justru disitulah letak berkah dan anugerah darinya.Jika sahabat saya menulis "Found my blessing in betrayal and sickness", i couldn't agree more with her.


Namun sungguh saya bersyukur untuk semua yang sudah saya dapat di tahun ini. Tuhan memang benar-benar punya rencana tersendiri buat hidup saya. Rencana yang hanya Dia sendiri yang tau. Rencana yang saya tak bisa untuk menolak ataupun mengatakan iya. Sungguh hidup ini hanya milikNya.

Tuhan, di akhir tahun ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua yang sudah Kau berikan padaku. Tawa, air mata, gembira, sedih. Kelahiran keponakan tercinta, kematian adik tersayang, sakitnya mamah, datang dan perginya sahabat, pengkhianatan dan juga cinta. Semua sudah kau berikan pada saya. Sebuah hidup yang terlalu sayang untuk tak saya syukuri keberadaannya. Terima kasih Tuhan. terima kasih banyak. Dan kali ini ijinkan saya memohon padaMu tetaplah bersama saya, tetaplah menemani saya dan jangan tinggalkan saya sendirian. Hanya rahmatMu yang saya butuhkan. Beri saya kesabaran Tuhan untuk menghadapi segala hal yang akan saya hadapi di tahun depan. Beri saya keikhlasan dan kelapangan untuk berbagai hal yang menanti saya di depan.

Kalau saya boleh minta Tuhan, saya mau kau berikan saya pasangan hidup di tahun depan. Bukan, bukan karena saya lelah menjawab pertanyaan mereka. Tapi justru karena kelelahan saya menghadapi hidup ini sendirian. Iya saya punya keluarga yang hebat dan teman yang menakjubkan tapi saya tetap juga butuh seorang sahabat, kawan dan sekaligus kekasih untuk menemani saya mengisi hari. Berbagi tawa ketika saya menangis, memberi saya air mata ketika saya bahagia, melapangkan ketika saya tengah sempit dan menyempitkan ketika hati dan otak saya membesar. Saya butuh dan ingin kau berikan seorang umatMu yang akan memberikan saya kebahagiaan lahir dan batin. Seorang umatMu yang akan semakin mendekatkan saya padaMu dan semakin mensyukuri setiap pemberian dariMu. Amien.

Wednesday, December 29, 2010

Life Goes On

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan untukmu" (40:60)
Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku (12:86)

Dan hari ini sama seperti hari sebelumnya Tuhan ijinkan aku datang padamu. Aku tahu aku bukanlah orang yang suci, yang terbebas dari segala dosa. Aku hanyalah orang biasa. UmatMu yang berusaha mencari ridho Mu.

Tuhan maafkan aku yang masih saja tak mampu untuk mengerti kehendakMu. Aku masih saja tak tahu apa maksudMu. Jujur Tuhan aku betul-betul lelah. Lelah sekali. Sakit. Itu yang terasa. Jadi Tuhan tolong aku ya.

=========

Kemarin di ponsel saya mampir sms begini:
sama2 teh. hapunten oge adu n kel...sabar aj coz life must go on

Ya. Hidup harus terus berlanjut. Seberapapun berat dan sakitnya. Hidup terus berjalan dan ia tak pernah surut ke belakang.

Jadi Tuhan, saya mintakan untuk membuat saya kuat ya. Dan saya yakin bersamaMu saya akan kuat.

Tuesday, December 28, 2010

untiteld

sekuat apapun saya tapi nampaknya sekali ini saya tak mampu lagi mengatakan apapun. sakit sekali rasanya. terlalu sakit. saya tahu saya sudah bertindak bodoh lagi hari ini. tapi sungguh saya sakit. sakit sekali. plisss jangan buat saya menangis lagi Tuhan. Saya betul-betul lelah. saya tak mau dan mampu menahan sakitnya. saya cuman orang biasa yang masih punya rasa. orang biasa yang masih bisa menangis. orang biasa yang masih punya rasa. sakit. sungguh Tuhan. Sakit sekali. saya tak tahan benar-benar tak tahan....

Moving on

mungkin pernah ku menangis
mungkin diriku pernah tersakiti
namun diriku kini kembali
coba nikmati indahnya dunia
tiada lagi bayangan dirimu
yang selalu mencoba menahanku

bersama mentari ku bernyanyi
mewarnai hari-hari
bersama pelangi ku menari
menyambut bebasnya hati ini
tiada lagi yang mampu menghalangi
aku takkan berhenti melangkah
'cause i'm moving on

mungkin pernah ku menangis
mungkin diriku pernah tersakiti
(namun diriku kini kembali)
coba nikmati indahnya dunia
tiada lagi bayangan dirimu
yang selalu mencoba menahanku

ku percaya nanti kan ada saatnya
cinta kan datang padaku lagi
bersama mentari ku bernyanyi
mewarnai hari-hari
bersama pelangi ku menari
menyambut bebasnya hati ini


Letting Go is NOT a sign of my weakness, but a sign that I'm strong enough to move on

Monday, December 27, 2010

Fiksi 2

Demi kepentingan cerita kita kali ini sebut saja tokoh kali ini bernama Bunga. Mahasiswi sebuah universitas Islam di kota kembang. Bunga punya banyak penggemar. Maklumlah dia punya wajah yang lumayan indah untuk dipandangi. Belum lagi kesenangannya untuk sekedar ngobrol, maka tak salah jika kemudian ia banyak punya kumbang yang siap datang untuk menghisap madunya.

Bunga kali ini jatuh hati pada seorang laki-laki yang sudah siap menikah, laki-laki yang ia kenal di suatu tempat. Entah karena begitu butanya cinta yang ia miliki entah karena sang kumbang tengah berada di kesepiannya, mereka menghabiskan waktu bersama. Pergi berenang dan menampangkan bukti-bukti kemesraan mereka di sebuah situs jejaring sosial menjadi aktivitas keseharian mereka. Bunga dan sang kumbang lupa bahwa situs jejaring sosial adalah tempat umum. Tempat yang bisa siapapun mengaksesnya. Maka sudah bisa diduga gambar-gambar setengah telanjang merekapun terhampar banyak di media ini. Namun, apa lacur mereka tengah kasmaran sehingga lupa pada banyak hal. Bahkan pada kata kesopanan.

Bunga pun lupa pada tata krama yang sudah turun temurun diajarkan dalam keluarganya. Begitu butanya cintanya pada sang kumbang membuat ia tak tahan untuk selalu menjaga dan mengekang sang kumbang. Dimintanya sang kumbang untuk memutus hubungan pada dunia luar. Kumbang dibiarkan bertekuk lutut di ketiak bunga. Bunga kalap. Bunga tak peduli pada apapun. Bunga bahkan rela merendahkan dirinya untuk menghajar siapapun yang dilihat dan dirasakannya mendekati kumbang. Kata-kata kasar keluar dari bibir merahnya. Kata-kata yang hanya bisa dikeluarkan oleh orang tak berpendidikan. Bukan bunga.

Saya tak mengerti mengapa cinta harus selalu membutakan? Apakah tak cukup kata mengerti? Apakah tak cukup kata keterbukaan dan pengertian?
Seorang teman pernah berkata tentang pengalamannya bercerai dari sang suami akibat perempuan-perempuan seperti bunga. Namun sungguh, saya tak habis mengerti tentang ini. saya juga tak mengerti mengapa seorang bunga yang cantik mampu berbuat di luar batas dengan segala kata-kata kasar yang keluar dari bibirnya?

Mempertahankan apa yang kita miliki adalah suatu kewajaran. Namun ingatlah juga bahwa kita tidak bisa menggenggam sesuatu begitu eratnya hingga lupa kalau bahwa yang kita genggam itu adalah makhluk hidup. Punya rasa, punya keinginan.

Untitled Teacher 2

Semalam setelah lelah menempuh jalan untuk kembali beraktivitas, saya ditemani Evan Almighty di Trans TV. Sudah pernah nonton sih sebetulnya film ini. Tapi entahlah, waktu dulu pertama kali menonton saya gak ngeh dengan isi filmnya. Semalam, dengan indra yang tajam saya menikmati tontonan itu. Mari kita lupakan segala pesan kesesatan yang mungkin akan orang hembuskan pada film ini. Saya hanya akan membincangkan apa yang saya nikmati dari film ini. Titik. Tidak ada yang lainnya.

Singkatnya film ini bercerita tentang seorang Jurnalis (aha, kenapa musti jurnalis sih?) bernama Evan Baxter. Rupanya bukan cuman di Indonesia saja ya dari seleb beralih ke anggota Dewan, karena yang jelas Evan ini setelah sukses sebagai seorang jurnalis dan dikenal banyak orang jadilah ia seorang anggota Kongres. "For A Better World", adalah kampanye yang diusung Evan.

Evan pun mulailah disibukkan pada banyak kegiatan sebagai anggota kongres. Namun ditengah kesibukannya itu Evan dikirimi paket-paket besar yang awalnya tak diketahui pengirimnya. Barulah misteri pengirim paket terbuka. Ternyata Tuhan sendiri yang mengirimnya (Eh Tuhannya kok sama dengan Tuhannya Bruce Almighty nya Jim Carey y?). Singkat cerita mulailah Evan membangun bahtera yang diperintahkan ini. Seperti biasa, semua gak berjalan mulus. Banyak rintangan yang harus dihadapinya. Dimulai dengan tampilannya yang semakin hari semakin aneh dengan tumbuhnya jenggot, rambut dan pakain yang secara magis tak bisa ia ubah seperti keinginannya hingga anak dan istri yang meninggalkannya. Kalau melihat tampilannya, Evan ini bak Nabi Nuh di jaman modern.

Lalu apa yang begitu menarik dari kisah Evan ini? Ada adegan yang bikin saya tiba-tiba merasa begitu "terajari" oleh film ini. Saat anak dan istri Evan meninggalkannya, mereka sempat menonton tv yang dengan kejinya menertawakan tingkah Evan yang membangun bahtera di tengah-tengah kota Washington di atas bukit. Lalu si istri bertemulah pelayan resto yang sebetulnya tuhan (mari kita tinggalkan logika sejenak :) ). Sang istri lalu berkeluh kesah tentang suaminya. Saya tak ingat persis seperti apa. amun yang saya ingat sang pelayan yang juga Tuhan itu mangetakan "Tuhan tidak memberikan apa yang kita mau. Tapi memberikan kesempatan untuk menjadikan apa yang kita mau".

Awalnya saya dan juga sang istri bingung juga dengan apa yang dikataknnya. Lalu iapun menjelaskan.

Ketika kamu minta dikasih kesabaran maka Tuhan tidak memberikan kamu kesabaran itu. Tapi Tuhan mmenciptakan suasana yang membuat kamu bisa bersabar. Ketika kamu meminta diberi kekayaan maka Tuhan tidak juga memberikan kamu harta di depan mata,namun memberikan kamu kesempatan untuk bisa memperoleh harta yang banyak sehingga menjadikan kamu kaya. begitu juga dengan keadaan suamimu sekarang. Bukankah kalian minta lebih didekatkan sebagai keluarga? Proses pembuatan kapal ini adalah sarana yang diberikan Tuhan untuk membuat kalian saling dekat sebagai keluarga.

Dan benar, Evan yang sellau sibuk dengan urusan pekerjaannya menjadi lebih sering di rumah dan kemudian bekerja bersama keluarganya untuk menyelesaikan bahtera ini.

Sayapun terhenyak. Mungkin ini rahasiaNya. Tuhan tidak memberikan apa yang saya minta selama ini. Tapi mungkin ia memberikan saya kesempatan untuk mendapat apa yang saya inginkan itu. Kalau seandainya saya tak kunjung menemukan atau mendapatkan apa yang saya inginkan, bukan karena Ia tak sayang saya. Mungkin saya yang terlalu dungu untuk melihat kesempatan yang sudah diberikan. Atau mungkin seperti yang dikirimkan seorang teman pada saya :

TUHAN menjawab doa kita dg 3 cara :

1. TUHAN mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YG KITA MINTA,

2. TUHAN mengatakan TIDAK; maka kita akan mendptkan yg LEBIH BAIK,

3. TUHAN mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendptkan yg TERBAIK sesuai dg kehendak-NYA.

TUHAN tidak pernah terlambat, DIA jg tidak tergesa gesa..DIA selalu tepat waktu....Ya, selalu tepat waktu...

One day in your life (Bismillah. Pasti Bisa)

Entah bagiamana Michael jackson tetap bisa memukau saya dengan lengkingan suaranya, dengan nada-nada yang mengalir dan yang jelas dengan lirik-lirik lagunya.

One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you


 Jumat malam di tengah kepenatan menembus ibukota mendengar nyanyiannya membuat saya terhanyut segala rasa. Suatu hari nanti kita akan menikmati melihat hari-hari yang dilewati. Duka, suka, derita dan entah apalagi. Suatu hari nanti kita akan menemukan betapa rindunya kita pada banyak hari-hari yang sudah terlewati. Betapa rindunya kita pada banyak manusia yang sudah setia menemani kita. Mereka yang datang silih berganti memberi warna buat hidup kita.

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...


Saya tahu cinta tak pernah salah. Saya juga tahu cinta adalah hal terindah yang diciptakan Tuhan buat saya, kamu dan juga semua umatnya. Cinta juga yang bisa membuat banyak perbedaan menjadi hilang. Namun cinta juga bisa begitu membutakan. Cinta memang kadang begitu manisnya. Tapi cinta itu juga yang sudah membuat saya menangis begitu seringnya sekaligus juga membuat saya tersenyum. Cinta membuat saya selalu terluka dan sekaligus mengobati luka hati. Cinta membuat saya menjauh dari banyak hal namun sekaligus mendekatkan saya pada banyak hal juga. Yang saya tahu cinta mampu membuat saya melupakan dan memaafkan banyak hal meskipun luka dalam akut sudah bersama saya.

One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there



 Saya pernah terluka karena cinta. Saya pernah tersakiti oleh cinta. Saya pernah berdarah karena cinta. Namun yang jelas saya tak akan pernah mendendam meski apa yang terjadi. Tuhan menciptakan kita penuh kasih, lalu kenapa kita tak mampu untuk melakukan hal yang sama? Tak perlu membalas kata dengan kata. Tak perlu membalas tamparan dengan tamparan. Namun, balaslah dengan segala cinta yang kita punya. Itulah yang akan membedakan kita dengan segala kedengkian yang disebar.

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...


Saya adalah saya. Saya bukan seorang model yang memiliki tubuh kurus tinggi langsing. Saya bukanlah seorang jenius yang memiliki otak encer. saya juga bukanlah seorang bangsawan. Saya hanyalah saya.
I'm not a pretty women nor slim, rich, diligent, smart, even clever or cute. Saya hanyalah orang biasa yang menikmati setiap waktu yang sudah Tuhan berikan sebagik mungkin. saya tahu (walau tidaklah mudah) Tuhan sayang saya. Saya punya banyak cinta yang sudah Dia titipkan untuk saya bagikan pada dunia ini.

One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

Waktu yang akan menjawab banyak hal. Tuhan bekerja dengan caranya yang misterius. Semua Pasti ada Maksudnya. Ada waktunya. Let's just pray to the Almighty. And....don't forget to say thank you to Him.

Friday, December 24, 2010

Separated

If love was a bird
Then we wouldn't have wings
If love was a sky
We'd be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn't for me and you

If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts

So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated

If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we're lost in the dark
Left with no one to hold

If love was a sport
We're not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn't for me and you

So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated

Boy I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
Boy you know I love you, I can't deny
I can't say we didn't try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it's best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I'll walk away so you don't have to see me cry
It's killing me so, why don't you go

So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated

Hadiah, Natal dan Santa (Bag.1)

Sebetulnya agak sedikit bete juga ya menikmati malam natal dengan bekerja, istilah saya sih melacurkan suara. Tapi tak apalah anggap impasan dengan tak adanya kegiatan yang harus saya lakukan juga di liburan panjang ini.

Natal identik dengan 2 hal buat saya. Santa dan Hadiah. 2 hal yang satu dan yang lainnya saling sambung. Katanya sih Santa itu tukang bagi-bagi hadiah buat anak-anak yang percaya sama semangat natal. Tapi lebih seringnya sih hadiah Santa itu hanya didapat sama anak yang baik. Duh Santa kok rasis banget sih? hihihi

Satu hal yang paling saya suka dari natal, saya bisa menikmati banyak film bagus yang seakan para pengasuh acara televisi berebutan buat muter di stasiun tv mereka. Acara tv yang biasa disuguhi lakon si kaya versus si kaya atau lakon para artis menebar syahwat mereka, beralih menjadi film-film box office yang paten. Bolehlah kalau di lebaran atau Ramadhan ada berkah Ramadhan maka ini saya sebut sebagai berkah Natal.

Iya, saya muslim. Tak perlu anda ragukan itu. Atau paling tidak saya tetap menjalankan kewajiban saya yang 5 waktu itu ditambah (kalau sedang tidak malas) wajib lapor lainnya. Lalu kenapa kalau saya muslim dan saya menikmati masa Natal? Apa dengan begitu berarti kemusliman saya harus diragukan? Apa dengan begitu saya bukan golongan yang bakal masuk surga?

Saya memang bukanlah jebolan pesantren sekelas Tebu Ireng, atau Suryalaya. Saya juga bukan orang yang kuliah di Universitas Exclusif model IAIN atau UNISBA di Bandung yang memang mengkhususkan pelajaran agama Islam dalam kurikulumnya. Saya hanyalah saya. Yang lahir, hidup dan mungkin meninggal di Indonesia. Negeri yang selalu dengan bangganya mengatakan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Negeri yang katanya sebagai laboratorium dari keharmonisan kerukunan beragama.

Namun entah mengapa negeri ini menjadi negeri yang justru dengan suka citanya sibuk mencari perbedaan. Menjadi negeri yang dengan pongahnya mengatakan kekerasan atas nama agama adalah jalan terbaik hidup berkebangsaan. Menjadi negeri yang ulamanya atau paling tidak organisasi ulamanya justru mendukung setiap kegiatan memberanguskan keyakinan umat agama lain.

Sedih rasanya ketika banyak dari golongan tertentu yang harus merasa terusik oleh yang lain. Kenapa kita harus takut menjadi pencuri hanya kerana bergaul dengan pencuri? Rupanya kita lebih takut ada pencuri akidah daripada pencuri yang berjubah dan berlabel kyai namun selalu sibuk mengambil apa yang bukan haknya. Kita lebih rela membiarkan Islam yang saya tahu pasti sebagai agama yang cinta damai terkotori oleh pikiran busuk.

Rasanya saya rindu Gus Dur dan Cak Nur setiap natal tiba. Bagi saya merekalah Santa sesunggunya. Mereka mampu memberikan cinta, sebuah hadiah yang paling berharga pada orang-orang yang berbeda. Hadiah yang justru dipersembahkan pada mereka yang sekarang ini kita takuti.

Thursday, December 23, 2010

Untitled Teacher 1

Hobi baru yang sangat menyenangkan sebetulnya membaca tulisan-tulisan orang-orang entah itu di facebook, twitter maupun di blog. Buat saya yang selalu senang berimaji, membaca tulisan-tulisan itu serasa memiliki time out buat kehidupan saya sendiri. Itu sebabnya rasanya sedih sekali setiap kali harus berada di akhir tulisan teman maupun orang-orang yang menjadi objek bacaan saya.

Seperti hari ini, saya sebuk membaca tulisan Bepe alias Bambang Pamungkas dari  situs pribadinya di http://bambangpamungkas20.com/home.php. Nikmat rasanya mengenal setiap tokoh yang satu ini lewat tulisannya. Bagaimana perasaan Bepe saat ribuan harapan berada di pundaknya saat ia harus melakukan tendangan penalti saat melawan Thailand misalnya. Tentu banyak saya yakin, cercaan datang padanya seandainya ia tak mampu menyelesaikan tugas berat itu. Lalu apa yang jadi perhatiannya kala para kuli tinta dan rekan wartawan menganggap ia sebagai seorang yang sombong karena tidak mau meladeni sesi tanya jawab. Benar-benar sisi Bepe yang mungkin tidak bisa kita ketahui seandainya kita tak mengenalnya langsung.

Lain lagi jika saya membaca tulisan seorang teman. Arlinka namanya. Saya lebih suka memanggilnya ibu tiri. Mahasiswi S2 Psikologi UI ini benar-benar tau bagaimana membuat tulisan yang bagus. Coba simak bagimana ia menceritakan dengan sangat indahnya pengalaman-pengalaman orang di sekitarnya yang ia sulap menjadi sebuah cerita entah berantah. Pemilihan kalimat, sudut cerita yang unik mungkin jadi sedikit dari banyak kelebihan tulisan Inka. Jujur saya iri banget sama ibu satu ini.

Yah, kalau ada yang bilang belajar adalah satu kegiatan tak berkesudahan, rasanya benar. Saya belajar banyak dari tulisan-tulisan orang. Bukan hanya belajar mengenal orang-orang yang saya baca kisahnya tapi juga belajar mengolah rasa, kata dan asa melalui tulisan mereka. Makasih ya buat kalian semua my untitled teacher :).

If I Can Dream

There must be lights burning brighter somewhere
Got to be birds flying higher in a sky more blue
If I can dream of a better land
Where all my brothers walk hand in hand

Tell me why, oh why, oh why can't my dream come true
There must be peace and understanding sometime
Strong winds of promise that will blow away
The doubt and fear

If I can dream of a warmer sun
Where hope keeps shining on everyone
Tell me why, oh why, oh why won't that sun appear
We're lost in a cloud

With too much rain
We're trapped in a world
That's troubled with pain
But as long as a man

Has the strength to dream
He can redeem his soul and fly
Deep in my heart there's a trembling question
Still I am sure that the answer, answer's gonna come somehow

Out there in the dark, there's a beckoning candle
And while I can think, while I can talk
While I can stand, while I can walk
While I can dream, please let my dream

Come true, right now
Let it come true right now
Oh yeah

Wednesday, December 22, 2010

tsukaremashita, langit jingga, purnama indah

entah berawal dimana tapi aku selalu menyukai melihat bulan purnama dibingkai awan malam dan kerlip bintang. jangan. jangan coba-coba bertanya padaku mengenai planet, rasi maupun teman-temannya. sungguh. tak ada sedikitpun aku memahami itu. berada di planetariumpun hanya sekali. namun tak salah bukan jika aku selalu menyukai purnama, jingganya langit dan luasnya angkasa?

nikmat rasanya hanya duduk dan menikmati indahnya bulan sembari berkhayal ada benda atau bahkan makhluk langit lain yang tiba-tiba melintas. haha iya aku selalu teringat lukisan ET lengkap dengan sepeda terbangnya menuju bulan purnama. Ah Spielberg sudah benar-benar menguasaiku.

namun kini kenikmatan itu sudah jauh lebih berkurang. sangat malah. aku tak lagi bisa menikmati hembusan lembut angin malam yang menyentuh kulitku. tak juga bisa menikmati belaian malam yang biasanya selalu membuat aku jatuh hati pada malam dan langitnya. aku bosan. yah aku sangat bosan.

bosan aku menikmati indahnya langit hanya ditemani tikar atau bahkan bangku tua bambu depan rumahku. bosan aku duduk disana sendiri.

aku tahu aku tak sendiri. aku tak harus menikmati malamku sendiri lagi. bersama menikmati dinginnya angin yang akan makin menghangatkan tubuh dan hati. bersama walau hanya sekedar berbagi kisah tentang malam, bintang dan mungkin ET. entahlah. namun kini realita bagiku hanya sekedar angan tak berbatas. tak jua aku menemukan mimpi itu berakhir. hingga suatu malam aku terbangun dari mimpi burukku. pertanyaan besar tercipta. terlalu banyak menuntutkah aku? terlalu memilihkah aku pada siapa yang ingin kujadikan teman memandang purnama?

kucoba tertawa dalam derita. menangisi bahagia bersamanya. seluruh mimpi, cinta dan kasih hanya milik dan untuknya. namun kini kusadari diriku letih di tengah jalannya. lelah ku menunggunya. tak kunjung ia datangi aku. tak kunjung ia temani aku menikmati purnamaku. aku bosan hanya dibelai angin. aku lelah hanya bertumpu di tanganku sendiri. begitu sulit baginya untuk menghampiriku bahkan untuk sekedar menyapaku.

purnamaku tak lagi indah. ataukah hanya aku yang tak lagi bisa berimaji dengan liar dan baik.dihantam kenyataan.

Jealoussy

Saya tahu setiap orang punya jalnnya masing-masing. Punya rejekinya masing-masing. Tapi bolehkan kalau sesekali saya mengatakan saya iri sama nasib orang? Sekali aja kok. Gak sering-sering amat kok. Bukan apa-apa, saya lagi merasa begitu hari ini.

Membaca postingan seorang teman yang nampaknya lagi hamil muda membuat saya tiba-tiba merasa ada yang kurang dengan hidup saya dan merasa teramat sangat iri pada apa yang dipunya sama teman saya itu. Bagimana tidak. Dia jauh lebih muda daripada saya dan dia punya yang saya gak punya: Sebuah Keluarga!

Ah saya benar-benar cemburu. Iri. Dan entah kata apa lagi yang bisa mewakili perasaan saya itu.

Dia punya seorang ibu yang saya sekarang sedang berusaha untuk menemukannya lagi. Dia juga punya seorang tempat dia berbagi. Dia punya suami tempat dia bermanja, membagi rasa dan membagi cita. ya, saya punya pasangan saya sekarang. But somehow saya tak kunjung bisa menemukan "bara" di matanya. Entah karena saya yang terlalu lebay atau karena dia yang terlalu "dingin". Saya juga sedang sibuk meredakan frustasi di hati dan kepala saya. Saya tak kunjung merasakan "kebutuhannya" pada saya. Dan yang jelas ia tak kunjung menunjukkan keinginannya untuk menjadikan saya sebagai pelengkap hidupnya. Sebagai perhiasan baginya. Sebagai sahabat bagi hidupnya.

Dan yang paling saya iri dari teman saya itu adalah dia tengah menanti sesuatu yang sangat besar. Seorang anak.

Saya juga tak tahu mengapa saya begitu menginginkan yang satu itu. Apakah hanya bentuk keegoisan saya saja atau bagimana. entahlah. Sya ingat membaca buku Elizabeth Taylor tentang keengganannya memiliki anak. Ada banyak alasan untuk punya anak dan kebanyakan hanyalah karena kepuasan memenuhi nafsu semata. Ah tak ingatlah saya pada banyak alasan itu.

Saya tahu kok saya gak boleh iri. Tapi benar. Sekali ini biarkan saya menikmati ke-cemburu-an dan ke-iri-an saya pada teman ini. Karena dengan begitu saya tahu saya masih manusia biasa yang belum berubah menjadi dewa.

Tuesday, December 21, 2010

My Oldtimer

Panggil saja dia Pak Yoyo. Walau sebetulnya namanya Jojo Subagio. Maklum era kelahirannya dulu J adalah bentuk tulisan untuk huruf Y. Lahir tepat di ualng tahun ke 5 negeri ini, Pak Yoyo menggemari dunia musik dengan bergabung pada band kumpulan anak-anak muda di sebuah desa nun jauh di Jawa Barat sana. Desa yang bangga mengklaim dirinya sebagai penghasil genteng terbaik di negeri ini.

Siapa sih sebetulnya pak Yoyo ini? Bukan, dia bukan tokoh yang menginspirasi Dedi Setiadi untuk menciptakan tokoh Jojo dalam serial Jendela Rumah Kita. Sebuah serial yang melambungkan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf di tahun 1990 silam. Dia hanyalah ayah saya. Ayah yang membesarkan saya dengan segala kegundahannya mendapatkan anak perempuan dengan kepala sekeras batu milik saya.

Ayah saya sungguh bukanlah ayah terhebat di dunia seperti Mr. Huxtable atau juga David Seaver di derial Growing Pains. Ayah saya tipe laki-laki yang gak banyak ngomong. Laki-laki yang irit tertawa seirit omongan dari mulutnya. Laki-laki yang sedikit tempramental yang mungkin buah dari masa kecilnya yang dibesarkan kerasnya dunia.

Sakit iritnya kata yang keluar dari mulutnya tak pernah saya mendengar pujian keluar dari mulutnya seberapa pun besar dan tingginya prestasi akademik yang sudah saya raih. Saat saya ikut lomba cerdas Tangkas P4 hingga 1 level di bawah Provinsi tak jua saya dengar pujian apapun darinya. Begitu juga setiap angka 9 tersemat di raport saya, tak ada apapun.

Jadilah saya terbiasa untuk tidak mengharapkan apapun keluar dari mulutnya. Saya justru belajar bahwa kalau beliau berkomentar maka berarti kenakalan dan kebadungan saya sudah tak terhingga. Iya, beliau baru mengeluarkan kata=kata untuk sekedar memarahi atau bahkan memelototi saya yang kerap kali berulah macam-macam.

Tapi kemudian dunia saya dan ayah saya berubah. Paling tidak buat saya. Hari Minggu lalu saat saya sedang berkemas Pak Yoyo bertanya, "pulang sekarang?". Iyalah saya kan harus kembali memerah keringat hihihi. Lalu yang tak terdugapun terjadilah. Pak Yoyo dengan suaranya yang tidak biasa berkata pada saya, "Makasih ya sudah bantuin papah masakin buat emang-emang yang kerja, makasih  sudah ngejagain mamah, makasih sudah ngasuh Eneng dan makasih banyak sudah membantu kebutuhan lahirnya Otong juga bantuin teteh. Semoga rezekinya makin banyak".

Gubrakssss.....

Ah telinga saya gak salah dengerkan? Tidak dalam 1000 tahun sekalipun saya bermimpi mendengar itu keluar dari mulutnya. Bermimpipun saya gak berani. Pak Yoyo bisa mengatakan itu pada saya, anak perempuan badung yang kerapkali merusak ketenangan di rumah dengan keberisikan yang dibuat? hey you, sure you're Ok sir? hehehehe.

Tapi percayalah saya tersenyum sendiri. Bukan karena geli pada nada bicaranya yang kaku yang jelas menunjukkan ketidaknyamanannya untuk mengatakan kata-kata yang tidak biasa ia ucapkan itu. Saya tersenyum karena saya tahu itu cara ayah saya, iya pak Jojo Subagio buat menyatakan rasa sayang pada anak dodolnya ini.

You are welcome sir....